Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
  • visibility 285
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Puluhan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa menggelar unjuk rasa di halaman Rektorat, Selasa (5/5/2026).

Mereka melayangkan rapor merah terhadap birokrasi kampus, menuntut kebebasan akademik hingga fasilitas pendidikan yang dianggap tidak layak.

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti lima poin krusial yang dinilai gagal dipenuhi pihak universitas.

1. Kebebasan Mimbar Akademik

Mahasiswa mendesak rektorat menjamin ruang berekspresi tanpa intimidasi. “Kami ingin kebebasan berpendapat benar-benar diimplementasikan. Mahasiswa harus bisa kritis tanpa rasa takut,” tegas salah satu orator di atas mobil komando.

2. Fasilitas “Lampu Kuning”

Kondisi sarana prasarana menjadi sorotan tajam. Mahasiswa menuntut perbaikan segera pada:

-Ruang perkuliahan yang tidak nyaman.

-Akses jalan internal kampus yang rusak.

-Fasilitas toilet (WC) yang tidak higienis.

-Pendingin ruangan (AC) yang mayoritas tidak berfungsi.

3. Desakan Kampus Inklusif & Agama Lokal

Isu keberagaman menjadi poin unik dalam aksi ini. Massa menuntut penyediaan dosen dan ruang kuliah untuk mata kuliah agama Mappurondo sebagai bentuk pengakuan terhadap kepercayaan lokal.

Selain itu, mereka meminta pengadaan dosen teologi untuk mahasiswa Kristen dan tempat ibadah yang layak bagi seluruh pemeluk agama.

4. Transparansi Anggaran dan UKT

Mahasiswa mendesak peninjauan ulang besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai mencekik. Mereka juga menuntut transparansi alokasi dana kemahasiswaan untuk mendukung kegiatan ormawa.

5. Reformasi Regulasi Ormawa

Percepatan payung hukum terkait organisasi mahasiswa (ormawa) diminta segera disahkan agar aktivitas pengembangan kapasitas diri tidak terhambat birokrasi yang berbelit.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy,, menyatakan sikap terbuka. Ia berjanji akan mengevaluasi seluruh poin tuntutan meski mengaku butuh waktu untuk eksekusi.

“Kami akan mengevaluasi semua tuntutan. Namun, mohon diberikan waktu untuk menindaklanjutinya,” ujar Prof. Abdy di hadapan massa.

Sebagai langkah konkret, pihak rektorat mengundang perwakilan mahasiswa untuk melakukan dialog formal di ruang kerja rektor guna menyusun nota kesepahaman (MoU).

Aksi ditutup dengan tertib di bawah pengawalan aparat, namun mahasiswa menegaskan akan terus mengawal janji rektorat hingga terjadi perubahan nyata di lapangan.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Daya Tarik Investor, DPMPTSP Sulbar Perkuat Landasan Data untuk Promosi Investasi

    Tingkatkan Daya Tarik Investor, DPMPTSP Sulbar Perkuat Landasan Data untuk Promosi Investasi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Sulawesi Barat (Sulbar) memperkuat sinergi internal melalui koordinasi lintas tim kerja, khususnya dengan Tim Kerja Promosi Penanaman Modal, Jumat, 30 Januari 2026. Koordinasi ini difokuskan pada penyelarasan dan supporting hasil kajian potensi penanaman modal yang akan dipromosikan kepada calon investor. Kegiatan koordinasi lintas tim ini […]

  • Bupati Mateng Dukung Wacana Gaji PPPK Dialihkan ke APBN, Arsal:Beri Ruang Fiskal Daerah

    Bupati Mateng Dukung Wacana Gaji PPPK Dialihkan ke APBN, Arsal:Beri Ruang Fiskal Daerah

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, Dr. Arsal Aras, merespons positif wacana pengalihan penganggaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Arsal, langkah tersebut akan membuka ruang fiskal yang lebih lebar serta menjadi solusi strategis bagi […]

  • Kasus Dugaan Pornografi Karta Jayadi, Pelapor Tegaskan Penyelidikan Masih Bergulir

    Kasus Dugaan Pornografi Karta Jayadi, Pelapor Tegaskan Penyelidikan Masih Bergulir

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Dosen Q, pelapor dalam kasus dugaan pornografi yang menyeret nama Karta Jayadi, menegaskan bahwa proses hukum terhadap laporannya masih terus berjalan di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Penegasan ini disampaikan Q usai menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel baru-baru ini. Menanggapi spekulasi yang […]

  • DPRD Mamasa Soroti Inkonsistensi Data Dokumen LKPJ 2025

    DPRD Mamasa Soroti Inkonsistensi Data Dokumen LKPJ 2025

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Tim Penyusun Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025. Hal ini dipicu oleh temuan adanya perbedaan angka yang signifikan antara data yang tersaji dalam dokumen LKPJ dengan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). ​Wakil Ketua DPRD […]

  • Bupati Mamasa Buka Rapat Akbar Pembentukan Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten PUS

    Bupati Mamasa Buka Rapat Akbar Pembentukan Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten PUS

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, secara resmi membuka Rapat Akbar Pembentukan Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Deklarasi Bersama. Acara strategis yang menandai babak baru perjuangan daerah otonomi baru tersebut berlangsung khidmat di Lantang Kada Nene, Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan Rapat Akbar ini menegaskan […]

  • Demokrasi, Rasio dan Ilusi Kesempurnaan Politik

    Demokrasi, Rasio dan Ilusi Kesempurnaan Politik

    • 0Komentar

    OPINI – Demokrasi kerap dipuji sebagai puncak pencapaian politik umat manusia, seolah-olah ia merupakan bentuk pemerintahan yang mendekati kesempurnaan. Namun, penilaian semacam ini sering gagal membedakan antara apa yang diinginkan manusia dan apa yang dapat dibenarkan oleh rasio. Dalam kerangka pemikiran rasional, tidak ada satu pun bentuk pemerintahan yang sepenuhnya baik, sebab setiap sistem pada […]

expand_less