Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » TPA Salurano Kian Memanas, 2 Aktivis Ditahan Polisi Tanpa Sebab? Begini Penjelasan Kapolres Mamasa

TPA Salurano Kian Memanas, 2 Aktivis Ditahan Polisi Tanpa Sebab? Begini Penjelasan Kapolres Mamasa

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
  • visibility 231
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Aktivis asal Desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Taufik Rama Wijaya dan rekannya Rein Mesakaraeng, mengaku ditahan Polres Mamasa tanpa sebab.

Keduanya merupakan aktivis yang tengah berjuang dalam aksi penolakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ada di Salurano, Malabo.

Kepada Sulbarupdate.id, Rama mangaku, saat ini dirinya ditahan di Polres Mamasa tanpa ia ketahui dasar hukum hingga ia ditahan tanpa sebab.

“Kami ini, cuma melakukan aksi penolakan aktifitas TPA Salurano bersama masyarakat tapi kami ditahan dan di bawah ke Polres Mamasa, ” Ujar Rama kepada Sulbarupdate.id, Jumat (24/7/2026).

Rama juga mengatakan, pihak kepolisian Polres Mamasa juga melakukan tindakan represif terhadap dua warga lainnnya di lokasi akai (TPA Salurano). 

“Ada warga kami yang sampai terluka, bahkan sampai berdarah tangannya, ” Jelas Rama.

Ia mengaku, meski dirinya ditahan oleh pihak kepolisian, penolakan terhadap TPA Salurano akan tetap dilanjutkan.

Kapolres Mamasa, AKBP Ariantoni, saat dikonfirmasi awak media di Salurano, Desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Jumat (24/7/2026). Foto/Antyka.

Dikonfirmasi Kapolres Mamasa, AKBP Ariantoni, membantah adanya informasi soal tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian.

“Tidak ada tindakan represif,” Singkat Ariantoni via pesan Whatsapp petang ini.

Ariantoni menjelaskan, pihak Polres Mamasa sempat amankan bebepa orang di lokasi aksi lantaran membawa senjata tajam (Sajam).

“Kami sempat aman kan beberapa orang karena mereka membawa sajam dan bensin yang bisa digunakan untuk melakukan tindak kekerasan, ” Jelas Kapolres.

Sementara soal pengamanan dua aktivis terdebut kata Ariantoni, dilakukan lantaran menutup akses ke TPA.

“Kami melakukan pengamanan karena masyarakat menutup akses ke lokasi TPA. Di mana itu adalah lokasi Pemda yang telah mendapatkan ijin yang lengkap melalu SK Gubernur untuk jadikan sebagai Tempat Pengelolaan Akhir, ” Jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kepolisian sudah dilakukan secara terukur dan humanis.

“Rama untuk sementara kami minta keterangan sebagai saksi melanggar pasal 256 kuhp melaksanakan unjuk rasa tanpa ijin,” Pungkasnya.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Kesbangpol Sulbar: Kerukunan Umat dan Sinergi Kunci Stabilitas Daerah

    Kepala Kesbangpol Sulbar: Kerukunan Umat dan Sinergi Kunci Stabilitas Daerah

    • 0Komentar

    Pasangkayu, Sulbarupdate.id – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Darwis Damir, menghadiri Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) ke-80 Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Kabupaten Pasangkayu, Sabtu 3 Januari 2026. Upacara tersebut mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, […]

  • Proses Tender RSUD Mamuju Tengah Masuki Babak Baru, Target Pengerjaan Akhir Mei

    Proses Tender RSUD Mamuju Tengah Masuki Babak Baru, Target Pengerjaan Akhir Mei

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Proses tender pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju Tengah melalui program Public Health Center (PHTC) Kementerian Kesehatan kini memasuki babak baru. Tahapan penjelasan lapangan atau aanwijzing resmi digelar di Aula RSUD Mamuju Tengah, Benteng KTM Tobadak, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Kelompok Pemilihan (Pokmil) Pengadaan Kemenkes guna menyelaraskan persepsi […]

  • Harga Beras Premium di Mamasa Tembus Rp 15 Ribu per Liter

    Harga Beras Premium di Mamasa Tembus Rp 15 Ribu per Liter

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Harga komoditas beras jenis premium di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami kenaikan signifikan sejak sepekan terakhir. Saat ini, harga beras berkualitas tinggi tersebut telah menembus angka Rp 15.000 per liter. ​Sebelum melonjak, harga beras premium di pasaran lokal terpantau masih berkisar antara Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per liter. ​Salah seorang […]

  • Dinas ESDM Sulbar Tegaskan Usaha Jasa Penunjang Ketenagalistrikan Segera Melaporkan Kegiatan Tahun 2025

    Dinas ESDM Sulbar Tegaskan Usaha Jasa Penunjang Ketenagalistrikan Segera Melaporkan Kegiatan Tahun 2025

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Qamaruddin Kamil, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 10 Februari 2026, menegaskan kepada seluruh perusahaan usaha jasa penunjang ketenagalistrikan yang belum menyampaikan laporan aktivitas kegiatannya selama Tahun 2025 agar segera menindaklanjuti kewajiban pelaporan kepada Dinas ESDM Provinsi Sulawesi […]

  • Putri Dakka Bakal Laporkan Penyidik dan Kabid Humas Polda Sulsel ke Mabes Polri

    Putri Dakka Bakal Laporkan Penyidik dan Kabid Humas Polda Sulsel ke Mabes Polri

    • 0Komentar

    MAKASSAR – Mantan Calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka, atau yang akrab disapa Putri Dakka, bereaksi keras atas penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan penipuan oleh Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Lewat rilis resminya, Putri Dakka mengancam akan melaporkan sejumlah pihak, termasuk oknum polisi, ke Mabes Polri. Putri Dakka menilai penetapan tersangka terhadap dirinya […]

  • Beda dari Jokowi, Kaesang Bagikan KTA PSI Berchip Emas untuk Kader di Daerah Terpencil

    Beda dari Jokowi, Kaesang Bagikan KTA PSI Berchip Emas untuk Kader di Daerah Terpencil

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melakukan aksi unik dengan membagikan Kartu Tanda Anggota (KTA) khusus yang dilengkapi dengan chip emas kepada kadernya. Hal ini dilakukan Kaesang saat bertemu dengan kader dari wilayah terjauh dalam sebuah agenda partai baru-baru ini. Penerima KTA istimewa tersebut berasal dari Pasangkayu, Sulawesi Barat, dan […]

expand_less