Breaking News
light_mode
Beranda » Cipayung Plus » Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
  • visibility 480
  • comment 0 komentar

MAMASA, SULBARUPDATE.ID – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ di Kabupaten Mamasa akhirnya mulai memasuki tahap pekerjaan fisik.

Proyek strategis yang disebut sebagai “hadiah” dari Presiden Joko Widodo saat kunjungannya ke Mamasa itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Mamasa beberapa waktu lalu.

Namun, di balik dimulainya pembangunan tersebut, muncul peringatan keras dari kalangan aktivis dan masyarakat sipil di Kabupaten Mamasa.

Mereka menegaskan bahwa proyek bernilai besar yang dibiayai oleh negara itu tidak boleh menjadi ruang eksklusif bagi pihak luar tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Akbar salah satu Aktivis Mamasa menilai, Pembangunan RSUD Kondosapata’ seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah, baik melalui keterlibatan tenaga kerja lokal maupun pengusaha lokal dalam penyediaan material dan kebutuhan proyek lainnya.

“Kalau bahan tersedia di Mamasa, lalu mengapa harus mengambil dari luar? Kalau tenaga kerja mampu tersedia di Mamasa, kenapa masyarakat lokal justru dipinggirkan?” tegas Akbar salah satu aktivis Mamasa.

Menurutnya, proyek negara yang hadir di tanah Mamasa wajib memberi efek ekonomi langsung kepada masyarakat setempat. Perputaran anggaran pembangunan tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak dari luar daerah, sementara masyarakat Mamasa hanya menjadi penonton di kampung sendiri.

Mereka menegaskan bahwa proyek bernilai besar yang dibiayai oleh negara itu tidak boleh menjadi ruang eksklusif bagi pihak luar tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Akbar menilai, pembangunan RSUD Kondosapata’ seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah, baik melalui keterlibatan tenaga kerja lokal maupun pengusaha lokal dalam penyediaan material dan kebutuhan proyek lainnya.

“Kalau bahan tersedia di Mamasa, lalu mengapa harus mengambil dari luar? Kalau tenaga kerja mampu tersedia di Mamasa, kenapa masyarakat lokal justru dipinggirkan?” tegas Akbar salah satu Aktivis Mamasa

Menurutnya, proyek negara yang hadir di tanah Mamasa wajib memberi efek ekonomi langsung kepada masyarakat setempat. Perputaran anggaran pembangunan tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak dari luar daerah, sementara masyarakat Mamasa hanya menjadi penonton di kampung sendiri.

Mereka menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha lokal bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan terhadap daerah yang menjadi lokasi pembangunan. Selama pengusaha lokal mampu menyediakan kebutuhan proyek dengan standar yang dibutuhkan, maka tidak ada alasan untuk mengabaikan mereka.

Akbar juga mengingatkan bahwa sejak awal pembangunan, pihaknya akan mengawasi secara ketat pola rekrutmen tenaga kerja dan distribusi penyediaan material proyek. Mereka menyebut, ketertutupan dan minimnya pelibatan masyarakat lokal berpotensi memicu gejolak sosial.

“Ini akan menjadi perhatian serius kami. Jika masyarakat lokal dan pengusaha Mamasa tidak dilibatkan, maka kami meminta pemegang proyek pembangunan RSUD Kondosapata’ untuk angkat kaki dari bumi Kondosapata’,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ultimatum terbuka kepada seluruh pihak pelaksana proyek agar tidak memandang Mamasa hanya sebagai lokasi pembangunan, tetapi sebagai daerah yang memiliki masyarakat yang wajib dihormati dan diberdayakan.

Akbar bersama rekan-rekan aktivisnya juga memastikan bahwa gelombang aksi demonstrasi akan digelar secara berkelanjutan apabila aspirasi masyarakat lokal diabaikan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Akan ada aksi berjilid jika masyarakat dan pengusaha lokal tidak mendapatkan ruang keterlibatan yang layak dalam pembangunan RSUD ini,” tutupnya.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Redaksi Sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penghormatan dari Sahabat Seangkatan, Salim S Mengga Dimakankan di Kalibata

    Penghormatan dari Sahabat Seangkatan, Salim S Mengga Dimakankan di Kalibata

    • 0Komentar

    Penghormatan Terakhir dari Sahabat seangkatan, Presiden Minta Wagub Sulbar Dimakamkan di Kalibata.  SULAWESI BARAT – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) H. Salim S. Mengga, menghembuskan napas terakhir pada usia 74 tahun di RS Siloam, Makassar, Sabtu (31/1/2026) lalu. Kepergian Salim bukan sekadar hilangnya seorang pejabat publik, melainkan berpulangnya seorang prajurit tangguh yang dikenal […]

  • Berikut Daftar Nama dan Jabatan 8 Pejabat Eselon II Mamasa yang Baru Dilantik!

    Berikut Daftar Nama dan Jabatan 8 Pejabat Eselon II Mamasa yang Baru Dilantik!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, resmi melantik delapan Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II) hasil seleksi terbuka LAN RI Makassar dalam prosesi khidmat di Tribun Lapangan Kondosapata, Jumat (10/04/2026). Dalam arahannya, Bupati menekankan agar para pejabat baru lebih aktif bekerja di lapangan daripada menghabiskan waktu di balik meja. ​Berikut daftar delapan pejabat eselon II […]

  • Kopri PMII Mamasa Desak Pelaku Predator Anak Dihukum Maksimal, Nur Asri:”Ini Kejahatan Kemanusiaan!”

    Kopri PMII Mamasa Desak Pelaku Predator Anak Dihukum Maksimal, Nur Asri:”Ini Kejahatan Kemanusiaan!”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur yang mencuat di Kabupaten Mamasa memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Diketahui, kasus ini dialami seorang anak berusia 15 tahun di Kabupaten Mamasa. Mirisnya, pelaku diduga oknum Pegawai Negeri Sipil di salah satu Kantor Kecamatan di Kabupaten Mamasa. Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri […]

  • Oknum Anggota DPRD Mamasa Diduga Abaikan Utang Rp85 Juta Milik Warga Mambi

    Oknum Anggota DPRD Mamasa Diduga Abaikan Utang Rp85 Juta Milik Warga Mambi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sikap tidak terpuji kembali mecoreng wakil rakyat di Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat (Sulbar). Pasalnya, oknum anggota DPRD Kabupaten Mamasa berinisial HST, diduga tak kunjung kembalikan uang senilai Rp85 juta yang dipinjamnya dari warga Mambi berinisial MNR dan NMI. Uang puluhan juta tersebut, dikabarkan sebelumnya dipinjam oleh HST pada tahun 2023 lalu, yang […]

  • Jadwal Belajar Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Libur Awal Puasa

    Jadwal Belajar Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Libur Awal Puasa

    • 0Komentar

    ​JAKARTA, Sulbarupdate.id – Pemerintah resmi menyepakati pengaturan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa sekolah selama bulan Ramadan 2026. Keputusan ini menitikberatkan pada keseimbangan antara pemenuhan hak belajar, penguatan nilai keagamaan, serta pembentukan karakter peserta didik. ​Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) […]

  • 226 CJH Mamuju Tengah Ikuti Manasik Terintegrasi 2026

    226 CJH Mamuju Tengah Ikuti Manasik Terintegrasi 2026

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Sebanyak 226 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, resmi memulai tahapan bimbingan manasik haji terintegrasi tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan ini dibuka di Aula Kantor Bupati Mateng, Kecamatan Tobadak, Sabtu (7/2/2026). ​Acara tersebut dibuka langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Mahyudin, wakili Pemerintah Kabupaten. Turut hadir […]

expand_less