Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Muzakir Manaf: Panglima GAM, Gubernur Pahlawan Hati Rakyat Aceh

Muzakir Manaf: Panglima GAM, Gubernur Pahlawan Hati Rakyat Aceh

  • account_circle SARMAN SAHUDING
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 598
  • comment 0 komentar

Aceh, Sulbarupdate.id – Nama Muzakir Manaf sudah lama melekat kuat dalam ingatan kolektif rakyat Aceh. Nyaris, tidak ada warga di Tanah Rencong ini yang tak mengenal sosok pria berwajah tampan, tegas dan berkarisma itu.

Apalagi sekarang ini, di saat-saat Aceh sedang pemulihan pascabanjir. Hampir tidak ada media massa dan media sosial yang tidak mengekspos Mualem, sang Gubernur Aceh. Bahkan, di tahun ini, ia termasuk sosok yang viral. Layak dinobatkan “Tokoh of the Year.”

*Siapa Muzakir Manaf?*

Muzakir Manaf, adalah putra dari pasangan Manaf (ayah) dan Zubaidah (ibu) dan tiga bersaudara itu, dilahirkan pada 3 April 1964 di Seuneudon, Aceh Utara.

Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem memiliki perjalanan hidup yang tidak biasa.

Ia bukan hanya dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tetapi juga menjadi figur sentral dalam transformasi politik Aceh pasca konflik.

Setelah menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri Kuta Blang, Bireuen, Muzakir Manaf tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia pernah masuk TNI, tapi tidak lulus saat seleksi. Karena tidak lulus di TNI, pada usia muda, ia justru memilih jalan perjuangan: bergabung dengan barisan militer GAM yang saat itu mengangkat senjata melawan Pemerintah Republik Indonesia demi memperjuangkan kemerdekaan Aceh.

Tahun 1986 menjadi titik awal dari episode penting dalam hidupnya. Bersama puluhan pemuda Aceh lainnya, ia berangkat ke Camp Tajura, Libya, yakni markas pelatihan militer GAM di bawah perlindungan Muammar Khadafi.

Di sanalah ia digembleng selama berbulan-bulan, menguasai taktik gerilya, strategi tempur, dan ideologi perjuangan.

Muzakir Manaf juga pernah “belajar” tentang kehidupan dengan gurunya Hasan Tiro.

Sepulang dari Libya, ia terus meniti jenjang dalam struktur militer GAM. Puncaknya, pada tahun 2002, setelah wafatnya Panglima GAM, Tgk. Abdullah Syafi’i, dalam sebuah kontak senjata dengan TNI di Pidie, Muzakir Manaf diangkat menjadi Panglima Gerakan Aceh Merdeka.

Di bawah kepemimpinan, suami dari Nyonya Marlina Usman dan dikarunia lima putra-putri ini, GAM tetap solid hingga tercapainya kesepakatan damai dengan Pemerintah Indonesia dalam Perjanjian Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Perjanjian damai itu menjadi titik balik bagi Aceh dan juga bagi Muzakir Manaf. Dari seorang panglima gerilyawan, ia bertransformasi menjadi tokoh sipil.

Sebagai orang sipil, Ia memelopori pembentukan Partai Aceh (PA), partai lokal yang menjadi wadah politik bagi para eks kombatan dan simpatisan GAM.

Muzakir menjabat sebagai Ketua Umum PA dan berhasil mengonsolidasikan kekuatan politik di seluruh Aceh.

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2012, Muzakir Manaf mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Aceh mendampingi dr. Zaini Abdullah. Pasangan ini terpilih dan menjabat dari 2012 hingga 2017.

Dalam masa kepemimpinan, mereka fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta implementasi butir-butir MoU Helsinki.

Meskipun sempat mengalami kekalahan dalam Pilkada 2017 saat mencalonkan diri sebagai gubernur, Mualem tidak meninggalkan panggung politik.

Ia tetap aktif membina kader dan simpatisan Partai Aceh serta memperkuat konsolidasi politiknya di tingkat lokal dan nasional.

Puncaknya, pada Pilkada Aceh 2024, Muzakir Manaf kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh.

Dengan dukungan kuat dari basis akar rumput dan koalisi partai politik lokal dan nasional, ia berhasil memenangkan kontestasi dan resmi dilantik sebagai Gubernur Aceh periode 2024–2029.

Kepemimpinan Mualem saat ini menjadi harapan baru bagi rakyat Aceh. Ia diharapkan mampu membawa Aceh keluar dari stagnasi pembangunan dan menjawab berbagai tantangan, mulai dari pengangguran, kemiskinan, korupsi, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Karakter kepemimpinannya yang tegas dan berakar kuat di tengah masyarakat Aceh menjadi kekuatan tersendiri dalam mengelola provinsi yang kaya sumber daya namun masih bergulat dengan tantangan pasca konflik ini.

Dengan latar belakang militer, pengalaman di medan perjuangan, dan jejak politik yang panjang, Muzakir Manaf kini memikul amanah besar: memimpin Aceh menuju kemajuan, keadilan, dan perdamaian yang berkelanjutan.

*Pahlawan di Hati*

Belum lama Muzakir Manaf menjadi Gubernur Aceh, di saat ekonomi, pendidikan, kehidupan sosial termasuk infrastruktur Aceh mulai ditata dengan mendatangkan berbagai investor dan lobi-lobi ke berbagai pihak, Muzakir Manaf harus kembali ‘turun gunung” menjadi panglima.

Namun kali ini, bukan panglima perang, melainkan “Panglima Banjir” yang bertugas ekstra untuk memulihkan dan membangun Aceh pasca dilanda banjir besar.

Ia turun ke daerah bahkan kampung-kampung pelosok yang dilanda banjir dan tanah longsor. Ia menyaksikan dan menjenguk rakyat dan infrastruktur yang tertimpa dan terdampak.

Setelah melihat fakta dan menyaksikan kenyataan getir wilayah yang terkena banjir, kepada semua orang ia mengajak bergerak untuk bisa berbuat memulihkan Aceh pascabanjir dan tak lupa memotivasi agar Aceh bangkit kembali.

Dalam masa pemulihan Aceh dari banjir, Mualem bagaikan jenderal yang tidak hanya memimpin di balik meja, di ruang ber-AC dan gedung megah yang hanya menerima laporan asal bapak senang (ABS).

Muzakir Manaf, dalam situasi Aceh porak-poranda yang disebut-sebutnya bencana terdahsyat setelah tsunami, Muzakir Manaf hadir dan memikul beban yang sama dengan rakyat. Ia menyatukan batin antara dirinya dengan rakyatnya.

Sebagai pemimpin Mualem sadar betul, rakyatnya Aceh sangat membutuhkan pemimpin yang hadir dalam suka dan duka,” atau “Ia tidak berdiri di atas derita rakyatnya, tapi berdiri dan bergerak bersama mereka”.

Kemudian ketika banjir dan masa pemulihan pascabanjir Mualem telah menunjukkan, true leadership sebagai mana yang dinukilkan oleh Thomas Phillip “Tip” O’Neill Jr, mantan “Speaker of the House” (Ketua Kongres) Amerika Serikat (1977-1987), dalam bukunya All Politics is Local:

“Jika Anda menjadi politisi dan hendak menjadi pemimpin hebat, maka lakukan sesuatu secara nyata. Perhatikanlah kebutuhan rakyat, beri solusi atas masalah yang dihadapi mereka.

Ketika ada sesuatu dengan rakyat, duduklah sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan rakyat, berkomitmen mencari solusi dari kesulitan mereka dan mau membangun mereka.”

Itu semua sudah ditunjukan Mualem. Rakyat Aceh sangat rindu pemimpin seperti itu. Mualem Anda bisa. Insya Allah, sanggup membangun dan menyejahterakan negeri. Anda adalah pahlawan di hati kami. _Sumber: Internet_

  • Penulis: SARMAN SAHUDING
  • Editor: Tim editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Guru PPPK Madrasah di Polman Diduga Cabuli Sejumlah Siswa

    Oknum Guru PPPK Madrasah di Polman Diduga Cabuli Sejumlah Siswa

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diguncang isu dugaan pelecehan seksual. Seorang oknum guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sebuah madrasah di Kabupaten Polman diduga kuat telah melecehkan sejumlah siswanya. ​Meskipun kasus ini telah menjadi perbincangan hangat, namun hingga saat ini belum ada laporan resmi […]

  • Dugaan Kasus Perselingkuhan Berujung “Ganti Rugi” Uang Panai Rp 30 Juta di Polman

    Dugaan Kasus Perselingkuhan Berujung “Ganti Rugi” Uang Panai Rp 30 Juta di Polman

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Sebuah kemelut rumah tangga yang melibatkan dugaan perselingkuhan di Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, berakhir di meja mediasi dengan keputusan yang mengejutkan. Kasus yang menyeret pria berinisial AJ (25) dan seorang wanita bersuami berinisial FA (22) ini berujung pada kesepakatan pengembalian uang biaya dapur pernikahan (panai) sebesar Rp 30 […]

  • Di Atas Titian Kokoh Asa Baru Pendidikan Botteng Mamasa 

    Di Atas Titian Kokoh Asa Baru Pendidikan Botteng Mamasa 

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Sebuah pemandangan kontras yang menghadirkan secercah harapan kini terbentang di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Botteng, Desa Botteng Kecamatan Mehalaan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Namun jembatan gantung yang menjadi tumpuan akses pendidikan bagi anak-anak mengenyam pendidikan kini telah berdiri kokoh, menjauhkan mereka dari ancaman bahaya yang selama ini mengintai. Sebelumnya, sempat viral […]

  • SPBU Malunda Terbakar Saat Bongkar BBM, Begini Kronologinya!

    SPBU Malunda Terbakar Saat Bongkar BBM, Begini Kronologinya!

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Malunda di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dilahap si jago merah pada Senin (19/1/2026) malam. Insiden tersebut terjadi saat proses pengisian bahan bakar (bongkar muat) dari truk tangki Pertamina ke tangki penyimpanan bawah tanah (bunker). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WITA ini sempat memicu kepanikan warga […]

  • Polisi Periksa Sejumlah Saksi Dugaan Pengeroyokan di Majene, Korban dan Terduga Pelaku Saling Lapor

    Polisi Periksa Sejumlah Saksi Dugaan Pengeroyokan di Majene, Korban dan Terduga Pelaku Saling Lapor

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Polisi masih mendalami dugaan pengeroyokan yang terjadi dalam rangkaian pawai kuda tamatan massal di Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Penyidik Satreskrim Polres Majene masih memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan insiden kericuhan tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan keterangan dari masing-masing pihak sebelum perkara masuk ke tahap gelar perkara. Kasat […]

  • Dugaan Black Market Bendera Ifada Keruk BBM Subsidi di Sulbar

    Dugaan Black Market Bendera Ifada Keruk BBM Subsidi di Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – BBM bersubsidi jenis Solar di wilayah Sulawesi Barat khususnya di beberapa SPBU di Mamuju Tengah, Pasangkayu, Mamuju dan Majene dan Dalam Kota Mamuju ditengarai dikuras oleh pemain BBM _black market_ kemudian dilarikan ke Sulawesi Tengah. Informasi awal menyebutkan, harga BBM bersubsidi yang dikuras di sejumlah pertamina dimaksud dijual kembali di Sulawesi Tengah […]

expand_less