Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kerugian Korupsi Klaim Fiktif BPJS TK Jakarta Membengkak Jadi Rp23 Miliar

Kerugian Korupsi Klaim Fiktif BPJS TK Jakarta Membengkak Jadi Rp23 Miliar

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • visibility 384
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Penyidikan dugaan korupsi dana Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jakarta periode 2014–2024 terus berkembang.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mencatat adanya lonjakan nilai kerugian negara serta jumlah identitas yang dicatut dalam modus klaim fiktif tersebut.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Nauli Rahim Siregar, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengembangan terbaru, kerugian negara kini ditaksir mencapai Rp23 miliar. Angka ini meningkat dari estimasi awal sebesar Rp21 miliar.

“Sekarang bertambah sekitar 160 orang (identitas klaim), sehingga totalnya menjadi kurang lebih 500 orang dengan nilai kerugian mencapai Rp23 miliar,” ujar Nauli di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Peran Tiga Tersangka dan Modus Operandi
Hingga saat ini, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka dalam pusaran kasus ini yakni SL (Mantan pegawai BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jakarta), SAN (Mantan pegawai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Kebon Sirih) dan RAS (Pihak swasta yang berperan mengumpulkan data ratusan orang untuk pengajuan klaim).

Kepala Seksi Penyidikan Tipidsus Kejati Jakarta, Suyanto, menjelaskan bahwa modus yang digunakan adalah memanipulasi data pegawai seolah-olah mereka mengalami kecelakaan kerja dan menjalani perawatan medis.

“Faktanya, ratusan orang tersebut tidak pernah dirawat di rumah sakit. Dokumen pendukung seperti rekam medis, kwitansi pembayaran, hingga laporan polisi semuanya dipalsukan oleh tersangka RAS,” jelas Suyanto.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka SL dan SAN diduga kuat menyalahgunakan kewenangan mereka untuk meloloskan verifikasi dokumen yang mereka ketahui palsu. Sebagai imbalan atas “bantuan” tersebut, oknum internal ini dijanjikan komisi yang cukup besar.

“Berdasarkan kesepakatan, SL dan SAN dijanjikan komisi sebesar 25 persen dari setiap nilai klaim JKK yang berhasil dicairkan,” pungkas Suyanto.

Saat ini, pihak Kejati DKI Jakarta masih terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain serta menelusuri aliran dana hasil korupsi tersebut untuk memulihkan kerugian negara.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Donasi Pemprov Sulbar Terkumpul 1 Milyar Lebih Untuk Aceh dan Sumatra

    Donasi Pemprov Sulbar Terkumpul 1 Milyar Lebih Untuk Aceh dan Sumatra

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Pasca Bencana banjir yang melanda Sumatra dan Aceh Pemerintah Daerah dari berbagai penjuru laksanakan penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas. Salah satunya adalah penggalangan dana dari Pemprov Sulbar yang terus berjalan sampai saat ini, di mana pengumpulan donasi sampai tanggal 10 Desember dan penyerahan dilakukan pada tangga 15 Desember 2025. Hal ini, disampaikan Plt […]

  • Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

    Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, hingga akhir Juni 2026, hak atas Gaji 13 yang sangat dinanti-nantikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak justru tak kunjung menemui kejelasan. ​Keterlambatan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan abdi negara. Pasalnya, kabupaten lain di […]

  • Timnas Tunisia 2026: Elang Carthage Datang dengan Pengalaman, Disiplin dan Ambisi Menulis Sejarah Baru Afrika

    Timnas Tunisia 2026: Elang Carthage Datang dengan Pengalaman, Disiplin dan Ambisi Menulis Sejarah Baru Afrika

    • 0Komentar

    TUNIS, SULBARUPDATE.id — Tim Nasional Tunisia memasuki Piala Dunia 2026 dengan semangat yang berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya. Negara Afrika Utara tersebut memang bukan pendatang baru di panggung dunia. Tunisia telah berulang kali tampil di Piala Dunia dan dikenal sebagai salah satu kekuatan paling stabil di benua Afrika. Namun kali ini, atmosfer yang mengiringi perjalanan mereka […]

  • Safari Ramadhan 2026, Pemprov Sulbar Siapkan Ribuan Sembako

    Safari Ramadhan 2026, Pemprov Sulbar Siapkan Ribuan Sembako

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai mematangkan agenda Safari Ramadhan 2026 yang akan dirangkaikan dengan kunjungan kerja Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wagub Salim S Mengga ke sejumlah daerah. Kegiatan ini tak hanya menjadi ruang silaturahmi dan penguatan nilai keagamaan, tetapi juga momentum menghadirkan langsung kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, lengkap dengan penyaluran […]

  • Diikuti 180 Pecatur Bupati Cup I Resmi Dibuka, Ada 8 Master Ikut Tarung 

    Diikuti 180 Pecatur Bupati Cup I Resmi Dibuka, Ada 8 Master Ikut Tarung 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamasa kini mulai menancapkan taringnya di dunia asah otak. Untuk pertama kalinya, Turnamen Catur Bupati Mamasa Cup I resmi digelar. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, di tribun Lapangan Kondosapata pada Sabtu (20/12/2025). Turnamen yang berlangsung selama tiga hari (20–22 Desember 2025) ini bukan sekadar lomba biasa, melainkan […]

  • Pengaruh Miras, Pria di Mamuju Tega Aniaya Ayahnya Sendiri Hingga Luka Robek

    Pengaruh Miras, Pria di Mamuju Tega Aniaya Ayahnya Sendiri Hingga Luka Robek

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Seorang pria berinisial SP (30) tega menganiaya ayah kandungnya sendiri, BC (60), di kediaman mereka di Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Peristiwa tragis ini dipicu lantaran pelaku emosi permintaannya meminta uang ditolak oleh korban. ​Kepada awak media Kapolsek Kalukku, AKP Hadaming, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian langsung bergerak […]

expand_less