Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kerugian Korupsi Klaim Fiktif BPJS TK Jakarta Membengkak Jadi Rp23 Miliar

Kerugian Korupsi Klaim Fiktif BPJS TK Jakarta Membengkak Jadi Rp23 Miliar

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • visibility 454
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Penyidikan dugaan korupsi dana Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jakarta periode 2014–2024 terus berkembang.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mencatat adanya lonjakan nilai kerugian negara serta jumlah identitas yang dicatut dalam modus klaim fiktif tersebut.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Nauli Rahim Siregar, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengembangan terbaru, kerugian negara kini ditaksir mencapai Rp23 miliar. Angka ini meningkat dari estimasi awal sebesar Rp21 miliar.

“Sekarang bertambah sekitar 160 orang (identitas klaim), sehingga totalnya menjadi kurang lebih 500 orang dengan nilai kerugian mencapai Rp23 miliar,” ujar Nauli di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Peran Tiga Tersangka dan Modus Operandi
Hingga saat ini, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka dalam pusaran kasus ini yakni SL (Mantan pegawai BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jakarta), SAN (Mantan pegawai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Kebon Sirih) dan RAS (Pihak swasta yang berperan mengumpulkan data ratusan orang untuk pengajuan klaim).

Kepala Seksi Penyidikan Tipidsus Kejati Jakarta, Suyanto, menjelaskan bahwa modus yang digunakan adalah memanipulasi data pegawai seolah-olah mereka mengalami kecelakaan kerja dan menjalani perawatan medis.

“Faktanya, ratusan orang tersebut tidak pernah dirawat di rumah sakit. Dokumen pendukung seperti rekam medis, kwitansi pembayaran, hingga laporan polisi semuanya dipalsukan oleh tersangka RAS,” jelas Suyanto.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka SL dan SAN diduga kuat menyalahgunakan kewenangan mereka untuk meloloskan verifikasi dokumen yang mereka ketahui palsu. Sebagai imbalan atas “bantuan” tersebut, oknum internal ini dijanjikan komisi yang cukup besar.

“Berdasarkan kesepakatan, SL dan SAN dijanjikan komisi sebesar 25 persen dari setiap nilai klaim JKK yang berhasil dicairkan,” pungkas Suyanto.

Saat ini, pihak Kejati DKI Jakarta masih terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain serta menelusuri aliran dana hasil korupsi tersebut untuk memulihkan kerugian negara.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harmoni di Balik Manisnya Takjil, Warga Mamasa Antusias Sambut Ramadhan 1447 H

    Harmoni di Balik Manisnya Takjil, Warga Mamasa Antusias Sambut Ramadhan 1447 H

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Gema Ramadhan mulai terasa di Kabupaten Mamasa. Memasuki hari pertama puasa, pusat penjualan takjil di sekitar Masjid Agung Nurul Yaqin langsung diserbu warga Kamis (19/2/2026). Menariknya, perburuan takjil ini tidak hanya diramaikan oleh umat Muslim, tetapi juga menjadi momen kebersamaan bagi warga Nasrani di Mamasa. ​Terpantau sejak pukul 13.00 WITA, para pedagang […]

  • Dorong Pembebasan KHL, Pemda Mamasa dan DPRD Provinsi Temui Pemprov Sulbar, Ini Hasilnya!

    Dorong Pembebasan KHL, Pemda Mamasa dan DPRD Provinsi Temui Pemprov Sulbar, Ini Hasilnya!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Barat menemui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat, Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut membahas persoalan kawasan hutan lindung yang berada di sejumlah wilayah Kabupaten Mamasa. Pertemuan yang berlangsung di Kantor DLHK Sulbar itu dihadiri perwakilan Pemkab Mamasa, Wakil Bupati Mamasa Sudirman, […]

  • Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi PNS 2027, Ini Skema dan Formasinya!

    Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi PNS 2027, Ini Skema dan Formasinya!

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id — Kabar baik bagi para guru yang saat ini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pemerintah membuka peluang bagi guru PPPK untuk mengikuti seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diperkirakan mulai dibuka pada awal 2027. Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan status dan kebutuhan tenaga pendidik secara nasional yang tengah dibahas pemerintah […]

  • Air Mata Mengiringi Kepergian Salim S Mengga, Sulbar Kehilangan Pemimpin Teladan

    Air Mata Mengiringi Kepergian Salim S Mengga, Sulbar Kehilangan Pemimpin Teladan

    • 0Komentar

    Cilandak Jakarta Selatan – Sulbarupdateid – Jauh di timur, langit Sulawesi Barat seakan ikut merunduk, merasakan duka yang sama. Pada Minggu, 1 Februari 2026, kepergian Wakil Gubernur Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, menyelimuti tanah Mandar hingga perantauan dengan kesedihan yang dalam, meski prosesi persemayaman berlangsung di rumah duka Cilandak, Jakarta Selatan. Di hadapan […]

  • Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

    Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dugaan praktik korupsi dan penyimpangan anggaran di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mamasa memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Ketua Fraksi Mahasiswa, Alim Bahri, secara terbuka melayangkan kecaman terkait pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan daerah. ​Alim mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi pihaknya, ditemukan pola pengelolaan anggaran yang […]

  • Lagi, Perantau Asal Toraja Jadi Korban Kebrutalan KKB di Yahukimo

    Lagi, Perantau Asal Toraja Jadi Korban Kebrutalan KKB di Yahukimo

    • 0Komentar

    JAYAPURA, Sulbarupdate.id – Kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali memakan korban jiwa. Seorang perantau asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Daniel Datti, ditemukan tewas mengenaskan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Senin (2/2/2026). ​Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang kayu ini menjadi sasaran penyerangan saat berada di lingkungan sekolah. Jenazahnya ditemukan di ruang guru […]

expand_less