BBM dan Elpiji Langka di Sulbar, HMI BADKO Desak Evaluasi Total Pertamina Patra Niaga
- account_circle Juita
- calendar_month Ming, 13 Sep 2026
- visibility 161
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Kelangkaan BBM dan gas elpiji yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Barat menuai kritik keras dari BADKO Sulbar Bidang BUMD, Energi, Sumber Daya Alam dan Minerba, Sabtu (12/9/2026).
Ketua bidang, Muhammad Alif Mulky, mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dievaluasi karena dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan pasokan dan distribusi energi yang berulang di Sulbar.
Alif menegaskan, kelangkaan BBM dan elpiji tidak boleh terus dianggap sebagai persoalan teknis yang muncul secara berkala. Menurutnya, jika persoalan yang sama terus terjadi tanpa solusi yang permanen, maka kinerja dan sistem distribusi Pertamina Patra Niaga patut dipertanyakan.
> “Kami meminta Pertamina Patra Niaga Sulawesi dievaluasi. Kalau kelangkaan BBM dan elpiji terus berulang dan tidak mampu diselesaikan, berarti ada persoalan serius yang harus dibenahi. Jangan masyarakat terus yang menanggung dampaknya,” tegas Alif.
Ia menilai BBM dan elpiji merupakan sektor energi yang menyangkut kepentingan publik. Kelangkaan BBM dapat menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi, sedangkan kelangkaan elpiji dapat langsung memukul kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
BADKO Sulbar mempertanyakan efektivitas sistem pasokan, distribusi, dan pengawasan energi yang diterapkan di Sulawesi Barat. Lalu, pihak terkait seharusnya mampu melakukan langkah antisipasi sebelum terjadi kekosongan stok dan antrean panjang.
“Jangan baru bertindak setelah kelangkaan terjadi. Pertamina harus punya sistem antisipasi yang jelas. Kalau terus berulang, jangan hanya memberikan penjelasan, tetapi lakukan evaluasi terhadap sistem yang menyebabkan persoalan ini terjadi,”ujarnya.
Selain itu, BADKO Sulbar mendesak Pertamina membuka informasi terkait jumlah pasokan, kuota penyaluran, realisasi distribusi, serta jalur penyaluran BBM dan elpiji di Sulbar. Transparansi diperlukan untuk mengetahui titik persoalan sekaligus mencegah terjadinya kesenjangan antara data dan kondisi di lapangan.
“Kami ingin persoalan ini dibuka secara terang. Apa penyebab kelangkaannya, di mana titik masalahnya, dan siapa yang bertanggung jawab terhadap distribusinya. Jangan persoalan ini terus berulang tanpa ada evaluasi dan perbaikan,” katanya.
BADKO Sulbar menegaskan akan mengawal persoalan energi tersebut dan meminta evaluasi kinerja Pertamina Patra niaga tidak berhenti pada tataran administratif. Evaluasi harus menghasilkan perbaikan nyata terhadap sistem distribusi dan ketersediaan BBM serta elpiji di Sulawesi Barat.
“Kalau sistemnya tidak mampu menjamin ketersediaan energi secara konsisten, maka sistem itu harus diperbaiki. Kami meminta Pertamina dan pemerintah serius menangani persoalan ini sebelum dampaknya semakin luas,” tutupnya.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Hamsah
