Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Kopri PMII Mamasa Desak Pelaku Predator Anak Dihukum Maksimal, Nur Asri:”Ini Kejahatan Kemanusiaan!”

Kopri PMII Mamasa Desak Pelaku Predator Anak Dihukum Maksimal, Nur Asri:”Ini Kejahatan Kemanusiaan!”

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
  • visibility 518
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur yang mencuat di Kabupaten Mamasa memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

Diketahui, kasus ini dialami seorang anak berusia 15 tahun di Kabupaten Mamasa. Mirisnya, pelaku diduga oknum Pegawai Negeri Sipil di salah satu Kantor Kecamatan di Kabupaten Mamasa.

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Cabang Mamasa secara tegas mengutuk aksi tersebut dan menuntut keadilan bagi korban.

Ketua Kopri PMII Mamasa, Nur Asri, menyatakan bahwa tindakan kekerasan seksual terhadap anak merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan yang sangat serius karena berdampak pada kerusakan masa depan generasi muda.

“Ini bukan sekadar khilaf, ini adalah kejahatan kemanusiaan. Pelaku bertindak atas nafsu yang merusak masa depan generasi kita. Kami menuntut hukuman seberat-beratnya tanpa celah untuk diringankan,” tegas Nur Asri, kepada Sulbarupdate.id, Kamis (7)5)2026).

Selain menuntut sanksi maksimal bagi pelaku, Kopri PMII Mamasa juga memberikan peringatan keras kepada aparat penegak hukum (APH). Mereka mendesak agar penanganan perkara ini dilakukan secara profesional tanpa ada intervensi dari pihak luar.

Kopri PMII Mamasa meminta proses hukum dilakukan secara terbuka agar publik dapat memantau perkembangan kasus.

Pihaknya juga mendesak APH agar tidak memberikan ruang negosiasi atau peringanan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual anak.

Nur Asri mengaku aka terus memastikan penyidikan berjalan murni tanpa campur tangan atau intervensi dari pihak manapun.

Nur Asri menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau jalannya proses hukum hingga vonis dijatuhkan.

Menurutnya, respons cepat dan tegas dari pihak kepolisian dan kejaksaan sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Mamasa, khususnya kaum perempuan dan anak-anak.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik di Mamasa. Kemarahan warga kian memuncak seiring desakan agar pemerintah daerah dan lembaga terkait memberikan pendampingan trauma yang intensif bagi korban.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Program Pemerintah Pusat dan Daerah, DPMPTSP Sulbar Optimalkan Aplikasi Potensi Investasi Regional

    Sinergi Program Pemerintah Pusat dan Daerah, DPMPTSP Sulbar Optimalkan Aplikasi Potensi Investasi Regional

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui tim kerj pengembangan iklim Penanaman Modal terus memperkuat sinergi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui optimalisasi Aplikasi Potensi Investasi Regional (PIR). Optimalisasi aplikasi PIR bertujuan untuk menyajikan informasi potensi investasi Sulawesi Barat secara komprehensif, akurat, dan […]

  • Gegara Masalah Barcode, Pria di Mamuju Ancam Operator SPBU Pakai Parang

    Gegara Masalah Barcode, Pria di Mamuju Ancam Operator SPBU Pakai Parang

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mamuju resmi mengamankan seorang pria berinisial IS (56) pelaku pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap operator SPBU Belang-Belang. Aksi premanisme tersebut sempat viral di media sosial sebelum akhirnya pelaku diringkus pihak kepolisian. ​Kronologi Kejadian ​Peristiwa bermula saat pelaku hendak mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Belang-Belang. Namun, korban […]

  • Sejumlah ASN Mamuju Tengah Disorot, Bersantai Saat Upacara HUT RI ke-81 Berlangsung

    Sejumlah ASN Mamuju Tengah Disorot, Bersantai Saat Upacara HUT RI ke-81 Berlangsung

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (17/8/2026), diwarnai pemandangan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi sorotan. Saat upacara berlangsung, sejumlah ASN tampak tidak berada di barisan peserta. Mereka terlihat memilih berteduh di sejumlah titik di sekitar lokasi upacara, mulai […]

  • KKP dan IAT Klarifikasi Penumpang dalam Pesawat ATR Hilang Kontak di Sulsel, Ternyata 10 Orang

    KKP dan IAT Klarifikasi Penumpang dalam Pesawat ATR Hilang Kontak di Sulsel, Ternyata 10 Orang

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Indonesia Air Transport (IAT) menggelar konferensi pers guna meluruskan simpang siur informasi mengenai jumlah penumpang pesawat jenis ATR 400 yang disewa untuk misi pengawasan. Dalam keterangan resminya, pihak berwenang menegaskan bahwa total terdapat 10 orang di dalam pesawat, bukan 11 orang sebagaimana kabar yang beredar sebelumnya. […]

  • Hari Bhayangkara ke 80, Aliansi OKP dan Organda Mamuju Geruduk Polda Sulbar, Ini Tuntutannya!

    Hari Bhayangkara ke 80, Aliansi OKP dan Organda Mamuju Geruduk Polda Sulbar, Ini Tuntutannya!

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, dan Organisasi Daerah (Organda) Kabupaten Mamuju menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Sulawesi Barat dalam rangka momentum Hari Bhayangkara. Aksi tersebut menjadi bentuk evaluasi terhadap kinerja Kepolisian di wilayah Sulawesi Barat. Rabu (1/7/2026). Dalam aksi itu, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pencopotan Kapolresta Mamuju […]

  • Hati-Hati! Oknum Penipu Catut Nama Kapolresta Mamuju, Modus Minta Bantuan

    Hati-Hati! Oknum Penipu Catut Nama Kapolresta Mamuju, Modus Minta Bantuan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Sebuah taktik penipuan yang kian meresahkan dengan mencatut identitas figur pejabat kepolisian di Mamuju, Sulawesi Barat, kembali terulang. Kali ini, aksi kejahatan siber tersebut menyasar nama dan foto profil Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ardi Sutriono, sebagai alat untuk memuluskan tindak pidana. Modus operandi yang digunakan pelaku adalah menghubungi beberapa kepala desa melalui […]

expand_less