Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Istilah ”Tanjakan Janda Terjepit” di Mamasa Tuai Kecaman

Istilah ”Tanjakan Janda Terjepit” di Mamasa Tuai Kecaman

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
  • visibility 364
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Penggunaan istilah yang dinilai tidak etis dalam penamaan jalur atau lokasi tertentu kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Mamasa.

Baru-baru ini, sebuah unggahan di media sosial Facebook memicu diskusi publik setelah menampilkan sebuah spanduk bertuliskan “Tanjakan Janda Terjepit” di sebuah jalur lintasan motor trail.

​Penamaan tersebut dinilai melampaui batas kewajaran dan dianggap sebagai bentuk objektifikasi serta pelecehan verbal terhadap perempuan yang dikemas dalam bentuk lelucon atau slank lokal.

​Sorotan tajam datang dari salah satu pengguna Facebook, Melkisedek Takatio, yang secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap normalisasi penggunaan kalimat-kalimat tersebut di ruang publik.

Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa istilah semacam itu tidak sepatutnya dianggap biasa.

​”Jangan menormalisasi kalimat-kalimat seperti ini, ini pelecehan terhadap perempuan,” tulis Melkisedek dalam keterangan unggahannya yang menyertakan foto lokasi kejadian, Senin (20/04/2026).

​Unggahan tersebut lantas memicu berbagai reaksi dari netizen yang sepakat bahwa kreativitas dalam pemberian nama jalur atau rute tantangan seharusnya tetap menjunjung tinggi nilai kesantunan dan penghormatan terhadap gender tertentu.

Kritikan lain datang dari salah satu warga Mamasa, Habel. Menurutnya, penggunaan nama yang kontroversial tersebut justru memberikan citra negatif pada kegiatan atau lokasi yang dimaksud.

​”Kita mendukung adanya kreativitas atau kegiatan komunitas, namun pemberian nama seperti ‘Janda Terjepit’ itu sangat tidak elok didengar. Ada banyak pilihan kata lain yang lebih gagah atau menantang tanpa harus merendahkan martabat perempuan,” ujar Habel kepada laman ini sekira pukul 20:30 Wita.

​Kasus ini menjadi pengingat bagi panitia penyelenggara kegiatan maupun otoritas setempat untuk lebih selektif dalam pengawasan konten visual di area publik.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak terkait atau penyelenggara kegiatan di lokasi tersebut dapat segera mengevaluasi penamaan yang digunakan demi menjaga kondusivitas dan norma kesopanan.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP Partai NasDem Batalkan PAW Abdul Salam

    DPP Partai NasDem Batalkan PAW Abdul Salam

    • 0Komentar

    PALOPO, SULBARUPDATE.ID – Mahkamah Partai NasDem resmi mengeluarkan putusan sengketa PAW terhadap Abdul Salam sebagai anggota DPRD Kota Palopo. Dalam Putusan Nomor 11/MPN/DPRD/I/2026, Mahkamah Partai memutuskan memulihkan hak pemohon. Dalam amar putusan poin 4 disebutkan, Mahkamah Partai mengabulkan peninjauan kembali dengan memulihkan kemampuan, kedudukan, harkat, dan martabat pemohon ke kondisi semula sebagai anggota Partai NasDem […]

  • Nakhoda Baru SDM Kemenag RI, Antara Integritas Sistem dan Jejak Reformasi

    Nakhoda Baru SDM Kemenag RI, Antara Integritas Sistem dan Jejak Reformasi

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Di bawah sorot lampu ruang pelantikan Kantor Pusat Kementerian Agama Republik Indonesia, sebuah babak baru tata kelola birokrasi dimulai. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, secara resmi lantik Muhammad Zain sebagai Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Jenderal, Kamis 12 Februari 2026. Sebuah mandat yang bukan sekadar seremonial, melainkan beban strategis di tengah […]

  • Kebakaran Lahan Melanda Dua Desa Di Majene

    Kebakaran Lahan Melanda Dua Desa Di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Kebakaran lahan dan pegunungan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi di wilayah Desa Lalattedong dan Desa Leppangan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Senin (17/8/2026). Kebakaran tersebut melanda area lahan dan kawasan pegunungan. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran di sekitar lokasi yang kemudian menyebar dan menyebabkan kebakaran […]

  • Sepanjang Tahun 2025, Wisata Desa Tondok Bakaru Sumbang PAD Rp 100,9 Juta

    Sepanjang Tahun 2025, Wisata Desa Tondok Bakaru Sumbang PAD Rp 100,9 Juta

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sektor pariwisata Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Sepanjang tahun 2025, kontribusi retribusi dari desa wisata ini berhasil menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mamasa sebesar Rp 100.980.000. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Mamasa, total kunjungan wisatawan ke Desa Tondok Bakaru selama periode Januari hingga Desember 2025 […]

  • Oknum Kepala SDN 002 Aralle Diduga Mutasi Guru Secara Sepihak, Korban: Saya Dirugikan

    Oknum Kepala SDN 002 Aralle Diduga Mutasi Guru Secara Sepihak, Korban: Saya Dirugikan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabar tak sedap menerpa lingkungan pendidikan di Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Kepala Sekolah SDN 002 Aralle, Sugiarto, diduga melakukan mutasi sepihak terhadap salah satu guru kelas 5, Andri Yunita. ​Kebijakan tersebut menuai keberatan dari pihak guru yang bersangkutan. Kepada awak media Andri Yunita mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan yang dianggap […]

  • Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

    Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, hingga akhir Juni 2026, hak atas Gaji 13 yang sangat dinanti-nantikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak justru tak kunjung menemui kejelasan. ​Keterlambatan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan abdi negara. Pasalnya, kabupaten lain di […]

expand_less