Sarman Sahuding, Pena dari Mambi yang Menenun Jejak Sejarah Sulbar
- account_circle Ancha
- calendar_month Sen, 13 Apr 2026
- visibility 255
- comment 1 komentar

Anwar Sanusi, Ketua SMSI Sulsel (kiri gambar) Sarman Sahuding Plt. Ketua SMSI Sulbar (kanan gambar) di Makassar, Rabu, 8 April 2026.
MAMUJU, Sulbarupdate.id – Di tanah yang dipagari pegunungan kokoh dan kabut pagi yang abadi, seorang putra Mambi lahir membawa garis tangan sebagai pencatat zaman.
Sarman Sahuding, sosok yang namanya kini identik dengan ketajaman literasi di Sulawesi Barat, bukan sekadar pelapor berita.
Ia adalah penenun narasi yang kini sedang bertransformasi dari sekadar pemburu tenggat menjadi penjaga memori kolektif melalui literatur berkelas.
Lahir pada 12 Desember 1976 di Sendana, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sarman telah menempuh perjalanan panjang hingga menyandang predikat Wartawan Utama dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Namun, bagi Sarman, kartu kompetensi hanyalah legalitas; ruh jurnalisme yang sesungguhnya terletak pada sejauh mana sebuah tulisan mampu melampaui waktu.
Metamorfosis Sang Penulis: Dari Berita ke Buku
Sejak tahun 2024, Sarman mengambil langkah besar yang jarang ditempuh rekan sejawatnya. Ia mulai memfokuskan energi kreatifnya pada penulisan buku.
Tak tanggung-tanggung, ia menggandeng raksasa penerbitan nasional, Kompas Gramedia, sebagai kawah candradimuka bagi karya-karyanya.
Salah satu buah pikirnya yang monumental, “Jejak Langkah Bupati se-Sulawesi Barat”, telah resmi mengudara di kancah nasional. Buku ini bukan sekadar biografi kolektif; ia adalah dokumen sejarah yang membedah kepemimpinan di tanah Mandar dan pegunungan Sulawesi Barat dengan kacamata seorang jurnalis senior yang kritis namun proporsional.
Kembali Menahkodai Arus Digital
Meski kini lebih banyak berkutat dengan riset dan narasi panjang, panggilan pengabdian pada organisasi profesi tak pernah luntur.
Pada tahun 2026 ini, Sarman kembali dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Barat.
Di tengah disrupsi informasi yang kian kencang, kehadiran Sarman di pucuk pimpinan SMSI Sulbar bak kompas di tengah samudera digital.
Pengalaman panjangnya diharapkan mampu menavigasi media-media siber di Sulawesi Barat agar tetap tegak lurus pada etika, sembari terus bertransformasi mengikuti ritme teknologi.
Warisan dari Pegunungan
Kiprah Sarman Sahuding membuktikan bahwa asal-usul dari pelosok pegunungan bukanlah penghalang untuk mencapai puncak tertinggi dalam dunia literasi.
Dengan diksi yang tertata dan kedalaman riset yang mumpuni, ia terus membuktikan bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup.
Kini, melalui SMSI dan karya-karya bukunya yang diterbitkan Kompas, Sarman sedang menuliskan babak baru bagi Sulawesi Barat—sebuah babak di mana intelektualitas dan integritas menjadi panglima dalam penyebaran informasi.
“Karena pertemuan saya dengan pak Firdaus, Ketua Umum SMSI, difasilitasi oleh Ketua SMSI Sulsel, kanda Anwar Sanusi, maka dengan mengucap Bismillah, amanah untuk pimpin SMSI Sulbar satu periode ke depan saya terima dan laksanakan,” kata Sarman Sahuding, dikonfirmasi Senin petang, 13 April 2026.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
