226 CJH Mamuju Tengah Ikuti Manasik Terintegrasi 2026
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Sab, 7 Feb 2026
- visibility 255
- comment 0 komentar

MATENG, Sulbarupdate.id – Sebanyak 226 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, resmi memulai tahapan bimbingan manasik haji terintegrasi tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan ini dibuka di Aula Kantor Bupati Mateng, Kecamatan Tobadak, Sabtu (7/2/2026).
Acara tersebut dibuka langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Mahyudin, wakili Pemerintah Kabupaten. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mateng, Drs. H. Ramli Usman, Kabag Kesra Akbar Sa’ad, serta perwakilan Polres Mateng.
Dalam sambutannya, Mahyudin memberikan ucapan selamat kepada seluruh jamaah yang terpilih berangkat ke tanah suci tahun ini. Ia berharap seluruh CJH diberikan kelancaran hingga kembali ke tanah air.
”Saya ucapkan selamat, semoga tahun ini menjadi tahun keberuntungan bagi kita semua. Semoga bapak dan ibu sekalian menjadi haji yang mabrur,” ujar Mahyudin.
Berdasarkan data dari Kementerian Haji dan Umrah, komposisi jamaah Mateng tahun ini terdiri dari, laki–laki 80 orang, perempuan 146 orang.
Kategori jamaah tertua berusia 96 tahun dan kategori jamaah termuda berusia 15 tahun.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Mateng, Drs. H. Ramli Usman, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat ada 6.717 warga Mateng yang berada dalam daftar tunggu (waiting list).
Ramli menjelaskan bahwa pemisahan Kementerian Agama dengan Kementerian Haji dan Umrah membawa dampak positif bagi efisiensi birokrasi dan masa tunggu jamaah di daerah.
”Alhamdulillah, dengan terpisahnya kementerian ini, Mateng sangat diuntungkan. Jika sebelumnya masa antrean mencapai 44 tahun, kini bisa dipangkas menjadi lebih singkat, yakni sekitar 26 hingga 27 tahun,” jelas Ramli.
Menutup arahannya, Ramli mengingatkan para jamaah untuk senantiasa menjaga lisan dan etika selama menjalankan ibadah di tanah suci. Ia menekankan pentingnya kesabaran dalam menghadapi situasi di lapangan.
”Selama di tanah suci, hindari perkataan keji, jangan mencaci maki, dan dilarang keras berbantah-bantahan. Fokuslah pada ibadah,” pungkasnya.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
