Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kerugian Korupsi Klaim Fiktif BPJS TK Jakarta Membengkak Jadi Rp23 Miliar

Kerugian Korupsi Klaim Fiktif BPJS TK Jakarta Membengkak Jadi Rp23 Miliar

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • visibility 309
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Penyidikan dugaan korupsi dana Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jakarta periode 2014–2024 terus berkembang.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mencatat adanya lonjakan nilai kerugian negara serta jumlah identitas yang dicatut dalam modus klaim fiktif tersebut.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Nauli Rahim Siregar, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengembangan terbaru, kerugian negara kini ditaksir mencapai Rp23 miliar. Angka ini meningkat dari estimasi awal sebesar Rp21 miliar.

“Sekarang bertambah sekitar 160 orang (identitas klaim), sehingga totalnya menjadi kurang lebih 500 orang dengan nilai kerugian mencapai Rp23 miliar,” ujar Nauli di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Peran Tiga Tersangka dan Modus Operandi
Hingga saat ini, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka dalam pusaran kasus ini yakni SL (Mantan pegawai BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jakarta), SAN (Mantan pegawai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Kebon Sirih) dan RAS (Pihak swasta yang berperan mengumpulkan data ratusan orang untuk pengajuan klaim).

Kepala Seksi Penyidikan Tipidsus Kejati Jakarta, Suyanto, menjelaskan bahwa modus yang digunakan adalah memanipulasi data pegawai seolah-olah mereka mengalami kecelakaan kerja dan menjalani perawatan medis.

“Faktanya, ratusan orang tersebut tidak pernah dirawat di rumah sakit. Dokumen pendukung seperti rekam medis, kwitansi pembayaran, hingga laporan polisi semuanya dipalsukan oleh tersangka RAS,” jelas Suyanto.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka SL dan SAN diduga kuat menyalahgunakan kewenangan mereka untuk meloloskan verifikasi dokumen yang mereka ketahui palsu. Sebagai imbalan atas “bantuan” tersebut, oknum internal ini dijanjikan komisi yang cukup besar.

“Berdasarkan kesepakatan, SL dan SAN dijanjikan komisi sebesar 25 persen dari setiap nilai klaim JKK yang berhasil dicairkan,” pungkas Suyanto.

Saat ini, pihak Kejati DKI Jakarta masih terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain serta menelusuri aliran dana hasil korupsi tersebut untuk memulihkan kerugian negara.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Mamasa Ultimatum Kontraktor RSUD Kondosapata’ Terkait Pemberdayaan Lokal

    Aktivis Mamasa Ultimatum Kontraktor RSUD Kondosapata’ Terkait Pemberdayaan Lokal

    • 0Komentar

    MAMASA, Mamasa – Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ yang merupakan “hadiah” dari Presiden Joko Widodo untuk Kabupaten Mamasa mulai menuai sorotan tajam. Aktivis setempat melayangkan ultimatum keras kepada pemegang proyek agar memprioritaskan pemberdayaan tenaga kerja dan pengusaha lokal selama masa konstruksi. Pasca peletakan batu pertama beberapa waktu lalu, ekspektasi masyarakat terhadap dampak […]

  • BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun di Polman Tewas Tenggelam di Kolam Irigasi

    BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun di Polman Tewas Tenggelam di Kolam Irigasi

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah perempuan berinisial RS (4) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Korban ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan tenggelam di kolam irigasi sedalam dua meter pada Senin sore (2/2/2026). ​Insiden memilukan ini terjadi di Kelurahan Batupanga, Kecamatan Luyo, sekitar pukul 17.00 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi […]

  • Seruan Gubernur Sulbar, Mitigasi Bencana dan Penjagaan Lingkungan Mendesak

    Seruan Gubernur Sulbar, Mitigasi Bencana dan Penjagaan Lingkungan Mendesak

    • 1Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menyampaikan penekanan serius terhadap urgensi penguatan mitigasi bencana di seluruh penjuru wilayah di Sulbar. Seruan ini muncul menyikapi tren peningkatan insiden bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia belakangan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Suhardi Duka ketika dimintai tanggapan mengenai kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi […]

  • Tangani Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI, Dinsos P3A dan PMD Sulbar Bahas Langkah Strategis

    Tangani Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI, Dinsos P3A dan PMD Sulbar Bahas Langkah Strategis

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Untuk mendukung Visi Misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Wakilnya, Salim S. Mengga, terkait ”pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial” Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat tindak lanjut penanganan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan […]

  • Disperkimtanhub Sulbar Sinkronkan Data RTLH dan BSPS

    Disperkimtanhub Sulbar Sinkronkan Data RTLH dan BSPS

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Asrul menyambangi Kantor Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Senin (23/2). Kedatangan Asrul di Kantor Satuan Kerja Penyediaan Perumahan tersebut untuk melakukan koordinasi terkait Program […]

  • Di Aula Polres Mamuju, Bara Konflik Akhirnya Reda

    Di Aula Polres Mamuju, Bara Konflik Akhirnya Reda

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Tiga kali aksi mengguncang jalanan. Tiga kali pula benturan tak terhindarkan. Aspal merekam langkah-langkah tergesa, udara menahan perih gas air mata, dan luka menjadi bahasa yang sama bagi mahasiswa maupun aparat kepolisian. Lapangan pernah menjadi ruang paling panas, tempat emosi saling beradu tanpa jeda. Namun hari ini, cerita bergerak ke arah yang […]

expand_less