Potret Buram Akses Jalan di Pelosok Mamasa, Lansia Sakit Harus Ditandu 8 Kilometer ke Fasilitas Kesehatan
- account_circle Ancha
- calendar_month Sel, 11 Agu 2026
- visibility 90
- comment 0 komentar

Proses evakuasi lansia dari Desa Pamoseng menuju Puskesmas Mambi, Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa, Senin (10/8/2026).Foto/Bribka Alam.
MAMBI, Sulbarupdate.id — Perjuangan warga Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, bersama personil Polsek Mambi, evakuasi seorang lansia berusia 85 tahun sejauh kurang lebih 8 kilometer menjadi potret buram sulitnya akses pelayanan dasar bagi masyarakat pelosok.
Sania, warga Dusun Sambaho, harus ditandu secara manual oleh warga setelah mengalami kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun disertai muntah-muntah pada Senin (10/8/2026) sore.
Keluarga dan warga bersama aparat kemudian berupaya membawa Sania ke fasilitas kesehatan. Namun, ambulans tidak dapat menjangkau lokasi tempat tinggalnya lantaran kondisi jalan yang buruk dan belum dapat dilalui kendaraan roda empat.
Warga akhirnya menggunakan tandu untuk membawa Sania menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan. Secara bergantian, mereka memikul tandu melewati medan yang sulit.
Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar tiga jam dengan jarak kurang lebih 8 kilometer. Sania akhirnya tiba di Maerang, Kelurahan Talippuki.
Dari lokasi itu, ia kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Mambi untuk mendapatkan penanganan medis.
Proses evakuasi turut dipantau dan dikawal personel Polsek Mambi, yakni Aipda Hendra Sapri dan Bripka Muh. Nur Alam selaku Bhabinkamtibmas.
Kapolsek Mambi, IPDA Riswandi, mengatakan pengawalan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta memastikan warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera tiba di fasilitas kesehatan.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana keterbatasan infrastruktur jalan masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok.
Bagi warga di daerah terpencil, jalan yang tidak memadai bukan sekadar persoalan mobilitas. Dalam situasi darurat, buruknya akses dapat menjadi penghambat ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan dengan segera.
Perjalanan Sania sejauh 8 kilometer dengan tandu menunjukkan bahwa akses menuju pelayanan dasar bagi sebagian warga masih harus ditempuh dengan perjuangan yang tidak ringan.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
