Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Bangunan Labkes Mamasa Rp12,6 Miliar Disorot, Aktivis Sebut Ada Persoalan Lahan dan Izin

Bangunan Labkes Mamasa Rp12,6 Miliar Disorot, Aktivis Sebut Ada Persoalan Lahan dan Izin

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • visibility 565
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kabupaten Mamasa di Desa Bombong Lambe’, Kecamatan Mamasa, menuai kritik tajam dari Gerakan Aktivis Mamasa.

Proyek dengan nilai anggaran mencapai Rp12,6 miliar tersebut ditengarai berdiri di atas lahan yang masih dalam status sengketa hukum.

​Pihak keluarga yang mengklaim kepemilikan lahan, Markus, menyatakan bahwa dirinya telah menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Negeri Polewali Mandar. Menurutnya, proses hukum saat ini masih berjalan untuk menentukan status hak milik objek tanah tersebut.

​”Kami menyayangkan pembangunan yang tetap dipaksakan meski proses hukum sedang berlangsung. Sebagai warga, kami berharap hak-hak kami dipertimbangkan dengan adil,” ujar Markus pada Sabtu (7/2/2026).

​Perselisihan sempat memanas ketika upaya penutupan akses yang dilakukan pemilik lahan dibongkar oleh pihak Satpol PP dan Kabag Hukum Pemda Mamasa pada Senin (11/2/2026).

Hingga kini, pihak aktivis menyoroti langkah tersebut sebagai tindakan yang belum mengedepankan musyawarah mufakat.

​Selain persoalan lahan, Gerakan Aktivis Mamasa juga mengungkapkan sejumlah temuan di lapangan terkait aspek administratif proyek.

Diduga sertifikat tanah lokasi pembangunan masih berstatus milik pribadi dan belum sepenuhnya beralih menjadi aset Pemerintah Daerah.

Proyek tersebut ditengarai belum melengkapi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

​Tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi saat pengecekan lapangan, yang dianggap menyulitkan pengawasan publik.

​Perwakilan Gerakan Aktivis Mamasa,  Taufik Rama Wijaya, desak agar Pemerintah Daerah (Pemda) mempertimbangkan penghentian aktivitas pembangunan sementara waktu guna menghindari potensi kerugian negara di masa mendatang.

​”Kami mendorong adanya transparansi dan ketaatan terhadap prosedur hukum. Jangan sampai anggaran besar ini menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari karena proses perencanaan yang diduga belum tuntas,” tegas salah satu perwakilan aktivis.

​Pihaknya juga meminta aparat penegak hukum serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan peninjauan kembali (audit) terhadap proses pengadaan lahan dan perizinan proyek tersebut.

​Hingga berita ini diterbitkan, laman ini masih berupaya menghubungi pihak Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi resmi terkait tudingan serta perkembangan status lahan tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Dugaan Oli Palsu, Polda Sulbar Limpahkan Tersangka HZ ke Kejaksaan Polman 

    Kasus Dugaan Oli Palsu, Polda Sulbar Limpahkan Tersangka HZ ke Kejaksaan Polman 

    • 0Komentar

    POLMAN, SULBARUPDATE.ID — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Barat melimpahkan tersangka berinisial HZ beserta berkas perkara dugaan peredaran oli palsu dan oplosan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali Mandar, Rabu (16/9/2026). Dirreskrimsus Polda Sulbar Kombes Pol Abdul Aziz membenarkan pelimpahan tersebut. “Sudah, Pak. Tadi siang sudah diserahkan pelimpahannya,” ujar Abdul Aziz. Kasus ini bermula […]

  • BREAKING NEWS: Ratusan Masyarakat Malabo Demo di Kantor Bupati Mamasa Tolak Pembangunan TPA di Salurano

    BREAKING NEWS: Ratusan Masyarakat Malabo Demo di Kantor Bupati Mamasa Tolak Pembangunan TPA di Salurano

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Aliansi Masyarakat Malabo dari Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Bupati Mamasa, Rabu (22/7/2026).  Ratusan warga menuntut agar rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di wilayah Salurano, Desa Malabo, dibatalkan sepenuhnya. Warga menolak keras pembangunan TPA di wilayah tersebut sebab dianggap akan membahayakan kesehatan lingkungan. Massa […]

  • Soal Aksi BBM di Mambi, Ketua SM Sulbar Tantang APMM Buka Data ke Publik

    Soal Aksi BBM di Mambi, Ketua SM Sulbar Tantang APMM Buka Data ke Publik

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Pemuda Mamasa Menggugat (APMM) terkait tata kelola Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Mambi menuai kritik keras. Ketua Serikat Mahasiswa Sulawesi Barat (SM Sulbar), Ali Imran, mempertanyakan legitimasi gerakan tersebut dan mengingatkan agar demonstrasi tidak dilakukan secara serampangan tanpa dasar data yang valid. ​Imran menilai, klaim […]

  • Kasus Pemukulan Jurnalis di Pasangkayu Sudah Ditangani Penyelidik, Pelapor dan Terlapor Diperiksa

    Kasus Pemukulan Jurnalis di Pasangkayu Sudah Ditangani Penyelidik, Pelapor dan Terlapor Diperiksa

    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Sulbarupdate.id — Penanganan laporan dugaan kekerasan terhadap reporter Tribun Sulbar, Taufan, di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, masih berproses di kepolisian. Penyidik Polres Pasangkayu telah memeriksa Taufan selaku pelapor dan Umar yang dilaporkan dalam perkara tersebut. Kasat Reskrim Polres Pasangkayu AKP Eru Reski mengatakan, pemeriksaan terhadap kedua pihak telah dilakukan. Selanjutnya, penyidik masih menjadwalkan pemeriksaan […]

  • Renungan Sebelum Rasa

    Renungan Sebelum Rasa

    • 0Komentar

    Oleh: Agustina dan Hanafi Pelu (Guru di MAN 2 Kota Makassar dan Balai Diklat Agama Makassar) Makassar 14 Desember 2025. DI RUANG makan itu, kami duduk melingkar seperti titik-titik yang akhirnya menemukan garisnya. Namun sebelum sendok menyentuh piring dan aroma masakan benar-benar mengambil alih ruang, suasana lebih dulu ditambatkan pada hening. Sebuah renungan makan disampaikan […]

  • Sat Reskrim Polres Majene Launching Unit Reaksi Cepat

    Sat Reskrim Polres Majene Launching Unit Reaksi Cepat

    • 0Komentar

    MAJENE, SULBARUPDATE.ID — Polres Majene melalui Satuan Reserse Kriminal resmi meluncurkan Unit Reaksi Cepat (URC) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan dan respons cepat terhadap laporan masyarakat, di halaman Mapolres Majene, Jumat (29/5/2026). Launching tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy, yang menegaskan bahwa kehadiran URC menjadi bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa […]

expand_less