Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Mahasiswa Majene Desak Pemerintah Evaluasi MBG dan Tuntaskan Persoalan Daerah Sulbar

Mahasiswa Majene Desak Pemerintah Evaluasi MBG dan Tuntaskan Persoalan Daerah Sulbar

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Reformasi Jilid II” di Jalan Trans Sulawesi, kawasan Tugu Pahlawan, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin (15/6/2026). 

Aksi tersebut menjadi wadah penyampaian berbagai tuntutan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terkait persoalan nasional dan kondisi sosial yang dinilai masih membebani masyarakat.

Aksi yang diikuti oleh massa dari Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berlangsung dengan membawa spanduk, poster, serta menyampaikan orasi secara bergantian.

Mereka menyerukan pentingnya agenda reformasi yang dianggap belum sepenuhnya terwujud, sekaligus mengkritisi sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan aksi, Gilang, menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tingkat nasional maupun daerah.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

“Hari ini kami hadir untuk menyuarakan kegelisahan rakyat. Mahasiswa tidak boleh diam ketika masih banyak kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat dan berbagai persoalan daerah yang belum terselesaikan. Reformasi harus terus dikawal demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Gilang dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan nasional yang menjadi fokus perjuangan mereka. 

Pertama, mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

Kedua, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efektif dan transparan.

Ketiga, mereka menolak praktik militerisme di ranah sipil yang dinilai berpotensi mengancam prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi sipil dalam kehidupan bernegara.

Keempat, massa aksi mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Kelima, mahasiswa menuntut pemerataan akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggal.

Keenam, mereka meminta pemerintah menghentikan program Koperasi Desa (Kopdes) yang menurut mereka berpotensi merugikan masyarakat apabila tidak dikelola dengan baik dan transparan.

Ketujuh, massa aksi mendesak pencabutan Undang-Undang Polri yang dinilai berpotensi mengancam ruang demokrasi dan kebebasan sipil.

Kedelapan, mahasiswa menuntut pemerintah menuntaskan persoalan kemiskinan ekstrem yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah Indonesia.

Selain membawa isu nasional, mahasiswa juga menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di Sulawesi Barat. Mereka menilai masih banyak masalah yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Dalam tuntutan daerah, mahasiswa meminta pembebasan terhadap rekan mereka yang disebut mengalami kriminalisasi dalam proses penyampaian aspirasi maupun aktivitas perjuangan sosial.

Massa aksi juga menegaskan penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang dianggap berpotensi merusak lingkungan hidup di Sulawesi Barat. 

Mereka menilai keberadaan tambang harus dikaji secara ketat agar tidak mengorbankan kelestarian alam dan kehidupan masyarakat sekitar.

Selanjutnya, mahasiswa mendesak pemerintah menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Angka Putus Sekolah (APS) yang masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Sulawesi Barat.

Mereka juga meminta evaluasi terhadap penetapan kawasan hutan lindung yang dinilai merugikan masyarakat karena berdampak pada akses dan ruang hidup warga di sejumlah daerah.

Di sektor pelayanan publik, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan pelayanan di RSUD Majene yang menurut mereka perlu segera dibenahi demi menjamin hak masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

Selain itu, massa aksi mendesak penyelesaian konflik penyegelan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dinilai menghambat proses pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Isu perlindungan perempuan dan kelompok rentan juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. 

Mahasiswa meminta pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah tegas untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan di Sulawesi Barat.

Sepanjang aksi berlangsung, para peserta secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi kritik, masukan, dan harapan terhadap pemerintah. 

Mereka menilai berbagai persoalan yang disuarakan merupakan cerminan kondisi masyarakat yang membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji politik.

Mahasiswa menegaskan bahwa aksi Reformasi Jilid II bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran publik dan mendorong pemerintah agar lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.

“Kami akan terus mengawal seluruh tuntutan ini. Mahasiswa adalah bagian dari rakyat, dan perjuangan ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas. Kami berharap pemerintah mendengar dan segera mengambil langkah konkret untuk menjawab berbagai persoalan yang ada,” tegas Gilang.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas di kawasan Tugu Pahlawan Pusat Pertokoan Majene. 

Setelah menyampaikan seluruh tuntutan dan melakukan orasi secara bergantian, massa aksi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda reformasi serta memperjuangkan kepentingan rakyat di tingkat nasional maupun daerah.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabung Gas Elpiji 3 KG di Mamasa Langka, Jeritan Rakyat Miskin Dibungkam Dalih “Habis”!

    Tabung Gas Elpiji 3 KG di Mamasa Langka, Jeritan Rakyat Miskin Dibungkam Dalih “Habis”!

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Sebuah skandal pasokan energi rakyat kecil terkuak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tabung gas Elpiji 3 KG, yang seharusnya menjadi hak subsidi bagi masyarakat kurang mampu, kini seolah menguap ditelan bumi. Kelangkaan ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan sebuah indikasi kegagalan sistematis yang mencekik ekonomi rakyat. Keluhan masif dari berbagai pelosok Mamasa kini […]

  • Aparat Gabungan Bakar Arena Judi Sabung Ayam di Polman

    Aparat Gabungan Bakar Arena Judi Sabung Ayam di Polman

    • 0Komentar

    POLMAN ,Sulbarupdate.idAparat gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Kelurahan Sulewatang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menindak tegas praktik perjudian penyakit masyarakat. Sebuah arena sabung ayam di Lingkungan Conggo, Kelurahan Sulewatang dibongkar paksa dan dibakar petugas pada Selasa (13/1/2026). Penertiban ini dilakukan setelah adanya laporan meresahkan dari masyarakat terkait aktivitas perjudian di lokasi tersebut. Meski letaknya cukup […]

  • Bupati Mamasa Tinjau Proyek Percetakan Sawah di Tamalantik

    Bupati Mamasa Tinjau Proyek Percetakan Sawah di Tamalantik

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), terus memacu perluasan lahan produktif melalui program percetakan sawah baru. Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melakukan peninjauan langsung untuk memastikan progres pengerjaan di Desa Tamalantik, Kecamatan Tanduk Kalua, pada Jumat (16/01/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Mamasa dan Kepala Desa Tamalantik, menunjukkan […]

  • Satu Suara, Komisi XI DPR Pilih Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

    Satu Suara, Komisi XI DPR Pilih Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih dalam rapat pengambilan keputusan yang digelar hari ini. Thomas akan menggantikan Juda Agung untuk memperkuat jajaran pimpinan bank sentral. Keputusan ini diambil setelah Thomas, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan II, menjalani uji kelayakan dan […]

  • Bukan Sekadar Serapan Karbon: Proposal FOLU Sulbar Rancang Manfaat Ekonomi Langsung untuk Komunitas Lokal

    Bukan Sekadar Serapan Karbon: Proposal FOLU Sulbar Rancang Manfaat Ekonomi Langsung untuk Komunitas Lokal

    • 0Komentar

    Jakarta, Sulbarupdate.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mempresentasikan proposal pendanaan program Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 dalam forum verifikasi dan asistensi bersama Tim Verifikasi Nasional. Forum ini menjadi momentum penting bagi Sulbar untuk memperkuat komitmen penurunan emisi sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat desa hutan melalui skema Perhutanan Sosial. Hal ini telah menjadi […]

  • Dukung Program MCSP KPK, Bapperida Sulbar Percepat Proyek Strategis Daerah

    Dukung Program MCSP KPK, Bapperida Sulbar Percepat Proyek Strategis Daerah

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan penetapan sepuluh proyek strategis daerah tahun 2026 melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung program Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) yang digagas […]

expand_less