Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Ini Langkah Disdikbud Mamuju Tengah Perketat Seleksi Masuk Sekolah

Ini Langkah Disdikbud Mamuju Tengah Perketat Seleksi Masuk Sekolah

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 339
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mulai tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan pengawasan ketat.

Langkah ini diawali sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) serta penandatanganan pakta integritas bersama Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat di Aula Cafe dan Resto Siola, Benteng Tobadak, Rabu (15/4/2026).

​Kepala Disdikbud Mateng, Marhuding, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi praktik menyimpang dalam proses penerimaan siswa tahun ini.

Ia menuntut seluruh satuan pendidikan untuk menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

​”Tidak ada ruang untuk pelanggaran. Semua sekolah, baik negeri maupun swasta, wajib menjalankan aturan ini secara konsisten. Sistem harus berjalan objektif dan bebas dari intervensi pihak manapun,” tegas Marhuding saat membuka kegiatan.

​Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan tajam tahun ini adalah praktik manipulasi domisili. Fenomena orang tua yang memaksakan anak masuk ke sekolah tertentu dengan data alamat yang tidak sesuai dinilai merusak rasa keadilan dalam sistem zonasi.

​Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disdikbud Mateng lakukan terobosan dengan menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk validasi data kependudukan calon siswa.

​Disdigbud juga mengerahkan perangkat dari bidang PAUD, SD, hingga SMP untuk memantau langsung proses di lapangan.

​”Validasi data domisili adalah kunci. Kami ingin memastikan tidak ada lagi praktik yang mencederai asas keadilan. Kolaborasi dengan Disdukcapil akan menutup celah manipulasi tersebut,” tambah Marhuding.

​Pelaksanaan SPMB 2026/2027 di Mamuju Tengah sepenuhnya mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025.

Berdasarkan regulasi tersebut, penerimaan siswa tetap dibagi ke dalam empat jalur utama yakni jalur Domisili (Zonasi), jalur Afirmasi (untuk keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas), jalur prestasi dan jalur Mutasi (perpindahan tugas orang tua).

​Melalui penandatanganan pakta integritas ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berharap kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan tetap terjaga, sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan hak akses pendidikan yang merata dan tepat sasaran.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Buram Akses Jalan di Pelosok Mamasa, Lansia Sakit Harus Ditandu 8 Kilometer ke Fasilitas Kesehatan

    Potret Buram Akses Jalan di Pelosok Mamasa, Lansia Sakit Harus Ditandu 8 Kilometer ke Fasilitas Kesehatan

    • 0Komentar

    MAMBI, Sulbarupdate.id — Perjuangan warga Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, bersama personil Polsek Mambi, evakuasi seorang lansia berusia 85 tahun sejauh kurang lebih 8 kilometer menjadi potret buram sulitnya akses pelayanan dasar bagi masyarakat pelosok. Sania, warga Dusun Sambaho, harus ditandu secara manual oleh warga setelah mengalami kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun […]

  • Aksi Balap Liar di Tinambung Jadi Perhatian Serius Lantas Polres Polman

    Aksi Balap Liar di Tinambung Jadi Perhatian Serius Lantas Polres Polman

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id — Aksi balap liar yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Polewali Mandar menegaskan akan terus meningkatkan patroli serta melakukan penindakan terhadap aktivitas balap liar yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara dan masyarakat pengguna jalan. Kasat […]

  • DPRD dan Pemkab Mamasa Sahkan Tiga Ranperda, Termasuk APBD Perubahan 2026

    DPRD dan Pemkab Mamasa Sahkan Tiga Ranperda, Termasuk APBD Perubahan 2026

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Mamasa menyepakati dan menetapkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dalam Rapat Paripurna DPRD Mamasa, Rabu (30/9/2026) malam. Tiga Ranperda yang disahkan yakni Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Ranperda tentang Pajak dan Retribusi Daerah, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak. Rapat paripurna […]

  • Jas Putih dan Janji yang Tertunda, Penantian Panjang Dokter Mamasa

    Jas Putih dan Janji yang Tertunda, Penantian Panjang Dokter Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Persoalan pembayaran hak tenaga medis di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, memasuki babak panjang dan belum menemukan titik terang. Sejumlah dokter mengungkapkan masih adanya hak mereka yang disebut belum dibayarkan sejak 2024.  Persoalan tersebut bukan baru sekali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa. Berbagai jalur telah ditempuh, mulai dari menemui kepala daerah, menyampaikan aspirasi […]

  • Unhas Sosialisasikan S2 Keperawatan 2026/2027 di RSUD Majene

    Unhas Sosialisasikan S2 Keperawatan 2026/2027 di RSUD Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru Program Magister (S2) Keperawatan Tahun Akademik 2026/2027 yang diselenggarakan oleh Program Studi Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (22/6/2026), di Aula RSUD Majene. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Direktur RSUD Majene, Rusdi Hamid. Sosialisasi turut dihadiri oleh Kasubag Kepegawaian, […]

  • Istilah ”Tanjakan Janda Terjepit” di Mamasa Tuai Kecaman

    Istilah ”Tanjakan Janda Terjepit” di Mamasa Tuai Kecaman

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Penggunaan istilah yang dinilai tidak etis dalam penamaan jalur atau lokasi tertentu kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Mamasa. Baru-baru ini, sebuah unggahan di media sosial Facebook memicu diskusi publik setelah menampilkan sebuah spanduk bertuliskan “Tanjakan Janda Terjepit” di sebuah jalur lintasan motor trail. ​Penamaan tersebut dinilai melampaui batas kewajaran […]

expand_less