Breaking News
light_mode
Beranda » Makassar » Janji Suci yang Tertinggal di Kabut Bulusaraung

Janji Suci yang Tertinggal di Kabut Bulusaraung

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
  • visibility 298
  • comment 0 komentar

MAROS, Sulbarupdate.id – Di atas kertas manifes penerbangan, namanya tercatat kaku yakni Florencia Lolita Wibisono. Namun, di puncak Gunung Bulusaraung yang berselimut kabut, nama itu menjelma menjadi sebuah duka mendalam yang tak terlukiskan.

Bagi keluarga dan rekan sejawatnya, perempuan yang akrab disapa Ollen ini bukan sekadar pramugari yang sedang menjalankan tugas profesional. Ia adalah seorang anak, sahabat, dan calon pengantin yang sedang menghitung hari menuju gerbang pernikahan.

Mimpi yang Terhenti di Ketinggian
Di balik seragam rapi dan senyum hangat yang selalu ia berikan kepada penumpang, Ollen tengah merajut mimpi sederhana. Ia sedang mempersiapkan fase hidup baru.

Sebuah rencana besar untuk bersanding di pelaminan telah disusun rapi, menunggu waktu untuk diwujudkan sepulangnya ia dari tugas penerbangan kali ini.

“Ollen somo kaweng (Ollen mau menikah),” ujar salah satu kerabatnya dengan suara lirih.

Kalimat pendek dalam dialek lokal itu mengandung luka yang teramat dalam. Kata “mau” yang seharusnya menjadi sebuah kepastian, kini berubah menjadi sebuah “andai” yang menggantung selamanya di udara.

Rencana pernikahan itu kini takkan pernah mencapai pelaminan, terhenti di antara tebing karst dan sunyinya hutan pegunungan.

Gunung Bulusaraung, dengan puncaknya yang sering kali tertutup kabut pekat, menjadi saksi bisu berakhirnya perjalanan Ollen.

Pesawat yang membawanya tidak pernah sampai ke tujuan, menyisakan puing-puing di antara medan yang sulit ditembus.
Kepergian Ollen meninggalkan duka berlapis.

Publik mengenal sosoknya sebagai pramugari yang profesional dan berdedikasi. Namun bagi orang-orang terdekatnya, kehilangannya adalah kehilangan masa depan yang sudah didepan mata.

Ia berangkat menjalankan tugas seperti biasa—tanpa pernah tahu bahwa penerbangan itu akan menjadi perjalanan terakhirnya menuju keabadian.

Antara Tugas dan Takdir

Kini, Gunung Bulusaraung bukan lagi sekadar titik koordinat dalam peta pendakian atau rute penerbangan. Bagi keluarga Ollen, gunung itu adalah penutup sunyi dari sebuah cerita cinta yang belum sempat disatukan oleh janji suci.

Pencarian fisik mungkin telah usai, namun pencarian akan keikhlasan baru saja dimulai. Doa-doa yang dipanjatkan kini tak lagi mengharapkan kepulangan raganya dalam keadaan utuh, melainkan untuk sebuah ketenangan bagi jiwa yang terbang tinggi.

Ada cinta yang terhenti di langit, meninggalkan janji seumur hidup yang kini hanya bisa dikenang dalam doa-doa sunyi.

Florencia Lolita Wibisono telah menyelesaikan tugasnya—bukan hanya sebagai pramugari, tapi sebagai sosok yang mengajarkan tentang betapa berharganya setiap detik sebelum takdir memanggil pulang.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Dafa, Sang Penakluk Papan Catur dari Mateng, Raih Medali Emas di Palu

    Mengenal Dafa, Sang Penakluk Papan Catur dari Mateng, Raih Medali Emas di Palu

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Di atas papan kotak-kotak hitam dan putih, waktu seolah melambat bagi Muhammad Dafa Riski Muntaza Putra Ruli. Di saat remaja seusianya mungkin lebih akrab dengan gawai, Dafa justru bergulat dengan kalkulasi matematis dan intuisi tajam demi meruntuhkan pertahanan lawan. Konsistensi itu kini berbuah manis, sebuah medali emas dari Bumi Tadulako menjadi bukti […]

  • Wujudkan Kesetaraan Gizi, SPPG Osango Kunjungi Penyandang Disabilitas di Mamasa

    Wujudkan Kesetaraan Gizi, SPPG Osango Kunjungi Penyandang Disabilitas di Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Osango terus memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, tim SPPG turun langsung mengunjungi warga penyandang disabilitas di kawasan Jalan Pembangunan, Kota Mamasa, pada Rabu (6/5/2026). Aksi jemput bola ini dilakukan untuk memastikan bahwa akses terhadap nutrisi berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk […]

  • Gelombang Suspend Dapur MBG Sulbar Berlanjut

    Gelombang Suspend Dapur MBG Sulbar Berlanjut

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Barat kembali menjadi sorotan. Setelah penutupan tahap pertama, kini gelombang kedua penghentian operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun sulbarupdate.id selasa 7/4/2026, merujuk pada pembaruan Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Barat per 9 Februari 2026, jumlah […]

  • Polisi Ungkap Motif Meninggalnya Lansia Dalam Kamar di Majene, Begini Kronologinya!

    Polisi Ungkap Motif Meninggalnya Lansia Dalam Kamar di Majene, Begini Kronologinya!

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Majene akhirnya mengungkap tabir di balik kasus kematian tragis seorang lanjut usia di Lingkungan Baruga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae Timur. Korban yang diketahui bernama Nursam (65) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar di dalam kamar rumahnya pada awal Mei 2026. Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy, menjelaskan […]

  • Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

    Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ di Kabupaten Mamasa akhirnya mulai memasuki tahap pekerjaan fisik. Proyek strategis yang disebut sebagai “hadiah” dari Presiden Joko Widodo saat kunjungannya ke Mamasa itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Mamasa beberapa waktu lalu. Namun, di balik dimulainya pembangunan tersebut, muncul peringatan keras dari […]

  • Survei Indikator: Kejaksaan Agung Menjadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, Tertinggi 2 Tahun Terakhir

    Survei Indikator: Kejaksaan Agung Menjadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, Tertinggi 2 Tahun Terakhir

    • 0Komentar

    JAKARTA, SULBARUPDATE.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengukuhkan posisinya sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia berdasarkan survei nasional Indikator Politik Indonesia periode 15-21 Januari 2026. Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa ini mencapai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, mencapai 80 persen. Angka tersebut melampaui lembaga hukum lainnya seperti […]

expand_less