Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » TPA Salurano Kian Memanas, 2 Aktivis Ditahan Polisi Tanpa Sebab? Begini Penjelasan Kapolres Mamasa

TPA Salurano Kian Memanas, 2 Aktivis Ditahan Polisi Tanpa Sebab? Begini Penjelasan Kapolres Mamasa

  • account_circle Ancha
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 89
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Aktivis asal Desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Taufik Rama Wijaya dan rekannya Rein Mesakaraeng, mengaku ditahan Polres Mamasa tanpa sebab.

Keduanya merupakan aktivis yang tengah berjuang dalam aksi penolakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ada di Salurano, Malabo.

Kepada Sulbarupdate.id, Rama mangaku, saat ini dirinya ditahan di Polres Mamasa tanpa ia ketahui dasar hukum hingga ia ditahan tanpa sebab.

“Kami ini, cuma melakukan aksi penolakan aktifitas TPA Salurano bersama masyarakat tapi kami ditahan dan di bawah ke Polres Mamasa, ” Ujar Rama kepada Sulbarupdate.id, Jumat (24/7/2026).

Rama juga mengatakan, pihak kepolisian Polres Mamasa juga melakukan tindakan represif terhadap dua warga lainnnya di lokasi akai (TPA Salurano). 

“Ada warga kami yang sampai terluka, bahkan sampai berdarah tangannya, ” Jelas Rama.

Ia mengaku, meski dirinya ditahan oleh pihak kepolisian, penolakan terhadap TPA Salurano akan tetap dilanjutkan.

Kapolres Mamasa, AKBP Ariantoni, saat dikonfirmasi awak media di Salurano, Desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Jumat (24/7/2026). Foto/Antyka.

Dikonfirmasi Kapolres Mamasa, AKBP Ariantoni, membantah adanya informasi soal tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian.

“Tidak ada tindakan represif,” Singkat Ariantoni via pesan Whatsapp petang ini.

Ariantoni menjelaskan, pihak Polres Mamasa sempat amankan bebepa orang di lokasi aksi lantaran membawa senjata tajam (Sajam).

“Kami sempat aman kan beberapa orang karena mereka membawa sajam dan bensin yang bisa digunakan untuk melakukan tindak kekerasan, ” Jelas Kapolres.

Sementara soal pengamanan dua aktivis terdebut kata Ariantoni, dilakukan lantaran menutup akses ke TPA.

“Kami melakukan pengamanan karena masyarakat menutup akses ke lokasi TPA. Di mana itu adalah lokasi Pemda yang telah mendapatkan ijin yang lengkap melalu SK Gubernur untuk jadikan sebagai Tempat Pengelolaan Akhir, ” Jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kepolisian sudah dilakukan secara terukur dan humanis.

“Rama untuk sementara kami minta keterangan sebagai saksi melanggar pasal 256 kuhp melaksanakan unjuk rasa tanpa ijin,” Pungkasnya.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asa di Balik Debu Kopeang, Nestapa Persalinan di Jalan dan Urgensi Sinergi Medis bagi Kaum Marginal

    Asa di Balik Debu Kopeang, Nestapa Persalinan di Jalan dan Urgensi Sinergi Medis bagi Kaum Marginal

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Di bawah langit Desa Kopeang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) yang berdebu, sebuah drama kemanusiaan yang menyesakkan dada kembali terulang. Ratna, seorang ibu yang tengah bertarung dengan maut demi menghadirkan kehidupan baru, harus menerima kenyataan pahit. ia melahirkan di tengah perjalanan sebelum sempat menyentuh pintu fasilitas kesehatan, Jumat (24/04/2026). Peristiwa ini bukan […]

  • Direktur RSUD Majene Apresiasi Dedikasi Bidan

    Direktur RSUD Majene Apresiasi Dedikasi Bidan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id  – Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani, hadiri Puncak Acara Peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 Tahun 2026 di kantor Bupati Majene, Kabupaten Majene, Rabu (24/6)2026). Acara ini dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Ranting IBI Kabupaten Majene Periode 2023-2028.  Sebanyak 12 Pengurus Ranting IBI Kabupaten Majene resmi dilantik langsung […]

  • MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

    MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

    • 0Komentar

    SULBARUPDATE.ID- Polemik makan bergizi gratis kian menjadi sorotan publik. Kasus keruacunan makanan dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini makin bertambah di sejumlah daerah, tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Sejak program ini berjalan pada awal tahun 2025 lalu, kasus kerucunan terjadi di sejumlah tempat. Salah satunya di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menimpa 27 […]

  • Jelang Nataru, Harga Ayam Potong di Mamasa Meroket

    Jelang Nataru, Harga Ayam Potong di Mamasa Meroket

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Jelang perhelatan akbar Hari Raya Natal tahun 2025 dan menyambut tahun 2026, Kabupaten Mamasa menyaksikan sebuah fenomena pasar yang cukup mencolok yakni meroketnya harga komoditas ayam potong. Eskalasi harga ini secara fundamental dipicu oleh lonjakan permintaan konsumen yang sangat tinggi, sebuah karakteristik lazim pada periode menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Data […]

  • Satgas MBG Mamasa Tegaskan SPPG Wajib Berdayakan Potensi Petani Lokal

    Satgas MBG Mamasa Tegaskan SPPG Wajib Berdayakan Potensi Petani Lokal

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Mamasa meminta dengan tegas kepada para mitra, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk memberdayakan dan menyerap hasil komoditas dari petani lokal di Kabupaten Mamasa. ​Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Satgas MBG yang juga sekaligus Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, kepadalaman ini melalui […]

  • Kapolda Sulbar Pimpin Upacara Penutupan Pendidikan Bintara Baru

    Kapolda Sulbar Pimpin Upacara Penutupan Pendidikan Bintara Baru

    • 0Komentar

    Majene – Sulbarupdate.id – Kapoda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deryan Jayamatra, S.I.K,.M.H pimpin upacara penutupan Pendidikan dan Pembentukan Bintara Polri Tahun 2025, Mekkatta 24/12/2025. Upacara Penutupan Pendidikan dan Pembentukan Bintara Polri T.A 2025 berlangsung di Lapangan Sekolah Polisi Negara Polda Sulbar yang di ikuti sebanyak 104 Siswa Bintara Polri T.A 2025 Dalam sambutannya, Kapolda […]

expand_less