Modal Rp3 Juta PNM Mekaar, Pelaku UMKM Makassar Sukses Buka Lapangan Kerja
- account_circle Ancha
- calendar_month Sen, 6 Jul 2026
- visibility 70
- comment 0 komentar

MAKASSAR, Sulbarupdate.id — Akses pembiayaan yang tepat terbukti mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.
Hal ini dibuktikan oleh Fennawaty Tanuwijaya, seorang pelaku usaha mikro asal Pa’lambasan, Makassar, Sulawesi Selatan.
Berawal dari keterbatasan modal, kini ia sukses mengembangkan usaha kantinnya sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar setelah bergabung dengan PNM Mekaar.
Sebelum mengenal PNM Mekaar, Fennawaty harus berjuang sendiri mengelola kantinnya.
Minimnya modal membuat jenis makanan yang diproduksi sangat terbatas, sehingga omzet yang didapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang pas-pasan.
Namun, titik balik usahanya dimulai pada tahun 2025. Melalui siklus pertama program PNM Mekaar, ia mendapatkan kucuran modal tanpa agunan sebesar Rp3 juta.
“Dulu, saya hanya bisa memproduksi sangat sedikit makanan di kantin karena modal terbatas. Berjuang sendiri tanpa bantuan orang lain atau keluarga. Tapi setelah mendapat pembiayaan dari PNM Mekaar, produksi melonjak, pembeli meningkat, omzet naik, dan saya bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk tetangga sekitar,” ujar Fennawaty, Jumat (3/7/2026).
Keberhasilan Fennawaty ini sejalan dengan misi yang diusung oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugrah, menjelaskan bahwa keberhasilan nasabah Mekaar tidak hanya bertumpu pada aspek finansial, melainkan pada sinergi tiga pilar modal yang diberikan perusahaan.
“PNM memberikan tiga jenis modal kepada nasabahnya: modal usaha (finansial), modal intelektual, dan modal sosial,” kata Yazdi.
Ia menambahkan, salah satu bentuk penyaluran modal intelektual dilakukan melalui kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
“Kegiatan PKU adalah bagian dari modal intelektual yang kami berikan agar nasabah tidak hanya mendapat pinjaman, tetapi juga bekal berupa edukasi untuk tumbuh dan naik kelas,” imbuhnya.
Bagi Fennawaty, modal usaha dari PNM Mekaar bukan sekadar pinjaman uang, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan.
Proses pencairan yang cepat dan prosedur yang tidak rumit membuatnya fokus pada pengembangan bisnis.
“Saya sangat bersyukur karena PNM sangat membantu permodalan usaha saya dengan proses yang cepat. Bagi saya, modal ini adalah amanah, sehingga saya menjaganya dengan baik agar bisa memberi manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Kisah Fennawaty menjadi potret nyata bagaimana pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui akses pembiayaan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan mampu memberikan dampak domino.
Satu kantin kecil yang dulunya sepi, kini bertransformasi menjadi sumber penghidupan bagi beberapa kepala keluarga di sekitarnya.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
