Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Istilah ”Tanjakan Janda Terjepit” di Mamasa Tuai Kecaman

Istilah ”Tanjakan Janda Terjepit” di Mamasa Tuai Kecaman

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
  • visibility 220
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Penggunaan istilah yang dinilai tidak etis dalam penamaan jalur atau lokasi tertentu kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Mamasa.

Baru-baru ini, sebuah unggahan di media sosial Facebook memicu diskusi publik setelah menampilkan sebuah spanduk bertuliskan “Tanjakan Janda Terjepit” di sebuah jalur lintasan motor trail.

​Penamaan tersebut dinilai melampaui batas kewajaran dan dianggap sebagai bentuk objektifikasi serta pelecehan verbal terhadap perempuan yang dikemas dalam bentuk lelucon atau slank lokal.

​Sorotan tajam datang dari salah satu pengguna Facebook, Melkisedek Takatio, yang secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap normalisasi penggunaan kalimat-kalimat tersebut di ruang publik.

Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa istilah semacam itu tidak sepatutnya dianggap biasa.

​”Jangan menormalisasi kalimat-kalimat seperti ini, ini pelecehan terhadap perempuan,” tulis Melkisedek dalam keterangan unggahannya yang menyertakan foto lokasi kejadian, Senin (20/04/2026).

​Unggahan tersebut lantas memicu berbagai reaksi dari netizen yang sepakat bahwa kreativitas dalam pemberian nama jalur atau rute tantangan seharusnya tetap menjunjung tinggi nilai kesantunan dan penghormatan terhadap gender tertentu.

Kritikan lain datang dari salah satu warga Mamasa, Habel. Menurutnya, penggunaan nama yang kontroversial tersebut justru memberikan citra negatif pada kegiatan atau lokasi yang dimaksud.

​”Kita mendukung adanya kreativitas atau kegiatan komunitas, namun pemberian nama seperti ‘Janda Terjepit’ itu sangat tidak elok didengar. Ada banyak pilihan kata lain yang lebih gagah atau menantang tanpa harus merendahkan martabat perempuan,” ujar Habel kepada laman ini sekira pukul 20:30 Wita.

​Kasus ini menjadi pengingat bagi panitia penyelenggara kegiatan maupun otoritas setempat untuk lebih selektif dalam pengawasan konten visual di area publik.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak terkait atau penyelenggara kegiatan di lokasi tersebut dapat segera mengevaluasi penamaan yang digunakan demi menjaga kondusivitas dan norma kesopanan.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Beras Premium di Mamasa Tembus Rp 15 Ribu per Liter

    Harga Beras Premium di Mamasa Tembus Rp 15 Ribu per Liter

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Harga komoditas beras jenis premium di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami kenaikan signifikan sejak sepekan terakhir. Saat ini, harga beras berkualitas tinggi tersebut telah menembus angka Rp 15.000 per liter. ​Sebelum melonjak, harga beras premium di pasaran lokal terpantau masih berkisar antara Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per liter. ​Salah seorang […]

  • Hari Ketiga Rekonsiliasi Keuangan Sulbar: Ali Chandra Tegaskan Transparansi Aset dan Persediaan  

    Hari Ketiga Rekonsiliasi Keuangan Sulbar: Ali Chandra Tegaskan Transparansi Aset dan Persediaan  

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melanjutkan pelaksanaan rekonsiliasi laporan keuangan perangkat daerah yang berlangsung di Ruang Rapat Bidang Akuntansi dan Pelaporan Daerah BPKAD Sulbar, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini melibatkan para pengurus barang dan bendahara pengeluaran yang berkolaborasi melakukan penginputan jurnal persediaan serta jurnal aset. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan misi Gubernur […]

  • Warga Pamboang Majene Tolak Keras Operasi Pertambangan PT CIAM

    Warga Pamboang Majene Tolak Keras Operasi Pertambangan PT CIAM

    • 0Komentar

    Majene, Sulbarupdate.id – Gelombang penolakan keras terhadap kegiatan pertambangan batu oleh PT Cadas Industri Azelia Mekar (PT CIAM) melanda Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Perseteruan antara korporasi dan masyarakat setempat mencapai klimaks setelah warga, yang didukung oleh berbagai organisasi, secara tegas menuntut penghentian total aktivitas perusahaan. Pada hari Senin, 9 Desember 2025, eskalasi konflik […]

  • Puncak Peringatan HUT DWP Ke-26, Gubernur SDK : Jangan Hidup “Hedon” Supaya Tak Jadi Sorotan Publik

    Puncak Peringatan HUT DWP Ke-26, Gubernur SDK : Jangan Hidup “Hedon” Supaya Tak Jadi Sorotan Publik

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) membuka secara resmi acara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Barat di Ballroom Andi Depu Kantor Gubernur Sulbar, Senin 15 Desember 2025. Peringatan tahun ini mengusung tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas […]

  • Aktivis Mamasa Ultimatum Kontraktor RSUD Kondosapata’ Terkait Pemberdayaan Lokal

    Aktivis Mamasa Ultimatum Kontraktor RSUD Kondosapata’ Terkait Pemberdayaan Lokal

    • 0Komentar

    MAMASA, Mamasa – Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ yang merupakan “hadiah” dari Presiden Joko Widodo untuk Kabupaten Mamasa mulai menuai sorotan tajam. Aktivis setempat melayangkan ultimatum keras kepada pemegang proyek agar memprioritaskan pemberdayaan tenaga kerja dan pengusaha lokal selama masa konstruksi. Pasca peletakan batu pertama beberapa waktu lalu, ekspektasi masyarakat terhadap dampak […]

  • Harmoni Galungan di Bumi Kondosapata

    Harmoni Galungan di Bumi Kondosapata

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Di bawah langit Desa Pasapa Mambu yang teduh, gema sportivitas dan kidung spiritualitas perlahan melandai, menandai berakhirnya sebuah perhelatan akbar. Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, secara resmi menutup gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka merayakan Hari Raya Galungan atau yang akrab dalam kearifan lokal disebut Manuk A’pak, Senin 22 Desember 2025. […]

expand_less