Kebakaran Lahan di Majene Meluas Hingga Perbatasan Desa, Warga Soroti Dugaan Kelalaian Pemilik Lahan
- account_circle Juita
- calendar_month Kam, 6 Agu 2026
- visibility 305
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Kebakaran lahan non produktif terjadi di wilayah Pesai, Lingkungan Pesai, Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Kamis (6/8/2026).
Kobaran api yang awalnya hanya terlihat berupa kepulan asap kecil, dalam hitungan jam berkembang menjadi kebakaran besar hingga menjalar ke lereng Gunung Pesai dan meluas ke wilayah pegunungan Desa Pesuloang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan awal mengenai kebakaran diterima dari masyarakat sekitar pada pukul 10.30 WITA.
Sebelum laporan tersebut diterima, seorang saksi bernama Adi Firmansyah (26), warga Lingkungan Taduang yang berprofesi sebagai wiraswasta, mengaku telah melihat munculnya kepulan asap kecil sekitar pukul 09.00 WITA.
Menurut keterangan saksi, asap pertama kali terlihat berasal dari lahan milik Amiruddin yang berada di Jalan Poros Majene–Mamuju, tepatnya di Lingkungan Pesai, Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang.
Seiring berjalannya waktu, kondisi di lokasi semakin memburuk. Sekitar pukul 10.30 WITA, kepulan asap berubah menjadi kobaran api yang membesar dan mulai menjalar ke lereng Gunung Pesai.
Api kemudian membakar semak belukar dan vegetasi kering yang berada di kawasan perbukitan hingga akhirnya terus meluas menuju wilayah pegunungan Desa Pesuloang.
Cepatnya penyebaran api diduga dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan mudah berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Selain itu, minimnya peralatan pemadaman di lokasi menyebabkan upaya penanganan awal oleh masyarakat tidak mampu menghentikan laju kebakaran.
Sekitar pukul 11.30 WITA, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mengantisipasi agar api tidak merambat hingga ke kawasan permukiman warga.
Hingga berita ini disusun, petugas kepolisian masih bersiaga di lokasi dan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api.
Dalam keterangannya, saksi juga menyampaikan bahwa pemilik lahan disebut telah beberapa kali mendapat teguran dari warga maupun petani sekitar terkait kondisi lahannya.
Namun, menurut pengakuan saksi, teguran tersebut tidak pernah diindahkan.
Informasi ini merupakan keterangan saksi dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan fakta serta penyebab pasti kebakaran.
Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar ±7 hektare. Beruntung, hingga saat ini tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian material akibat peristiwa tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama pada musim kemarau dan saat kondisi angin kencang, karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Aparat terkait diharapkan melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran serta mengambil langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Pamboang dilaporkan tetap dalam keadaan aman dan kondusif, sementara proses penanganan kebakaran masih terus berlangsung.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Hamsah Sabir
