Profil Singkat Annisa Suci Ramadhani, Bupati Perempuan Pertama di Sumbar
- account_circle Ancha
- calendar_month Sab, 17 Jan 2026
- visibility 713
- comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Sejarah baru kepemimpinan daerah tercipta di Sumatera Barat. Annisa Suci Ramadhani, resmi dilantik sebagai Bupati Dharmasraya periode 2025–2030, menjadikannya bupati perempuan pertama di Kabupaten Dharmasraya sekaligus bupati perempuan pertama dalam sejarah pemerintahan di Provinsi Sumatera Barat.
Diketahui prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Kamis (20/2/2025) lalu.
Momen tersebut menandai babak baru bagi keterwakilan perempuan dalam kancah politik di tanah kelahiran para tokoh bangsa tersebut.
Profil dan Latar Belakang Akademik
Lahir di Padang pada 19 April 1990, Annisa merupakan putri kedua dari Bupati Dharmasraya pertama, Marlon Martua Situmeang (periode 2005–2010), dan Rafnelly Rafki, Wakil Rektor II Universitas Perintis Indonesia.
Latar belakang pendidikannya terbilang mumpuni. Alumnus SMA Negeri 8 Jakarta ini meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2012.
Ia kemudian melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan berhasil meraih gelar Magister Hukum (LL.M.) dari Columbia Law School, New York, pada tahun 2022.
Sebelum memasuki dunia politik, Annisa membangun karier profesional yang solid di bidang hukum.
Ia tercatat pernah mengabdi di LBH Riau serta bekerja di sejumlah firma hukum internasional bergengsi.
Di antaranya, Hadiputranto, Hadinoto & Partners (afiliasi Baker & McKenzie), Melli Darsa & Co (bagian dari jaringan global PwC).
Di sektor publik, ia sempat dipercaya mengemban tugas sebagai Staf Khusus Ketua DPR-RI serta aktif berkontribusi di lingkungan Komisi XI DPR-RI.
Pengalaman lintas sektor ini dinilai menjadi modal kuat dalam menahkodai tata kelola pemerintahan daerah.
Kemenangan Dominan Melawan Kotak Kosong
Dharmasraya 2024 tergolong fenomenal. Berpasangan dengan Leli Arni, duet ini berhasil menggalang dukungan dari koalisi gemuk yang menguasai 29 dari 30 kursi di DPRD Dharmasraya, termasuk dukungan dari Gerindra, Golkar, PDIP, PKS, hingga PAN.
Dalam pemilihan tersebut, pasangan Annisa-Leli berhadapan dengan “kotak kosong”. Hasil pleno rekapitulasi menunjukkan pasangan ini unggul telak dengan perolehan 65.922 suara atau sekitar 69,53 persen, mengukuhkan legitimasi mereka di mata rakyat Dharmasraya.
Visi Kedepan
Menjabat untuk periode lima tahun ke depan, Annisa diharapkan mampu membawa perspektif baru yang lebih inklusif dan modern bagi pembangunan di Dharmasraya.
Sebagai pemimpin muda dengan wawasan global, tugas berat kini menantinya untuk membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan mampu menjadi motor penggerak kemajuan di daerah.(*)
- Penulis: Ancha
