Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Renungan Sebelum Rasa

Renungan Sebelum Rasa

  • account_circle sulbarupdate
  • calendar_month Ming, 14 Des 2025
  • visibility 483
  • comment 0 komentar

Oleh: Agustina dan Hanafi Pelu (Guru di MAN 2 Kota Makassar dan Balai Diklat Agama Makassar)

Makassar 14 Desember 2025.

DI RUANG makan itu, kami duduk melingkar seperti titik-titik yang akhirnya menemukan garisnya. Namun sebelum sendok menyentuh piring dan aroma masakan benar-benar mengambil alih ruang, suasana lebih dulu ditambatkan pada hening.

Sebuah renungan makan disampaikan dengan suara tenang; kata-katanya jatuh perlahan seperti gerimis di tanah kering, mengingatkan bahwa setiap suap adalah titipan, hasil dari tangan-tangan yang bekerja dalam senyap dan doa-doa yang tak selalu terdengar.

Doa bersama pun mengalun lirih, menyatu seperti helaan napas yang disepakati. Dalam jeda itu, ruang makan seakan berubah menjadi ruang batin; piring-piring masih diam, sendok-sendok menunggu, sementara rasa syukur lebih dulu disajikan.

Setelah doa diaminkan, piring-piring berjejer laksana halaman buku yang terbuka. Sendok dan garpu berdenting pelan, menyerupai irama kecil yang menyatukan langkah. Aroma masakan naik perlahan, bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga merambat ke hati—menghangatkan ruang yang semula asing.

Peserta pelatihan datang dari latar yang berbeda, namun di meja itu perbedaan melebur seperti gula dalam teh panas. Tawa pecah sesekali, mengalir seperti sungai kecil yang membersihkan jarak. Cerita-cerita singkat berloncatan dari satu mulut ke mulut lain, menjadi benih yang tumbuh menjadi rasa saling percaya.

Seusai santapan, kami tidak serta-merta beranjak. Satu per satu, setiap orang membawa piringnya sendiri menuju tempat cuci. Air mengalir pelan, membasuh sisa nasi dan lauk, seperti membersihkan lelah dan ego yang mungkin sempat menempel. Dalam gerak sederhana itu, kami belajar bahwa kebersamaan juga berarti berbagi tanggung jawab, merawat ruang yang telah mempertemukan kami.

Ruang makan pun menjelma perapian tanpa api. Saat kami meninggalkannya, yang tertinggal bukan hanya piring bersih dan meja yang rapi, melainkan jejak kehangatan—rasa pulang yang diam-diam tumbuh dari doa, kebersamaan, dan syukur yang dibagi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluarga Hanna Sayangkan Sikap PKK Mamasa, Datang Setelah Ramai Diberitakan

    Keluarga Hanna Sayangkan Sikap PKK Mamasa, Datang Setelah Ramai Diberitakan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Keluarga Hanna (70), warga Desa Rante Tangnga, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, menyayangkan sikap Tim Penggerak PKK Kabupaten Mamasa yang baru datang melihat kondisi Hanna setelah kisah kehidupannya diberitakan media. Sebelumnya, kondisi Hanna yang bertahan hidup di rumah sederhana di tengah keterbatasan ekonomi diberitakan salah satu media online, Lintas-Enam.com, dengan judul “Tepat di […]

  • Diduga Depresi, Seorang Wanita di Tommo Ditemukan Tewas Gantung Diri

    Diduga Depresi, Seorang Wanita di Tommo Ditemukan Tewas Gantung Diri

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Warga Dusun Bontoala, Desa Campaloga, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju mendadak gempar. Seorang wanita berinisial SBR (24) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di dalam rumahnya pada Sabtu sore (07/02/2026). ​Kapolsek Tommo, Ipda Iswandi Akhmad, mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya sendiri, Baktiar (56), sekitar pukul 16.30 WITA setelah merasa […]

  • BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun di Polman Tewas Tenggelam di Kolam Irigasi

    BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun di Polman Tewas Tenggelam di Kolam Irigasi

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah perempuan berinisial RS (4) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Korban ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan tenggelam di kolam irigasi sedalam dua meter pada Senin sore (2/2/2026). ​Insiden memilukan ini terjadi di Kelurahan Batupanga, Kecamatan Luyo, sekitar pukul 17.00 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi […]

  • Mobil Pengangkut Lumpur Tinja Diparkir di Area UMKM Kondosapata, Pengunjung Keluhkan Pemandangan

    Mobil Pengangkut Lumpur Tinja Diparkir di Area UMKM Kondosapata, Pengunjung Keluhkan Pemandangan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Keberadaan sebuah mobil pengangkut lumpur tinja yang terparkir di area Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menjadi sorotan pengunjung, Kamis (20/8/2026). Mobil tersebut terlihat berada di area yang sebagian dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan melalui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keberadaan kendaraan pengangkut lumpur tinja itu dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung yang […]

  • PMII Komisariat Unsulbar Desak Bupati Majene Audit PDAM Tirta

    PMII Komisariat Unsulbar Desak Bupati Majene Audit PDAM Tirta

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unsulbar menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (19/8/2026) sore. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan kepada Bupati Kabupaten Majene agar segera melakukan audit terhadap pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Majene. […]

  • Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Majene Akhirnya Rampung, Akses Pendidikan Kini Terjamin

    Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Majene Akhirnya Rampung, Akses Pendidikan Kini Terjamin

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Harapan warga Dusun Bawappu, Desa Mekkatta, Kabupaten Majene, untuk memiliki akses penyeberangan yang layak akhirnya terwujud. Jembatan Perintis Gantung Garuda yang membentang sepanjang 50 meter resmi rampung dan mulai beroperasi pada Sabtu (9/5/2026). Pembangunan jembatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat, terutama bagi anak-anak sekolah dan nelayan yang selama bertahun-tahun harus […]

expand_less