Breaking News
light_mode
Beranda » Cipayung Plus » Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
  • visibility 248
  • comment 0 komentar

MAMASA, SULBARUPDATE.ID – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ di Kabupaten Mamasa akhirnya mulai memasuki tahap pekerjaan fisik.

Proyek strategis yang disebut sebagai “hadiah” dari Presiden Joko Widodo saat kunjungannya ke Mamasa itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Mamasa beberapa waktu lalu.

Namun, di balik dimulainya pembangunan tersebut, muncul peringatan keras dari kalangan aktivis dan masyarakat sipil di Kabupaten Mamasa.

Mereka menegaskan bahwa proyek bernilai besar yang dibiayai oleh negara itu tidak boleh menjadi ruang eksklusif bagi pihak luar tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Akbar salah satu Aktivis Mamasa menilai, Pembangunan RSUD Kondosapata’ seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah, baik melalui keterlibatan tenaga kerja lokal maupun pengusaha lokal dalam penyediaan material dan kebutuhan proyek lainnya.

“Kalau bahan tersedia di Mamasa, lalu mengapa harus mengambil dari luar? Kalau tenaga kerja mampu tersedia di Mamasa, kenapa masyarakat lokal justru dipinggirkan?” tegas Akbar salah satu aktivis Mamasa.

Menurutnya, proyek negara yang hadir di tanah Mamasa wajib memberi efek ekonomi langsung kepada masyarakat setempat. Perputaran anggaran pembangunan tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak dari luar daerah, sementara masyarakat Mamasa hanya menjadi penonton di kampung sendiri.

Mereka menegaskan bahwa proyek bernilai besar yang dibiayai oleh negara itu tidak boleh menjadi ruang eksklusif bagi pihak luar tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Akbar menilai, pembangunan RSUD Kondosapata’ seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah, baik melalui keterlibatan tenaga kerja lokal maupun pengusaha lokal dalam penyediaan material dan kebutuhan proyek lainnya.

“Kalau bahan tersedia di Mamasa, lalu mengapa harus mengambil dari luar? Kalau tenaga kerja mampu tersedia di Mamasa, kenapa masyarakat lokal justru dipinggirkan?” tegas Akbar salah satu Aktivis Mamasa

Menurutnya, proyek negara yang hadir di tanah Mamasa wajib memberi efek ekonomi langsung kepada masyarakat setempat. Perputaran anggaran pembangunan tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak dari luar daerah, sementara masyarakat Mamasa hanya menjadi penonton di kampung sendiri.

Mereka menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha lokal bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan terhadap daerah yang menjadi lokasi pembangunan. Selama pengusaha lokal mampu menyediakan kebutuhan proyek dengan standar yang dibutuhkan, maka tidak ada alasan untuk mengabaikan mereka.

Akbar juga mengingatkan bahwa sejak awal pembangunan, pihaknya akan mengawasi secara ketat pola rekrutmen tenaga kerja dan distribusi penyediaan material proyek. Mereka menyebut, ketertutupan dan minimnya pelibatan masyarakat lokal berpotensi memicu gejolak sosial.

“Ini akan menjadi perhatian serius kami. Jika masyarakat lokal dan pengusaha Mamasa tidak dilibatkan, maka kami meminta pemegang proyek pembangunan RSUD Kondosapata’ untuk angkat kaki dari bumi Kondosapata’,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ultimatum terbuka kepada seluruh pihak pelaksana proyek agar tidak memandang Mamasa hanya sebagai lokasi pembangunan, tetapi sebagai daerah yang memiliki masyarakat yang wajib dihormati dan diberdayakan.

Akbar bersama rekan-rekan aktivisnya juga memastikan bahwa gelombang aksi demonstrasi akan digelar secara berkelanjutan apabila aspirasi masyarakat lokal diabaikan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Akan ada aksi berjilid jika masyarakat dan pengusaha lokal tidak mendapatkan ruang keterlibatan yang layak dalam pembangunan RSUD ini,” tutupnya.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Redaksi Sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum PPPK Terjerat Narkoba, Unsulbar Didesak Gelar Tes Urine Massal

    Oknum PPPK Terjerat Narkoba, Unsulbar Didesak Gelar Tes Urine Massal

    • 0Komentar

    MAJENE – Gelombang desakan agar Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan tes urine massal bagi seluruh staf dan dosen kian menguat. Hal ini menyusul penangkapan seorang aparatur berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial MF (28) yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika. Kasus ini dinilai mencoreng citra Unsulbar sebagai institusi pendidikan tinggi sekaligus ikon Kabupaten Majene […]

  • Kursi Wagub Sulbar Masih Kosong, Siapa Layak Isi

    Kursi Wagub Sulbar Masih Kosong, Siapa Layak Isi

    • 0Komentar

    Sulbarupdate – Tanpa mengurangi rasa hormat kepada almarhum, kursi Wakil Gubernur Sulawesi Barat hingga kini masih kosong setelah Wakil Gubernur Sulbar, Salim Mengga, meninggal dunia pada Sabtu pagi, 31 Januari. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Makassar, Sulawesi Selatan. Kepergian Salim Mengga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, Pemerintah Sulbar dan masyarakat Sulawesi Barat. […]

  • Doa dan Zikir Akhir Tahun, Gubernur Sulbar Ajak Refleksi dan Jaga Keseimbangan Lingkungan

    Doa dan Zikir Akhir Tahun, Gubernur Sulbar Ajak Refleksi dan Jaga Keseimbangan Lingkungan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Doa dan Zikir Bersama untuk keselamatan Provinsi Sulawesi Barat serta mendoakan para korban bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang berlangsung di Masjid Raya Suada Mamuju, Rabu malam, 31 Desember 2025. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama jajaran pemerintah daerah […]

  • Pemprov dan BGN Perkuat Sinergi Jaga Gizi Anak dan Ibu

    Pemprov dan BGN Perkuat Sinergi Jaga Gizi Anak dan Ibu

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mempercepat dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis melalui penguatan sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan pemenuhan gizi anak dan ibu berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menerima kunjungan Koordinator Wilayah Makan Bergizi […]

  • Lecehkan Penumpang di Bus TransJakarta, Dua Pria Diringkus Polisi

    Lecehkan Penumpang di Bus TransJakarta, Dua Pria Diringkus Polisi

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Pihak kepolisian berhasil meringkus dua pria yang nekat melakukan aksi asusila berupa onani di dalam bus TransJakarta (TransJ) rute 1A (Balai Kota – Pantai Maju). Insiden yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) tersebut kini telah masuk ke ranah hukum. Kronologi dan Penangkapan Aksi tidak terpuji ini terungkap setelah adanya laporan dari penumpang yang […]

  • Hangatkan Asa di Kole, Sinergi Menuju Tata Kelola Wisata Mamasa yang Mandiri

    Hangatkan Asa di Kole, Sinergi Menuju Tata Kelola Wisata Mamasa yang Mandiri

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit Mamasa yang sejuk, sebuah langkah strategis diambil untuk menghidupkan kembali potensi wisata lokal. Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, meninjau Permandian Air Panas Kole, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Diketahui wisata ini adalah sebuah destinasi yang menyimpan potensi besar namun memerlukan sentuhan manajerial yang lebih modern. Dalam kunjungan itu, Bupati tidak […]

expand_less