China Klaim Temukan ”Pil Panjang Umur”, Manusia Hidup Hingga 150 Tahun
- account_circle Ancha
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- visibility 343
- comment 0 komentar

NASIONAL, Sulbarupdate.id – Harapan manusia (ms) untuk hidup jauh melampaui satu abad kini memasuki babak baru. Lonvi Biosciences, sebuah startup biosains asal Shenzhen, China, mengklaim telah mengembangkan “pil panjang umur” yang diproyeksikan mampu membuat manusia bertahan hidup hingga usia 150 tahun.
Bahan utama obat revolusioner ini mengandalkan konsentrasi Procyanidin C1 (PCC1), sebuah molekul khusus yang diisolasi dari biji anggur.
Berbeda dengan suplemen biasa, pil ini bekerja spesifik menargetkan sel-sel senesen—sel tua yang berhenti membelah namun tetap hidup dan kerap memicu peradangan kronis dalam tubuh.
CEO Lonvi Biosciences, Ip Zhu, menegaskan bahwa fokus utama inovasi ini bukan sekadar memperpanjang usia, melainkan memperbaiki kualitas hidup di masa tua.
“Ini bukan sekadar pil lain. Bahan utama dalam obat baru ini tidak hanya meningkatkan umur panjang, tetapi juga mengurangi penyakit terkait usia dengan memperkuat kesehatan tingkat sel,” ujar Ip Zhu sebagaimana dikutip dari Oddity Central, Jumat 9 Januari 2026.
Lonvi menyebutkan bahwa target usia 150 tahun adalah angka yang “sangat realistis.” Klaim ini didasarkan pada serangkaian uji coba laboratorium terhadap tikus.
Hasilnya menunjukkan, peningkatan usia keseluruhan dan efek perawatan. Tikus percobaan hidup 9,4 persen lebih lama dan masa hidup tikus melonjak hingga 64,2 persen terhitung sejak hari pertama pengobatan dimulai.
Meskipun menunjukkan hasil fantastis pada hewan, para ilmuwan Lonvi menekankan bahwa pil ini bukanlah “peluru perak”. Pengguna tetap diwajibkan mengombinasikan konsumsi obat dengan gaya hidup sehat dan perawatan medis rutin untuk mendapatkan hasil maksimal.
Langkah ambisius perusahaan yang berdiri sejak 2022 ini merupakan kelanjutan dari temuan tim peneliti di Shanghai mengenai potensi molekul PCC1. Setelah membuka laboratorium utamanya tiga tahun lalu, Lonvi fokus mematangkan formulasi tersebut agar aman bagi manusia.
Rencananya, “pil panjang umur” ini akan mulai tersedia di pasar dalam beberapa tahun ke depan, sembari menunggu penyelesaian fase uji klinis lanjutan.(*)
- Penulis: Ancha
