Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Diduga di Majene Ada Mafia BBM, AMM Geruduk Kantor Bupati

Diduga di Majene Ada Mafia BBM, AMM Geruduk Kantor Bupati

  • account_circle Juita
  • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
  • visibility 306
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id  — Aliansi Mahasiswa Majene (AMM) menggeruduk Kantor Bupati Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (11/9/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Majene.

Dalam aksi tersebut, AMM menyoroti kondisi masyarakat yang harus menghadapi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sulitnya mendapatkan BBM, serta dampak kelangkaan terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Koordinator Lapangan AMM, Alan, mengatakan persoalan kelangkaan BBM yang terjadi di Majene tidak semata-mata dapat dilihat sebagai persoalan teknis distribusi.

Menurutnya, kondisi tersebut telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Antrean panjang di SPBU dan sulitnya masyarakat memperoleh BBM dinilai menunjukkan adanya persoalan yang perlu segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah maupun pihak terkait.

“Kelangkaan yang berlangsung bukan hanya persoalan teknis distribusi, tetapi telah berdampak langsung terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat,” kata Alan dalam aksi tersebut.

Ia menilai pemerintah harus hadir memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama dalam memastikan ketersediaan BBM yang cukup, adil, merata, dan mudah diakses.

AMM juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap SPBU, khususnya dalam proses penyaluran BBM kepada masyarakat.

Mahasiswa mengingatkan agar kondisi kelangkaan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat.

Dalam tuntutannya, AMM juga menyoroti dugaan adanya praktik permainan atau penyimpangan dalam distribusi BBM. Namun, dugaan tersebut menurut mahasiswa perlu ditelusuri dan dibuktikan melalui pengawasan serta pemeriksaan oleh pihak yang memiliki kewenangan.

AMM mendesak Pemerintah Kabupaten Majene segera melakukan langkah konkret untuk menormalisasi distribusi BBM. Mereka juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap SPBU, mengusut pihak-pihak yang apabila terbukti melakukan praktik yang merugikan masyarakat, serta memastikan akses BBM yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Persoalan BBM adalah persoalan kepentingan publik. Penyelesaiannya tidak cukup dengan pernyataan dan janji, tetapi membutuhkan langkah konkret, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas AMM.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopdagrin) Kabupaten Majene, Nahdlah Bachyt Fattah, menyatakan pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Menurut Nahdlah, pemerintah daerah tetap akan menampung setiap masukan dan tuntutan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui aksi mahasiswa. “Apa pun aspirasi mahasiswa, kami terima,” ujarnya.

Terkait tuntutan mahasiswa mengenai audit terhadap SPBU dan dugaan adanya penyimpangan dalam distribusi BBM, Nahdlah menjelaskan bahwa kewenangan audit terhadap penyaluran BBM bukan berada sepenuhnya pada pemerintah daerah.

Ia menyebut pengawasan dan audit terkait distribusi BBM, khususnya yang berkaitan dengan penyaluran BBM bersubsidi dan tata kelola distribusi di tingkat SPBU, menjadi kewenangan pihak yang memiliki otoritas di sektor tersebut, termasuk Pertamina Patra Niaga sesuai dengan kewenangannya.

“Soal audit, itu bukan tugas kami, tetapi Pertamina Patra Niaga, insaAllah kami akan berkunjung ke Pertamina Patra Niaga di Makassar hari Senin, (14/9/2026)” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah, kata dia, tetap memiliki kepentingan untuk memastikan kondisi kelangkaan BBM tidak terus berlarut karena berdampak langsung terhadap masyarakat dan aktivitas perekonomian di Majene.

Pemerintah daerah juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan pasokan dan distribusi BBM yang dikeluhkan masyarakat.

AMM menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan kelangkaan BBM hanya berakhir pada penerimaan aspirasi tanpa adanya tindak lanjut.

Mahasiswa meminta pemerintah daerah bersama instansi dan pihak terkait segera melakukan koordinasi untuk memastikan pasokan BBM kembali normal serta melakukan pengawasan terhadap distribusi di lapangan.

AMM juga meminta setiap dugaan penyimpangan dalam distribusi BBM ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan sesuai kewenangan masing-masing lembaga.

Bagi mahasiswa, masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam persoalan distribusi energi. Jangan sampai kelangkaan BBM justru membuka peluang bagi oknum tertentu untuk mengambil keuntungan secara tidak wajar.

Sementara dugaan adanya “mafia BBM” yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut masih sebatas dugaan dan tuntutan untuk dilakukan pengusutan. Pembuktian mengenai ada atau tidaknya praktik mafia maupun pelanggaran dalam distribusi BBM tetap memerlukan pemeriksaan dan bukti dari pihak yang berwenang.

Dengan adanya aksi tersebut, AMM berharap Pemerintah Kabupaten Majene tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga mendorong langkah koordinasi dan pengawasan konkret agar kelangkaan BBM segera teratasi dan masyarakat kembali memperoleh BBM secara mudah, aman, dan adil.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Hamsah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen Ratih Megasari Singkarru, Perjuangkan Beasiswa Pendidikan Dari PAUD Hingga Perguruan Tinggi

    Komitmen Ratih Megasari Singkarru, Perjuangkan Beasiswa Pendidikan Dari PAUD Hingga Perguruan Tinggi

    • 0Komentar

    Nasional – Sulbarupdate.id – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Barat, Ratih Mega Singkarru, menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya melalui perjuangan program beasiswa bagi siswa dan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, Mamuju 29/12/2025. Sebagai anggota DPR RI yang membidangi Komisi X, Ratih menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat terkait pendidikan, terutama soal beasiswa, […]

  • Sebuah Minibus Terguling di Poros Mamuju – Majene, Diduga Sopir Ngantuk

    Sebuah Minibus Terguling di Poros Mamuju – Majene, Diduga Sopir Ngantuk

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Poros Majene-Mamuju, tepatnya di samping Kantor Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. Sebuah minibus merek Toyota Rush berwarna silver coklat dengan nomor polisi KT 1537 SR dilaporkan terguling setelah kehilangan kendali. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut melaju dari […]

  • Poros Matangga–Keppe Mulai Diperbaiki, Tiga Titik Akan Dibeton

    Poros Matangga–Keppe Mulai Diperbaiki, Tiga Titik Akan Dibeton

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Kabar baik bagi masyarakat yang selama ini melintasi Poros Matangga–Keppe, ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai melakukan penanganan pada sejumlah titik ruas jalan tersebut. Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Barat, Sopater, mengatakan penanganan dilakukan […]

  • Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi PNS 2027, Ini Skema dan Formasinya!

    Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi PNS 2027, Ini Skema dan Formasinya!

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id — Kabar baik bagi para guru yang saat ini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pemerintah membuka peluang bagi guru PPPK untuk mengikuti seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diperkirakan mulai dibuka pada awal 2027. Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan status dan kebutuhan tenaga pendidik secara nasional yang tengah dibahas pemerintah […]

  • Sulbar Dikepung 3.000 Titik Panas, Gubernur: “Jangan Bakar Lahan”!

    Sulbar Dikepung 3.000 Titik Panas, Gubernur: “Jangan Bakar Lahan”!

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Kemarau panjang mulai menunjukkan dampaknya di Sulawesi Barat. Ribuan titik panas terpantau di sejumlah wilayah, sementara kasus kebakaran terus bermunculan di tengah kondisi cuaca yang kering. Data pemantauan terbaru mencatat sekitar 3.000 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Sulawesi Barat. Pada periode musim kering yang sama, sedikitnya 155 kejadian kebakaran juga telah […]

  • DPRD Mateng Setujui Raperda APBD Perubahan 2026, Defisit Rp32,41 Miliar

    DPRD Mateng Setujui Raperda APBD Perubahan 2026, Defisit Rp32,41 Miliar

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026. Persetujuan itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Mateng yang digelar di ruang sidang paripurna, Rabu (23/9/2026). Selanjutnya, Raperda APBD Perubahan 2026 akan memasuki tahapan […]

expand_less