Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 27 Jun 2026
  • visibility 344
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa harus gigit jari.

Pasalnya, hingga akhir Juni 2026, hak atas Gaji 13 yang sangat dinanti-nantikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak justru tak kunjung menemui kejelasan.

​Keterlambatan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan abdi negara. Pasalnya, kabupaten lain di Indonesia dinilai jauh lebih sigap dalam menyejahterakan pegawainya.

​”Daerah lain sudah lama dibayarkan. Bahkan beberapa rekan kami di luar daerah menyampaikan kalau uangnya sudah habis dipakai,” ujar salah satu ASN Mamasa yang meminta identitasnya tidak disebut dalam berita, Sabtu (27/6/2026).

​Ia menegaskan, Pemkab Mamasa mestinya lebih peka dan memprioritaskan pemenuhan hak-hak ASN. Sebab selama ini, mereka mengklaim telah menunaikan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat dengan maksimal.

​”Harusnya hak kami diperhatikan. Kalau ada ASN yang malas bekerja, itu hanya oknum. Secara umum kami bekerja baik. Harapan kami segera dibayarkan karena kebutuhan saat ini sedang banyak-banyaknya. Ini sudah sangat terlambat,” keluhnya dengan nada kecewa.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamasa, Hermin Lululangi, memilih menarik diri dari ruang publik.

​Saat dikonfirmasi media ini via WhatsApp, pejabat yang baru beberapa bulan dilantik tersebut enggan memberikan respons sedikit pun, meski status aplikasinya menunjukkan sedang daring (online).

​Sementara itu upaya konfirmasi kepada Plt. Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD Mamasa, Catherina Dessaratu, juga belum berhasil.

​Ketidakpastian pencairan Gaji 13 ini berdampak langsung pada ribuan kepala keluarga. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat total 2.673 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkab Mamasa yang saat ini nasib haknya terkatung-katung.

​Struktur pegawai yang terdampak didominasi oleh Golongan III sebanyak 1.503 orang, disusul oleh Golongan II sebanyak 899 orang, dan Golongan IV sebanyak 271 orang.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari jajaran pimpinan daerah terkait kendala utama tersendatnya anggaran Gaji 13 ini—apakah karena persoalan defisit kas daerah atau murni kelalaian administratif.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

    Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sudah memasuki pekan kedua sejak material longsor menutup akses utama menuju Desa Pangadaran, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa pada awal Mei 2025. Namun, hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa dinilai jalan di tempat dan belum menunjukkan langkah konkret untuk membuka akses yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut. ​Kelumpuhan total akses jalan ini […]

  • Hadiri Rapim TNI-Polri di Istana, Kapolresta Mamuju Siap Implementasikan Arahan Presiden

    Hadiri Rapim TNI-Polri di Istana, Kapolresta Mamuju Siap Implementasikan Arahan Presiden

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi Jaya, menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/2). Rapim strategis ini menekankan pada penguatan soliditas serta peran aktif aparat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. ​Pertemuan tahunan ini dihadiri oleh Panglima […]

  • Demo di DPRD Sulbar Ricuh, Ketua Umum IMM Diduga Jadi Korban Pemukulan Polisi

    Demo di DPRD Sulbar Ricuh, Ketua Umum IMM Diduga Jadi Korban Pemukulan Polisi

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Aksi unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Selasa (23/6/2026) berakhir ricuh.  Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sulbar, Albar Syam, diduga menjadi korban tindakan represif oleh aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi. Peristiwa bermula saat massa […]

  • Kasus Korupsi Kredit BRI Unit Banggae Segera Disidangkan

    Kasus Korupsi Kredit BRI Unit Banggae Segera Disidangkan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana kredit Kupedes dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada BRI Unit Banggae di Majene periode tahun 2021-2023, memasuki babak baru. Berkas perkara tersebut kini telah dinyatakan lengkap. Kepastian itu disampaikan oleh Kanit Tipidkor Polres Majene, Iptu Aulia Usmin, S.H., saat ditemui di ruang kerjanya pada […]

  • Taufik Rama Wijaya Soroti Dugaan Kredit ‘Siluman’ di BRI Mamasa

    Taufik Rama Wijaya Soroti Dugaan Kredit ‘Siluman’ di BRI Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.id — Koordinator Forum Masyarakat Mamasa, Taufik Rama Wijaya, melontarkan kritik keras terhadap dugaan praktik penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang diduga bermasalah di sejumlah unit Bank Rakyat Indonesia di Kabupaten Mamasa. Sorotan tersebut tertuju pada Unit BRI Mamasa, Unit BRI Sumarorong, dan Unit BRI Mambi yang dinilai perlu segera diperiksa secara serius […]

  • Jejak Dana Hibah Rp700 Juta STT Arastamar Mamasa: Dari APBD, LPJ Dipersoalkan, hingga 19 Saksi Diperiksa

    Jejak Dana Hibah Rp700 Juta STT Arastamar Mamasa: Dari APBD, LPJ Dipersoalkan, hingga 19 Saksi Diperiksa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Aliran dana hibah Pemerintah Kabupaten Mamasa sebesar Rp700 juta kepada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Mamasa pada Tahun Anggaran 2022 kini memasuki babak pemeriksaan aparat penegak hukum. Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mamasa tersebut semula dialokasikan untuk mendukung pembangunan gedung dan kebutuhan operasional kampus.  Namun, dalam […]

expand_less