Breaking News
light_mode
Beranda » Cipayung Plus » Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
  • visibility 456
  • comment 0 komentar

MAMASA, SULBARUPDATE.ID – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ di Kabupaten Mamasa akhirnya mulai memasuki tahap pekerjaan fisik.

Proyek strategis yang disebut sebagai “hadiah” dari Presiden Joko Widodo saat kunjungannya ke Mamasa itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Mamasa beberapa waktu lalu.

Namun, di balik dimulainya pembangunan tersebut, muncul peringatan keras dari kalangan aktivis dan masyarakat sipil di Kabupaten Mamasa.

Mereka menegaskan bahwa proyek bernilai besar yang dibiayai oleh negara itu tidak boleh menjadi ruang eksklusif bagi pihak luar tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Akbar salah satu Aktivis Mamasa menilai, Pembangunan RSUD Kondosapata’ seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah, baik melalui keterlibatan tenaga kerja lokal maupun pengusaha lokal dalam penyediaan material dan kebutuhan proyek lainnya.

“Kalau bahan tersedia di Mamasa, lalu mengapa harus mengambil dari luar? Kalau tenaga kerja mampu tersedia di Mamasa, kenapa masyarakat lokal justru dipinggirkan?” tegas Akbar salah satu aktivis Mamasa.

Menurutnya, proyek negara yang hadir di tanah Mamasa wajib memberi efek ekonomi langsung kepada masyarakat setempat. Perputaran anggaran pembangunan tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak dari luar daerah, sementara masyarakat Mamasa hanya menjadi penonton di kampung sendiri.

Mereka menegaskan bahwa proyek bernilai besar yang dibiayai oleh negara itu tidak boleh menjadi ruang eksklusif bagi pihak luar tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Akbar menilai, pembangunan RSUD Kondosapata’ seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah, baik melalui keterlibatan tenaga kerja lokal maupun pengusaha lokal dalam penyediaan material dan kebutuhan proyek lainnya.

“Kalau bahan tersedia di Mamasa, lalu mengapa harus mengambil dari luar? Kalau tenaga kerja mampu tersedia di Mamasa, kenapa masyarakat lokal justru dipinggirkan?” tegas Akbar salah satu Aktivis Mamasa

Menurutnya, proyek negara yang hadir di tanah Mamasa wajib memberi efek ekonomi langsung kepada masyarakat setempat. Perputaran anggaran pembangunan tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak dari luar daerah, sementara masyarakat Mamasa hanya menjadi penonton di kampung sendiri.

Mereka menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha lokal bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan terhadap daerah yang menjadi lokasi pembangunan. Selama pengusaha lokal mampu menyediakan kebutuhan proyek dengan standar yang dibutuhkan, maka tidak ada alasan untuk mengabaikan mereka.

Akbar juga mengingatkan bahwa sejak awal pembangunan, pihaknya akan mengawasi secara ketat pola rekrutmen tenaga kerja dan distribusi penyediaan material proyek. Mereka menyebut, ketertutupan dan minimnya pelibatan masyarakat lokal berpotensi memicu gejolak sosial.

“Ini akan menjadi perhatian serius kami. Jika masyarakat lokal dan pengusaha Mamasa tidak dilibatkan, maka kami meminta pemegang proyek pembangunan RSUD Kondosapata’ untuk angkat kaki dari bumi Kondosapata’,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ultimatum terbuka kepada seluruh pihak pelaksana proyek agar tidak memandang Mamasa hanya sebagai lokasi pembangunan, tetapi sebagai daerah yang memiliki masyarakat yang wajib dihormati dan diberdayakan.

Akbar bersama rekan-rekan aktivisnya juga memastikan bahwa gelombang aksi demonstrasi akan digelar secara berkelanjutan apabila aspirasi masyarakat lokal diabaikan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Akan ada aksi berjilid jika masyarakat dan pengusaha lokal tidak mendapatkan ruang keterlibatan yang layak dalam pembangunan RSUD ini,” tutupnya.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Redaksi Sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • AKBP Muchlis Nadjar Pamit dari Polres Mamasa

    AKBP Muchlis Nadjar Pamit dari Polres Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Suasana khidmat menyelimuti Aula Rumah Jabatan Bupati Mamasa di Jalan Pendidikan, Kelurahan Mamasa, pada Senin (5/1/2026). Acara pisah sambut Kapolres Mamasa berlangsung penuh haru saat AKBP Muchlis Nadjar menyampaikan pesan perpisahan yang menyentuh sanubari para tamu undangan. Dalam sambutannya, AKBP Muchlis Nadjar mengungkapkan bahwa masa pengabdiannya di Kabupaten Mamasa telah meninggalkan impresi […]

  • Burhanuddin Muhtadi Sebut Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Prabowo Capai 79,9 Persen, Berikut Alasannya

    Burhanuddin Muhtadi Sebut Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Prabowo Capai 79,9 Persen, Berikut Alasannya

    • 0Komentar

    JAKARTA, sulbarupdate.id – Hasil survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. “Kalau dijumlahkan antara sangat puas dan cukup puas itu 79,9 persen. Jadi sangat tinggi ya untuk ukuran approval rating seorang presiden,” ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers […]

  • 18 Bulan Perumda Sulbar PT Sibuku Energy Vakum di Tengah Minim PAD

    18 Bulan Perumda Sulbar PT Sibuku Energy Vakum di Tengah Minim PAD

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sebuku Energi Malaqbi, di Sulawesi Barat, disinyalir belum bergerak optimal sejak dibentuk pada 2024 lalu. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dalam memberikan ruang dan dukungan bagi perusahaan daerah tersebut untuk menjalankan fungsi bisnisnya. Padahal, keberadaan BUMD semestinya tidak berhenti pada pembentukan badan usaha […]

  • KONI Mamuju Tengah Resmi Dikukuhkan, Fokus Benahi Cabor dan Pembinaan Atlet

    KONI Mamuju Tengah Resmi Dikukuhkan, Fokus Benahi Cabor dan Pembinaan Atlet

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) masa bakti 2026–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan. Pelantikan dipimpin Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Barat, H. Syamsul Samad, di Aula Hotel Amalia, Tobadak, Mamuju Tengah, Rabu (16/9/2026). Kegiatan dihadiri Bupati Mamuju Tengah Dr. Arsal Aras, Wakil Bupati Dr. Askary Anwar, Ketua […]

  • Puluhan KK Terdampak Banjir dan Longsor di Mamasa, Kerugian Capai Rp10 Miliar, Apa Langkah Pemda?

    Puluhan KK Terdampak Banjir dan Longsor di Mamasa, Kerugian Capai Rp10 Miliar, Apa Langkah Pemda?

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa memicu rentetan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa mencatat, total kerugian material akibat bencana sejak Januari hingga Mei 2026 ini ditaksir telah menembus angka Rp10 miliar. ​Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan Peluncuran Posko […]

  • Dampak Kemarau Panjang, 39 Desa di Mamuju Tengah Krisis Air Bersih

    Dampak Kemarau Panjang, 39 Desa di Mamuju Tengah Krisis Air Bersih

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kemarau panjang mengakibatkan puluhan desa di Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat, terdampak krisis air bersih. Selain itu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga dilaporkan makin meluas. Menurut Wakil Bupati Mateng, H. Askary Anwar, pada pekan lalu jumlah desa yang terdampak krisis air bersih masih berjumlah 25 desa se-Kabupaten Mateng. Namun perhari […]

expand_less