Breaking News
light_mode
Beranda » Sulawesi Barat » Bawah Tiga Tuntutan, Puluhan Mahasiswa Mamasa Demo di Kantor Gubernur Sulbar dan Kejati 

Bawah Tiga Tuntutan, Puluhan Mahasiswa Mamasa Demo di Kantor Gubernur Sulbar dan Kejati 

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 15 Des 2025
  • visibility 386
  • comment 0 komentar

Mamuju, Sulbarupdate.id – Gelombang kekecewaan terhadap dugaan praktik korupsi dan pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak standar kembali tumpah di jantung pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Talipukki, lakukan aksi unjuk rasa di dua titik yakni Kantor Gubernur Sulbar dan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar, Senin 15 Desember 2025.

Massa aksi menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban atas proyek pengaspalan jalan poros Urekang-Mambi, Kecamatan Mambi.

Aksi ini dipimpin oleh koordinator lapangan (Korlap) Mondi. Sekira pukul 14:20 WITA, massa memuemulai aksinya di depan Kantor Gubernur Sulbar.

Sebagai simbol kemarahan terhadap lambannya respons pemerintah, massa aksi sempat melakukan pembakaran ban, menegaskan eskalasi tuntutan mereka.

Usai menyampaikan tuntutannya di Kantor Gubernur Sulbar, massa aksi memindahkan fokus perjuangan mereka menuju Kantor Kejaksaan Tinggi Sulbar.

Kedatangan massa aksi di Kejati merupakan manifestasi kekecewaan terhadap lembaga penegak hukum yang dinilai pasif dan tidak transparan dalam menindaklanjuti laporan dugaan korupsi.

“Kami datang ke sini untuk mempertanyakan pemeriksaan yang dilakukan pemerintah namun tidak ada kejelasan,” ungkap Mondi dalam orasinya.

Pihaknya mencurigai adanya indikasi korupsi serius, mengingat klaim Dinas PUPR bahwa pengerjaan telah mencapai 80 persen dinilai kontradiktif dengan kondisi faktual di lapangan.

Puncak dari aksi ini terjadi ketika perwakilan massa dipersilakan masuk untuk melakukan audiensi dengan Kejati Sulbar.

Suasana saat massa aksi dari Mahasiswa Aliansi Mamasa, lakukan audiensi dengan Kejati Sulbar di ruang pelayanan Kantor Kejati Sulbar, Senin 15 Desember 2025. Foto / Sulbarupdate

Dalam audiensi itu Koordinator Aksi, Mondi, menyampaikan kekecewaannya atas tidak adanya respons yang memadai dari Kejati terhadap surat yang telah mereka layangkan sebelumnya.

Ia memaparkan temuan lapangan, termasuk adanya sisa anggaran sebesar Rp1 miliar dari total Rp11,8 miliar yang kuat diduga menjadi sumber praktik korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Kasi III Itel Kejati Sulbar, Wahyudi, menyatakan bahwa lembaganya berkomitmen untuk menindaklanjuti dan mendalami semua laporan.

Wahyudi menekankan adanya Prosedur Operasional Standar (SOP) Kejaksaan yang membatasi ruang gerak pemeriksaan.

“SOP kami pada dasarnya tidak bisa melakukan pemeriksaan jika proyek belum selesai karena dapat mengganggu pekerjaan yang ada. Kami baru bisa masuk untuk melakukan tindakan pemeriksaan pada saat proses pemeliharaan pekerjaan,” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan, pemeriksaan Kejaksaan umumnya didahului oleh audit dari BPK.

Meskipun mendapat penjelasan normatif, Mondi tetap desak adanya tindakan preventif sebelum praktik korupsi benar-benar tuntas di lapangan, menegaskan bahwa mahasiswa menginginkan adanya intervensi hukum sedini mungkin.

Kasi III Intel Kejati Sulbar menutup pertemuan dengan memastikan bahwa semua aspirasi yang disampaikan akan menjadi materi evaluasi internal Kejaksaan Tinggi Sulbar.

Berikut tiga poin utama tuntutan mereka mencerminkan desakan untuk perombakan struktural dan audit eksternal ditanya:.

1. Mendesak Gubernur untuk segera mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas PUPR beserta jajaran yang dinilai bertanggung jawab atas pengerjaan proyek yang cacat mutu, berpotensi membahayakan keselamatan publik, dan merugikan negara.

2. Mendesak Gubernur untuk menegakkan disiplin dengan mencopot Kepala Dinas PUPR dari jabatannya karena dianggap gagal total dalam menjalankan tugas.

3. Mendesak audit forensik oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Itjen Kemenkumham) terhadap Kejaksaan Tinggi Sulbar yang secara kuat diduga terlibat kongkalikong dengan Dinas terkait dalam kasus korupsi proyek Mamasa.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pusaran Harta Triliun dan Bayang-Bayang Investigasi, Menakar Integritas Sherly Tjoanda

    Pusaran Harta Triliun dan Bayang-Bayang Investigasi, Menakar Integritas Sherly Tjoanda

    • 0Komentar

    TERNATE, Sulbarupdate.id – Sorotan tajam kini mengarah pada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Pasca-terungkapnya data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), publik dan lembaga antirasuah mulai mempertanyakan orisinalitas serta kewajaran lonjakan kekayaan sang kepala daerah yang dinilai anomali dalam kurun waktu singkat. Sherly, alumnus pendidikan tinggi di Belanda, tercatat memiliki total kekayaan fantastis senilai Rp972 […]

  • Miris! Hardiknas 2026, SDLB di Majene Disegel Ahli Waris Lahan

    Miris! Hardiknas 2026, SDLB di Majene Disegel Ahli Waris Lahan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Ironi terjadi di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Sebuah Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur yang telah puluhan tahun jadi tempat belajar anak-anak berkebutuhan khusus, mendadak disegel oleh ahli waris lahan, Sabtu (2/5/2026). Akibatnya, aktivitas belajar mengajar terhenti […]

  • Diikuti 180 Pecatur Bupati Cup I Resmi Dibuka, Ada 8 Master Ikut Tarung 

    Diikuti 180 Pecatur Bupati Cup I Resmi Dibuka, Ada 8 Master Ikut Tarung 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamasa kini mulai menancapkan taringnya di dunia asah otak. Untuk pertama kalinya, Turnamen Catur Bupati Mamasa Cup I resmi digelar. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, di tribun Lapangan Kondosapata pada Sabtu (20/12/2025). Turnamen yang berlangsung selama tiga hari (20–22 Desember 2025) ini bukan sekadar lomba biasa, melainkan […]

  • Redam Keresahan Petani, SPKS Mamuju Tengah Pantau Harga TBS di Pabrik

    Redam Keresahan Petani, SPKS Mamuju Tengah Pantau Harga TBS di Pabrik

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, SULBARUPDATE.ID — Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, melakukan kunjungan kerja dan audiensi ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah tersebut pada Kamis (28/5/2026).  Langkah ini diambil untuk merespons keresahan para petani terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit dalam beberapa waktu terakhir. ​Ketua SPKS Mateng, Irfan, […]

  • Bupati Mamasa Tinjau Jalan Ekstream Pamoseang Pangga, Perbaikan Dilakukan Bertahap

    Bupati Mamasa Tinjau Jalan Ekstream Pamoseang Pangga, Perbaikan Dilakukan Bertahap

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID — Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, meninjau langsung kondisi jalan ekstrem menuju Desa Pamoseang Pangga, Kecamatan Aralle, Selasa (13.01.2026). Jalan sepanjang sekitar 7,5 kilometer tersebut dinilai sangat menantang karena tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan hanya bisa dijangkau dengan sepeda motor serta berjalan kaki. Kunjungan kerja ini turut didampingi Wakil Ketua DPRD Mamasa […]

  • Seleksi JPT Eselon II Mamasa Diikuti 54 Peserta, Welem: “Jangan ada Gerakan Tambahan”

    Seleksi JPT Eselon II Mamasa Diikuti 54 Peserta, Welem: “Jangan ada Gerakan Tambahan”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, memberikan instruksi tegas terkait pelaksanaan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Pemerintah Kabupaten Mamasa tahun 2026. Ia menekankan agar seluruh proses penjaringan pejabat eselon II tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai regulasi. ​Hal tersebut ditegaskan Bupati saat membuka kegiatan seleksi JPT yang berlangsung di Ruang Auditorium Lembaga […]

expand_less