Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Indikasi Pupuk Gratis Dijual, DPRD Mamasa Desak Pemda Lakukan Evaluasi Teknis

Indikasi Pupuk Gratis Dijual, DPRD Mamasa Desak Pemda Lakukan Evaluasi Teknis

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
  • visibility 1.188
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Program pupuk gratis Pemerintah Kabupaten Mamasa tahun anggaran 2025 menyisakan catatan kritis. Meski bertujuan mendongkrak produktivitas pertanian, program ini diwarnai indikasi kebocoran berupa proses administrasi yang sulit hingga praktik jual beli pupuk oleh oknum penerima manfaat dan kelompok tani.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera melakukan evaluasi teknis menyeluruh sebelum penyaluran anggaran tahun 2026 sekitar Rp23 miliar dilaksanakan.

Arwin mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil investigasi tim terpadu miliknya dan pantauan langsung di sejumlah desa, ditemukan celah teknis yang mencederai visi misi daerah secara khusus pupuk gratis ini.

Ia mengaku menerima banyak keluhan warga terkait proses administrasi, distribusi hingga penyalahgunaan bantuan.

“Saya mendapatkan banyak keluhan warga dan ada juga indikasi kebocoran; pupuk dijual oleh penerima manfaat dan juga kelompok tani, itu juga tidak terlepas dari sebab akibat awal, dimana ada proses administrasi yang memakan biaya. Jadi memang manajemennya mesti diperbaiki” ujar Arwin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, praktik jual beli pupuk subsidi atau pupuk gratis ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan berpotensi masuk ke ranah pelanggaran pidana.

Untuk meminimalisir penyimpangan pada dua kali masa panen di tahun 2026, Arwin memberikan sejumlah poin rekomendasi strategis kepada Dinas Pertanian Mamasa.

Diantaranya melakukan evaluasi teknis dalam proses pengurusan administrasi kelompok tani agar lebih akuntabel.

Memperbarui data anggota kelompok tani. Ditemukan banyak data anggota yang tidak memiliki luas lahan secara presisi sesuai dengan dokumen yang ada.

Mengefektifkan kembali monitoring Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BPP) tingkat kecamatan.

Menjalin sinergi dengan Koramil (Babinsa) dan Polsek (Bhabinkamtibmas) untuk memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah praktik jual beli pupuk.

Pemda diminta mengubah metode pengawasan saat pupuk sudah berada di tangan masyarakat, karena titik inilah dianggap paling rawan terjadi pengalihan peruntukan, saat pupuk telah berada di tangan penerima manfaat.

Mengevaluasi sumber pupuk dan mengkaji opsi pembelian pupuk non-subsidi untuk menghindari keterlambatan distribusi seperti yang terjadi pada akhir tahun 2025.

Eks Ketua Umum HIPMI Mamasa ini menegaskan bahwa evaluasi ini bukan bertujuan untuk menghentikan program, melainkan mencari metode yang lebih efektif dan efisien sehingga benar-benar tepat guna.

“Catatan kritis ini diharapkan menjadi instrumen perbaikan agar bantuan benar-benar dirasakan petani, sehingga target swasembada beras di Kabupaten Mamasa dapat segera terwujud, masyarakat juga harusnya bersyukur dengan program ini, jangan diperuntukkan lain apalagi dijual, begitupun TNI dan Polri agar tidak segan-segan menangkap pelaku penjualan pupuk subsidi (pupuk gratis) di lapangan” tutupnya.

Pada tahun 2026, Pemda Mamasa telah menyiapkan anggaran sekitar Rp23 miliar. Angka ini meningkat signifikan guna mencakup dua kali masa panen padi sawah di seluruh wilayah Kabupaten Mamasa. (*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi BNN–DKPPKB Sulbar Diperkuat, Rehabilitasi Penyalahguna NAPZA Jadi Prioritas Kesehatan Daerah

    Sinergi BNN–DKPPKB Sulbar Diperkuat, Rehabilitasi Penyalahguna NAPZA Jadi Prioritas Kesehatan Daerah

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar memperkuat sinergi dalam program rehabilitasi penyalahguna narkotika di wilayah Sulawesi Barat. Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam pertemuan di Kantor DKPPKB Sulbar, Kamis, 12 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kolaborasi lintas sektor […]

  • Talut Penahan Perkampungan di Bumal Amblas, Satu Dusun Terancam

    Talut Penahan Perkampungan di Bumal Amblas, Satu Dusun Terancam

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id — Talut penahan perkampungan di Dusun Salu Katambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntu Malangka (Bumal), Kabupaten Mamasa, ambalas. Satu dusun terancam. Kondisi tersebut memicu krisis kecemasan mendalam di kalangan warga yang bermukim di zona rentan longsor. Peristiwa ini terjadi beberapa waktu lalu dipicu tingginya curah hujan pada beberapa pekan terakhir di wilayah Kabupaten Mamasa. […]

  • Cegah Kelangkaan Obat, Dinkes P2KB Sulbar Distribusikan Logistik TBC ke Enam Kabupaten

    Cegah Kelangkaan Obat, Dinkes P2KB Sulbar Distribusikan Logistik TBC ke Enam Kabupaten

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bergerak cepat memastikan ketersediaan logistik Program Tuberkulosis (TBC) di seluruh wilayah Bumi Manakarra. Melalui Instalasi Farmasi Provinsi, Dinkes P2KB mulai menyalurkan stok obat dan alat pendukung ke enam kabupaten secara bertahap. Langkah ini diambil untuk menjamin fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes)—mulai […]

  • Bupati Pasangkayu Segera Usulkan Pemberhentian Wakil Ketua DPRD

    Bupati Pasangkayu Segera Usulkan Pemberhentian Wakil Ketua DPRD

    • 0Komentar

    Pasangkayu – Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pasangkayu menggelar rapat paripurna dengan agenda pengusulan pemberhentian pimpinan DPRD Pasangkayu masa jabatan 2024–2029. Rapat paripurna tersebut berlangsung di ruang paripurna DPRD Pasangkayu, Jumat 19 Desember 2025. Rapat Paripurna DPRD tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Pasangkayu, Putu Purjaya. Ia menyampaikan bahwa agenda rapat paripurna […]

  • Dok. Ilustrasi

    Tragedi Berdarah Kembali Terjadi di Mamuju Tengah, Dua Pria Terluka Akibat Tikaman

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH – SULBARUPDATE.ID, – Sebuah insiden kekerasan berdarah kembali nyaris merenggut nyawa di Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat (Sulbar). Peristiwa ini melibatkan tiga pria dewasa di salah satu kafe di Topoyo, Mateng pada Jumat, (5 /6/2026) subuh. Meski tidak ada korban jiwa, tajamnya bilah senjata tajam sempat membanjiri lokasi kejadian dengan darah. Berdasarkan informasi […]

  • Sekda Sulbar Dorong Pengelolaan Aset Daerah Lebih Transparan dan Akuntabel

    Sekda Sulbar Dorong Pengelolaan Aset Daerah Lebih Transparan dan Akuntabel

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Penataan aset daerah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Untuk memastikan pengelolaan aset berjalan tertib dan akuntabel, Pemprov Sulbar menggelar rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, pada Senin pagi, 26 Januari 2026. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Lantai […]

expand_less