IPMAPUS Sulbar Desak Polda Bongkar Aktor Mafia Migas
- account_circle Ancha
- calendar_month Sab, 14 Feb 2026
- visibility 184
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulawesi Barat melontarkan kritik keras terhadap penanganan kasus dugaan mafia migas subsidi oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat.
Organisasi mahasiswa ini menilai penyidikan terkesan jalan di tempat dan hanya menyentuh pelaku di tingkat lapangan.
Ketua IPMAPUS Sulbar, Akbar, menyatakan adanya kejanggalan dalam proses hukum yang tengah berjalan.
Menurutnya, meski nama terduga aktor utama telah mencuat dalam persidangan melalui kesaksian sopir pengangkut BBM ilegal, hingga kini belum ada langkah konkret dari penyidik untuk menetapkan tersangka baru.
”Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata, sementara aktor intelektual dan pemodal utama justru luput dari jerat hukum,” ujar Akbar kepada Sulbarupdate.id, Sabtu (14/02/2026).
Kata Akbar, kejanggalan ini semakin menguat setelah majelis hakim dalam persidangan dilaporkan sempat mengungkapkan kekecewaan atas tidak adanya pengembangan penyidikan.
IPMAPUS menilai sikap pasif penyidik melukai rasa keadilan masyarakat, mengingat praktik mafia migas berdampak langsung pada kelangkaan BBM yang menyengsarakan rakyat.
Akbar menegaskan bahwa komitmen institusi kepolisian kini sedang dipertaruhkan di mata publik. Ia minta agar penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu.
Sebagai bentuk pengawalan, IPMAPUS Sulbar menyatakan tidak akan tinggal diam. Mereka berencana membawa persoalan ini ke tingkat nasional untuk memastikan adanya pengawasan eksternal terhadap kinerja aparat penegak hukum di Sulawesi Barat.
Akbar mengaku, IpmaPus akan menggelar aksi protes dalam waktu dekat sebagai bentuk kontrol sosial.
Pihaknya juga akan membawa isu ini ke Komisi III DPR RI agar dilakukan supervisi terhadap proses hukum yang berjalan.
”Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum hanya dapat dipulihkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. Mafia migas harus dibongkar hingga ke akarnya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Sulawesi Barat belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan mandeknya pengembangan kasus tersebut.(*)
- Penulis: Ancha
