Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 53
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa harus gigit jari.

Pasalnya, hingga akhir Juni 2026, hak atas Gaji 13 yang sangat dinanti-nantikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak justru tak kunjung menemui kejelasan.

​Keterlambatan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan abdi negara. Pasalnya, kabupaten lain di Indonesia dinilai jauh lebih sigap dalam menyejahterakan pegawainya.

​”Daerah lain sudah lama dibayarkan. Bahkan beberapa rekan kami di luar daerah menyampaikan kalau uangnya sudah habis dipakai,” ujar salah satu ASN Mamasa yang meminta identitasnya tidak disebut dalam berita, Sabtu (27/6/2026).

​Ia menegaskan, Pemkab Mamasa mestinya lebih peka dan memprioritaskan pemenuhan hak-hak ASN. Sebab selama ini, mereka mengklaim telah menunaikan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat dengan maksimal.

​”Harusnya hak kami diperhatikan. Kalau ada ASN yang malas bekerja, itu hanya oknum. Secara umum kami bekerja baik. Harapan kami segera dibayarkan karena kebutuhan saat ini sedang banyak-banyaknya. Ini sudah sangat terlambat,” keluhnya dengan nada kecewa.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamasa, Hermin Lululangi, memilih menarik diri dari ruang publik.

​Saat dikonfirmasi media ini via WhatsApp, pejabat yang baru beberapa bulan dilantik tersebut enggan memberikan respons sedikit pun, meski status aplikasinya menunjukkan sedang daring (online).

​Sementara itu upaya konfirmasi kepada Plt. Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD Mamasa, Catherina Dessaratu, juga belum berhasil.

​Ketidakpastian pencairan Gaji 13 ini berdampak langsung pada ribuan kepala keluarga. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat total 2.673 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkab Mamasa yang saat ini nasib haknya terkatung-katung.

​Struktur pegawai yang terdampak didominasi oleh Golongan III sebanyak 1.503 orang, disusul oleh Golongan II sebanyak 899 orang, dan Golongan IV sebanyak 271 orang.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari jajaran pimpinan daerah terkait kendala utama tersendatnya anggaran Gaji 13 ini—apakah karena persoalan defisit kas daerah atau murni kelalaian administratif.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil Singkat Annisa Suci Ramadhani, Bupati Perempuan Pertama di Sumbar

    Profil Singkat Annisa Suci Ramadhani, Bupati Perempuan Pertama di Sumbar

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Sejarah baru kepemimpinan daerah tercipta di Sumatera Barat. Annisa Suci Ramadhani, resmi dilantik sebagai Bupati Dharmasraya periode 2025–2030, menjadikannya bupati perempuan pertama di Kabupaten Dharmasraya sekaligus bupati perempuan pertama dalam sejarah pemerintahan di Provinsi Sumatera Barat. Diketahui prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Kamis (20/2/2025) lalu. […]

  • RHL Rp1,6 Miliar di Mamasa Diduga Gagal, Hanya 30 Persen Tanaman Hidup

    RHL Rp1,6 Miliar di Mamasa Diduga Gagal, Hanya 30 Persen Tanaman Hidup

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Proyek Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tahun anggaran 2023 yang dikelola Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sulawesi Barat di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, kini menuai sorotan tajam. Program yang menelan anggaran fantastis sekitar Rp1,6 miliar tersebut diduga gagal total dan sarat akan indikasi penyimpangan. ​Berdasarkan pantauan jurnalis di […]

  • Polisi Ungkap Motif Meninggalnya Lansia Dalam Kamar di Majene, Begini Kronologinya!

    Polisi Ungkap Motif Meninggalnya Lansia Dalam Kamar di Majene, Begini Kronologinya!

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Majene akhirnya mengungkap tabir di balik kasus kematian tragis seorang lanjut usia di Lingkungan Baruga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae Timur. Korban yang diketahui bernama Nursam (65) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar di dalam kamar rumahnya pada awal Mei 2026. Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy, menjelaskan […]

  • Aktivis Desak Pemkab Mamasa Pasang Rambu Lalin di Jalur Anak Sekolah dan Mobil MBG

    Aktivis Desak Pemkab Mamasa Pasang Rambu Lalin di Jalur Anak Sekolah dan Mobil MBG

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Seorang aktivis muda dari Tabulahan, Mawar Apriani, desak Pemerintah Kabupaten Mamasa segera memasang rambu lalu lintas (Lalin) pada ruas jalan poros Mamasa–Mamuju. Penekanan diberikan pada segmen jalan yang vital karena menjadi akses harian bagi anak-anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMK, sekaligus merupakan rute tetap Mobil Makanan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan […]

  • Perkuat Transparansi dan Pelayanan Publik, PUPR Majene Gelar Forum Konsultasi Publik

    Perkuat Transparansi dan Pelayanan Publik, PUPR Majene Gelar Forum Konsultasi Publik

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan transparansi dan akuntabilitas kinerja kembali ditegaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene melalui pelaksanaan Forum Konsultasi Publik yang digelar di Ruang Rapat Kantor Dinas PUPR Kabupaten Majene, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dinas PUPR dalam menghadirkan […]

  • Tuntut Transparansi Proyek ‘Sekolah Rakyat’, Mahasiswa Demo di Depan Kantor Gubernur Sulbar

    Tuntut Transparansi Proyek ‘Sekolah Rakyat’, Mahasiswa Demo di Depan Kantor Gubernur Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sulawesi Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (4/6/2026).  Massa menuntut transparansi terkait pelaksanaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam aksinya, GMH menyoroti dua isu krusial: minimnya penyerapan tenaga kerja lokal […]

expand_less