Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Update Kasus Oknum PNS Cabuli Remaja di Mamasa, Jaksa Beri Klarifikasi Menohok

Update Kasus Oknum PNS Cabuli Remaja di Mamasa, Jaksa Beri Klarifikasi Menohok

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
  • visibility 424
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan pemerkosaan terhadap remaja berusia 15 tahun yang menyeret seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu kantor kecamatan di Kabupaten Mamasa terus bergulir.

Diketahui pihak keluarga korban mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa pada Kamis (7/5/2026) untuk mempertanyakan transparansi proses hukum yang dinilai janggal.

Pihak keluarga, didampingi LK yang bertindak sebagai saksi pelapor, menyampaikan keberatan atas mekanisme pemanggilan saksi. Mereka mengaku tidak menerima surat panggilan sidang pertama, baik secara fisik maupun digital.

“Kami ingin kepastian hukum dan menolak segala bentuk keadilan restoratif atau penyelesaian adat. Kasus ini harus tuntas di pengadilan,” tegas LK.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Mumum, Kejaksaan Negeri Mamasa Aldi Sido, mengatakan bahwa berdasarkan data internal kejaksaan, terdapat perbedaan fakta terkait ketidakhadiran saksi pada sidang sebelumnya.

Justru pihaknya membantah jika disebut tidak melakukan pemanggilan.

“Saksi anak korban tidak hadir karena konfirmasi dari ayahnya menyebutkan yang bersangkutan sedang mengikuti ujian sekolah,” ujar Aldi via pesan WhatsApp kepada Sulbarupdate.id, Senin (11/5/2026).

Aldi mengatakan, pada panggilan kedua, saksi kembali berhalangan hadir dengan alasan sedang menemani ibunya yang sedang sakit keras.

“Tidak benar kalau saksi anak korban tidak pernah dipanggil. Kami memaklumi alasan kemanusiaan tersebut pada sidang sebelumnya, namun kami sangat berharap pada sidang berikutnya saksi dapat hadir untuk mendukung pembuktian,” ujar Aldi.

Ia menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur adalah prioritas yang tidak dapat diselesaikan melalui jalur perdamaian atau restoratif justice.

“Sesuai amanah undang-undang perlindungan anak, hak korban wajib dilindungi. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional hingga mendapat putusan inkrah,” tambahnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dijadwalkan akan kembali menghadirkan saksi-saksi kunci pada persidangan tahap ketiga yang akan digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 mendatang.

Masyarakat diminta untuk terus mengawal kasus ini dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Polewali demi tegaknya keadilan bagi korban di bawah umur.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demonstran Desak Mentri Keuangan Copot Kepala KPP Pratama Mamuju Atas Dugaan Pungli

    Demonstran Desak Mentri Keuangan Copot Kepala KPP Pratama Mamuju Atas Dugaan Pungli

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mamuju kembali menjadi sasaran demonstrasi oleh Aliansi Mahasiswa Mamuju (AMM) pada Selasa, 16 Desember 2025. Aksi yang telah memasuki kali keempat ini menuntut penindakan tegas atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) serta pemeriksaan pajak yang dinilai tidak profesional dan tidak berkeadilan terhadap Wajib Pajak (WP) di wilayah […]

  • Mimpi Besar Como Jadi Nyata: Dari Klub Bangkrut Menuju Panggung Liga Champions

    Mimpi Besar Como Jadi Nyata: Dari Klub Bangkrut Menuju Panggung Liga Champions

    • 0Komentar

    COMO, SULBARUPDATE.ID – Eropa akhirnya mulai menoleh ke tepian Danau Como. Klub kecil bernama Como 1907 kini menjelma menjadi salah satu kisah paling romantis sekaligus paling ambisius dalam sepak bola modern. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterpurukan, kebangkrutan, dan berkutat di kasta bawah sepak bola Italia, Como kini berhasil menembus gerbang Liga Champions Eropa musim 2026/2027. Apa […]

  • SPPG Mehalaan Salurkan MBG kepada 2.119 Penerima Manfaat, Sasar 31 Sekolah dan 12 Posyandu

    SPPG Mehalaan Salurkan MBG kepada 2.119 Penerima Manfaat, Sasar 31 Sekolah dan 12 Posyandu

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamasa Mehalaan Barat di bawah naungan Yayasan Pallawa Lipu Grup menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 2.119 penerima manfaat, Senin (19/10/2026). Penyaluran menyasar peserta didik, guru dan tenaga kependidikan di 31 satuan pendidikan, serta kelompok 3B yang terdiri atas balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di […]

  • Perkuat Ekonomi Desa, Bupati Mamasa Temui Menkop RI Bahas UMKM dan Gerai Kopdes

    Perkuat Ekonomi Desa, Bupati Mamasa Temui Menkop RI Bahas UMKM dan Gerai Kopdes

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa terus berupaya mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Terbaru, Bupati Mamasa Welem Sambolangi didampingi Wakil Bupati menemui Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono, di Jakarta untuk membahas agenda strategis pengembangan UMKM dan Koperasi Desa (Kopdes). ​Dalam pertemuan tersebut, Bupati Welem menekankan bahwa UMKM adalah tulang punggung […]

  • Bencana Longsor Kembali Terjadi Di Mamasa

    Bencana Longsor Kembali Terjadi Di Mamasa

    • 0Komentar

    Mamasa – Sulbarupdate.id – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Dusun Salukatambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat 12 Desember 2025 pukul 16.00 Wita. Berdasarkan laporan awal, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka akibat kejadian tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamasa, Gusti Harmiawan, menjelaskan bahwa tanah longsor terjadi akibat […]

  • SPPG Mehalaan Barat Salurkan MBG untuk 2.080 Penerima Manfaat, Sasar Pelajar hingga Kelompok 3B

    SPPG Mehalaan Barat Salurkan MBG untuk 2.080 Penerima Manfaat, Sasar Pelajar hingga Kelompok 3B

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan Yayasan Pallawa Lipu Grup melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamasa Mehalaan–Mehalaan Barat, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA tersebut menyasar anak sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, anak tidak sekolah (ATS), serta kelompok 3B yang terdiri atas balita, […]

expand_less