Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Realisasi Program Pupuk Gratis WS – Hadir Menuai Kritik, Visi Misi Gagal? 

Realisasi Program Pupuk Gratis WS – Hadir Menuai Kritik, Visi Misi Gagal? 

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
  • visibility 277
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Program bantuan pupuk gratis yang menjadi instrumen utama dalam visi-misi pasangan Welem Sambolangi dan H. Sudirman (WS-Hadir) kini tengah disorot tajam.

Alih-alih meringankan beban sektor pertanian, sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mamasa justru mengeluhkan rumitnya birokrasi yang dinilai mempersulit masyarakat bawah.

​Sejumlah petani mengaku kecewa karena prosedur administrasi yang berbelit tak sebanding dengan realisasi di lapangan.

Bahkan, muncul indikasi maladministrasi terkait permintaan laporan pertanggungjawaban (SPJ) atas bantuan yang belum pernah diterima.

​Yohilda, Bendahara salah satu kelompok tani di Mamasa, mengungkapkan kekecewaannya terhadap mekanisme program tahun anggaran 2025.

Ia mengaku kapok mengurus bantuan tersebut karena prosesnya yang dianggap tidak pasti.

​”Saya tidak mau urus lagi bantuan pupuk gratis ini. Tahun ini kami memilih fokus ke pengurusan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) saja yang lebih menjamin,” ujar Yohilda pada Jumat (06/02/2026).

​Senada dengan itu, Ferdi, anggota kelompok tani lainnya, menyebutkan bahwa kelompoknya gagal menerima bantuan tahun lalu meski seluruh berkas administrasi telah diserahkan.

“Alasannya karena terlambat pencairan. Masyarakat sudah habis biaya dan tenaga untuk mengurus, tapi hasilnya nihil,” keluhnya.

​Hal yang paling mengejutkan adalah pengakuan Yohilda terkait adanya tekanan untuk menyusun Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Padahal, fisik bantuan pupuk tersebut tidak pernah sampai ke tangan kelompoknya.

​”Kami disuruh buat SPJ, sementara bantuan pupuk tahun lalu tidak pernah kami dapatkan. Hal ini sudah saya komplain keras ke PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan BPP (Balai Penyuluhan Pertanian),” tegas Yohilda.

​Kondisi ini dibenarkan oleh Kepala Desa di Kabupaten Mamasa yang enggan disebut namanya. Menurutnya, dari delapan kelompok tani di desanya yang mengajukan, hanya satu yang berhasil menerima bantuan.

“Administrasi sudah lengkap, SPJ sudah jadi, tapi barang tidak ada. Warga pasti malas mengurus lagi kalau polanya seperti ini,” kata Kades itu.

​Visi-Misi WS-Hadir Dipertaruhkan

​Program pupuk gratis merupakan salah satu janji politik unggulan dalam visi-misi WS-Hadir untuk memajukan sektor pertanian di Mamasa.

Namun, kendala teknis dan birokrasi di tingkat dinas ini dinilai dapat menjadi bumerang bagi citra kepemimpinan daerah jika tidak segera dievaluasi.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa belum memberikan klarifikasi resmi terkait kendala distribusi pupuk dan dugaan permintaan SPJ atas bantuan yang belum tersalurkan tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan IPMAPUS Sulbar, Gubernur SDK Sampaikan Petuah Mendalam

    Pelantikan IPMAPUS Sulbar, Gubernur SDK Sampaikan Petuah Mendalam

    • 1Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Dari PUS, Nyala semangat dan jejak kepemimpinan di Bumi Sulbar, Gema harapan berpadu dengan nyanyian sejarah mengalir deras di momentum sakral Pelantikan Pengurus dan Milad ke-17 Ikatan Pelajar dan Mahasiswa PUS (IPMAPUS) Sulawesi Barat tahun 2025. Di hadapan generasi muda yang berhimpun, suara Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menjadi mercusuar yang […]

  • Ini Pernyataan Korwil SPPG Mamasa Soal Polemik Anggaran MBG

    Ini Pernyataan Korwil SPPG Mamasa Soal Polemik Anggaran MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Menanggapi simpang siur informasi di media sosial mengenai anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Mamasa, Muh. Syahrul Gunawan, angkat bicara. Ia mengklarifikasi bahwa dana senilai Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per porsi tidak seluruhnya habis untuk belanja bahan makanan, melainkan mencakup biaya operasional dan […]

  • Sarman Sahuding, Pena dari Mambi yang Menenun Jejak Sejarah Sulbar

    Sarman Sahuding, Pena dari Mambi yang Menenun Jejak Sejarah Sulbar

    • 1Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Di tanah yang dipagari pegunungan kokoh dan kabut pagi yang abadi, seorang putra Mambi lahir membawa garis tangan sebagai pencatat zaman. Sarman Sahuding, sosok yang namanya kini identik dengan ketajaman literasi di Sulawesi Barat, bukan sekadar pelapor berita. Ia adalah penenun narasi yang kini sedang bertransformasi dari sekadar pemburu tenggat menjadi penjaga […]

  • Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa

    Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Manajemen Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Majene secara resmi memberikan klarifikasi tertulis guna meluruskan polemik yang berkembang di ranah publik dan media sosial. Langkah ini diambil menyusul adanya narasi yang mengeklaim adanya penyajian makanan tidak layak konsumsi (basi) bagi peserta didik di lingkungan sekolah, Rabu, 17 Desember 2025. Melalui hasil investigasi […]

  • Pemkesra Sulbar Rapat Bahas Pengembangan Aplikasi Beasiswa, Upaya Meningkatkan Pelayanan

    Pemkesra Sulbar Rapat Bahas Pengembangan Aplikasi Beasiswa, Upaya Meningkatkan Pelayanan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id-  Biro Pemkesra Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat pengembangan aplikasi beasiswa sebagai langkah strategis dalam mendorong digitalisasi layanan serta peningkatan tata kelola program beasiswa daerah pada Rabu (24/12/2025). Rapat tersebut berlangsung di ruang kerja Plt. Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat dan diikuti oleh Tim dari Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan […]

  • Reinventing Staf Ahli Bupati: Mentransformasi Jabatan Struktural Menjadi “Brain Trust” Strategis

    Reinventing Staf Ahli Bupati: Mentransformasi Jabatan Struktural Menjadi “Brain Trust” Strategis

    • 0Komentar

    Oleh. Dr. Aco Musaddad HM (Staf Ahli Bupati Polman Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan) Di tengah disrupsi informasi dan dinamika sosial yang kian kompleks, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menegaskan reposisi peran Staf Ahli Bupati. Tidak lagi sekadar pelengkap administratif, Staf Ahli kini diproyeksikan sebagai “Brain Trust”-episentrum pemikir strategis yang menentukan akurasi setiap kebijakan publik yang […]

expand_less