Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Indikasi Pupuk Gratis Dijual, DPRD Mamasa Desak Pemda Lakukan Evaluasi Teknis

Indikasi Pupuk Gratis Dijual, DPRD Mamasa Desak Pemda Lakukan Evaluasi Teknis

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
  • visibility 1.344
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Program pupuk gratis Pemerintah Kabupaten Mamasa tahun anggaran 2025 menyisakan catatan kritis. Meski bertujuan mendongkrak produktivitas pertanian, program ini diwarnai indikasi kebocoran berupa proses administrasi yang sulit hingga praktik jual beli pupuk oleh oknum penerima manfaat dan kelompok tani.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera melakukan evaluasi teknis menyeluruh sebelum penyaluran anggaran tahun 2026 sekitar Rp23 miliar dilaksanakan.

Arwin mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil investigasi tim terpadu miliknya dan pantauan langsung di sejumlah desa, ditemukan celah teknis yang mencederai visi misi daerah secara khusus pupuk gratis ini.

Ia mengaku menerima banyak keluhan warga terkait proses administrasi, distribusi hingga penyalahgunaan bantuan.

“Saya mendapatkan banyak keluhan warga dan ada juga indikasi kebocoran; pupuk dijual oleh penerima manfaat dan juga kelompok tani, itu juga tidak terlepas dari sebab akibat awal, dimana ada proses administrasi yang memakan biaya. Jadi memang manajemennya mesti diperbaiki” ujar Arwin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, praktik jual beli pupuk subsidi atau pupuk gratis ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan berpotensi masuk ke ranah pelanggaran pidana.

Untuk meminimalisir penyimpangan pada dua kali masa panen di tahun 2026, Arwin memberikan sejumlah poin rekomendasi strategis kepada Dinas Pertanian Mamasa.

Diantaranya melakukan evaluasi teknis dalam proses pengurusan administrasi kelompok tani agar lebih akuntabel.

Memperbarui data anggota kelompok tani. Ditemukan banyak data anggota yang tidak memiliki luas lahan secara presisi sesuai dengan dokumen yang ada.

Mengefektifkan kembali monitoring Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BPP) tingkat kecamatan.

Menjalin sinergi dengan Koramil (Babinsa) dan Polsek (Bhabinkamtibmas) untuk memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah praktik jual beli pupuk.

Pemda diminta mengubah metode pengawasan saat pupuk sudah berada di tangan masyarakat, karena titik inilah dianggap paling rawan terjadi pengalihan peruntukan, saat pupuk telah berada di tangan penerima manfaat.

Mengevaluasi sumber pupuk dan mengkaji opsi pembelian pupuk non-subsidi untuk menghindari keterlambatan distribusi seperti yang terjadi pada akhir tahun 2025.

Eks Ketua Umum HIPMI Mamasa ini menegaskan bahwa evaluasi ini bukan bertujuan untuk menghentikan program, melainkan mencari metode yang lebih efektif dan efisien sehingga benar-benar tepat guna.

“Catatan kritis ini diharapkan menjadi instrumen perbaikan agar bantuan benar-benar dirasakan petani, sehingga target swasembada beras di Kabupaten Mamasa dapat segera terwujud, masyarakat juga harusnya bersyukur dengan program ini, jangan diperuntukkan lain apalagi dijual, begitupun TNI dan Polri agar tidak segan-segan menangkap pelaku penjualan pupuk subsidi (pupuk gratis) di lapangan” tutupnya.

Pada tahun 2026, Pemda Mamasa telah menyiapkan anggaran sekitar Rp23 miliar. Angka ini meningkat signifikan guna mencakup dua kali masa panen padi sawah di seluruh wilayah Kabupaten Mamasa. (*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAMRI Soroti Revitalisasi Sekolah di Majene

    KAMRI Soroti Revitalisasi Sekolah di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) Kabupaten Majene meminta pelaksanaan program revitalisasi PAUD dan SD Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Majene diawasi secara ketat. KAMRI secara khusus mengingatkan agar mekanisme swakelola yang telah ditetapkan pemerintah tidak dialihkan kepada pihak ketiga atau kontraktor tanpa dasar aturan yang jelas. Ketua KAMRI Majene, Muh Firzam, […]

  • Wabub Mateng Sebut, Peran Orang Tua Jadi Fondasi Utama Pendidikan dan Moral Anak di Era Digital

    Wabub Mateng Sebut, Peran Orang Tua Jadi Fondasi Utama Pendidikan dan Moral Anak di Era Digital

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary Anwar, menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak.  Pernyataan tersebut disampaikan di ruang kerjanya setelah menghadiri upacara peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 di Halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah pada Senin, 29 Juni 2026. ​Menurut Askary, keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam mengedukasi dan mengasuh […]

  • Pegawai Bank Ditemukan Meninggal dalam Kamar Pondok 3R Majene, Polisi Lakukan Penyelidikan

    Pegawai Bank Ditemukan Meninggal dalam Kamar Pondok 3R Majene, Polisi Lakukan Penyelidikan

    • 0Komentar

    MAJENE-Sulbarupdate.id – Warga Kabupaten Majene digegerkan dengan penemuan seorang wanita berusia 44 tahun yang diketahui merupakan salah satu pegawai bank di Kabupaten Majene dalam kondisi meninggal dunia di kamar nomor 104 Pondok 3R, Jalan Manunggal, Lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (3/6/2026). Penemuan mayat tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar dan […]

  • DPO Kasus Penganiayaan Maut di Polman Akhirnya Diringkus Polisi di Luwu Timur

    DPO Kasus Penganiayaan Maut di Polman Akhirnya Diringkus Polisi di Luwu Timur

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Pelarian pria berinisial A (24) berakhir di tangan pihak kepolisian di Polres Polewali Mandar (Polman) akhirnya berakhir. Terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia ini berhasil diringkus tim gabungan di wilayah Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Minggu (1/2/2026) dini hari. Penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Pekat […]

  • Ada Apa di Balik Proyek RSUD Satelit Tobadak? Progres Pembangunan Sulit Dikonfirmasi

    Ada Apa di Balik Proyek RSUD Satelit Tobadak? Progres Pembangunan Sulit Dikonfirmasi

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Ada yang mengganjal dari proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satelit Tobadak Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Bukan karena pekerjaan konstruksinya, melainkan akses terhadap informasi mengenai progres pembangunan yang justru terasa berjarak ketika sejumlah awak media berupaya melakukan konfirmasi langsung di lokasi proyek, Rabu (9/9/2026) sore. Kedatangan […]

  • Dugaan Penyalahgunaan Data Warga oleh Oknum PNM, GMNI Mamasa Buka Posko Pengaduan

    Dugaan Penyalahgunaan Data Warga oleh Oknum PNM, GMNI Mamasa Buka Posko Pengaduan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau DPC GMNI Kabupaten Mamasa resmi membuka kembali Posko Pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban dugaan penyalahgunaan data pribadi oleh oknum di PT Permodalan Nasional Madani atau PNM pada Selasa, 30 Juni 2026. ​Langkah ini diambil menyusul terus mengalirnya laporan dari warga yang merasa dirugikan. […]

expand_less