Breaking News
light_mode
Beranda » Sulawesi Barat » Bawah Tiga Tuntutan, Puluhan Mahasiswa Mamasa Demo di Kantor Gubernur Sulbar dan Kejati 

Bawah Tiga Tuntutan, Puluhan Mahasiswa Mamasa Demo di Kantor Gubernur Sulbar dan Kejati 

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 15 Des 2025
  • visibility 575
  • comment 0 komentar

Mamuju, Sulbarupdate.id – Gelombang kekecewaan terhadap dugaan praktik korupsi dan pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak standar kembali tumpah di jantung pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Talipukki, lakukan aksi unjuk rasa di dua titik yakni Kantor Gubernur Sulbar dan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar, Senin 15 Desember 2025.

Massa aksi menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban atas proyek pengaspalan jalan poros Urekang-Mambi, Kecamatan Mambi.

Aksi ini dipimpin oleh koordinator lapangan (Korlap) Mondi. Sekira pukul 14:20 WITA, massa memuemulai aksinya di depan Kantor Gubernur Sulbar.

Sebagai simbol kemarahan terhadap lambannya respons pemerintah, massa aksi sempat melakukan pembakaran ban, menegaskan eskalasi tuntutan mereka.

Usai menyampaikan tuntutannya di Kantor Gubernur Sulbar, massa aksi memindahkan fokus perjuangan mereka menuju Kantor Kejaksaan Tinggi Sulbar.

Kedatangan massa aksi di Kejati merupakan manifestasi kekecewaan terhadap lembaga penegak hukum yang dinilai pasif dan tidak transparan dalam menindaklanjuti laporan dugaan korupsi.

“Kami datang ke sini untuk mempertanyakan pemeriksaan yang dilakukan pemerintah namun tidak ada kejelasan,” ungkap Mondi dalam orasinya.

Pihaknya mencurigai adanya indikasi korupsi serius, mengingat klaim Dinas PUPR bahwa pengerjaan telah mencapai 80 persen dinilai kontradiktif dengan kondisi faktual di lapangan.

Puncak dari aksi ini terjadi ketika perwakilan massa dipersilakan masuk untuk melakukan audiensi dengan Kejati Sulbar.

Suasana saat massa aksi dari Mahasiswa Aliansi Mamasa, lakukan audiensi dengan Kejati Sulbar di ruang pelayanan Kantor Kejati Sulbar, Senin 15 Desember 2025. Foto / Sulbarupdate

Dalam audiensi itu Koordinator Aksi, Mondi, menyampaikan kekecewaannya atas tidak adanya respons yang memadai dari Kejati terhadap surat yang telah mereka layangkan sebelumnya.

Ia memaparkan temuan lapangan, termasuk adanya sisa anggaran sebesar Rp1 miliar dari total Rp11,8 miliar yang kuat diduga menjadi sumber praktik korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Kasi III Itel Kejati Sulbar, Wahyudi, menyatakan bahwa lembaganya berkomitmen untuk menindaklanjuti dan mendalami semua laporan.

Wahyudi menekankan adanya Prosedur Operasional Standar (SOP) Kejaksaan yang membatasi ruang gerak pemeriksaan.

“SOP kami pada dasarnya tidak bisa melakukan pemeriksaan jika proyek belum selesai karena dapat mengganggu pekerjaan yang ada. Kami baru bisa masuk untuk melakukan tindakan pemeriksaan pada saat proses pemeliharaan pekerjaan,” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan, pemeriksaan Kejaksaan umumnya didahului oleh audit dari BPK.

Meskipun mendapat penjelasan normatif, Mondi tetap desak adanya tindakan preventif sebelum praktik korupsi benar-benar tuntas di lapangan, menegaskan bahwa mahasiswa menginginkan adanya intervensi hukum sedini mungkin.

Kasi III Intel Kejati Sulbar menutup pertemuan dengan memastikan bahwa semua aspirasi yang disampaikan akan menjadi materi evaluasi internal Kejaksaan Tinggi Sulbar.

Berikut tiga poin utama tuntutan mereka mencerminkan desakan untuk perombakan struktural dan audit eksternal ditanya:.

1. Mendesak Gubernur untuk segera mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas PUPR beserta jajaran yang dinilai bertanggung jawab atas pengerjaan proyek yang cacat mutu, berpotensi membahayakan keselamatan publik, dan merugikan negara.

2. Mendesak Gubernur untuk menegakkan disiplin dengan mencopot Kepala Dinas PUPR dari jabatannya karena dianggap gagal total dalam menjalankan tugas.

3. Mendesak audit forensik oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Itjen Kemenkumham) terhadap Kejaksaan Tinggi Sulbar yang secara kuat diduga terlibat kongkalikong dengan Dinas terkait dalam kasus korupsi proyek Mamasa.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Kesbangpol Sulbar dan MUI: Perkuat Dakwah Menyejukkan dan Ketahanan Umat

    Sinergi Kesbangpol Sulbar dan MUI: Perkuat Dakwah Menyejukkan dan Ketahanan Umat

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat , Darwis dDamir melakukan kunjungan strategis ke jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulbar. Pertemuan yang berlangsung dialogis ini bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah dan ulama dalam menjaga harmoni sosial, kualitas dakwah, serta ketahanan masyarakat menghadapi tantangan zaman. Hal ini juga sejalan dengan […]

  • Protes Kerusakan Sungai, Warga Gentungan Raya Sita Ekskavator Tambang Pasir

    Protes Kerusakan Sungai, Warga Gentungan Raya Sita Ekskavator Tambang Pasir

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Aliansi Masyarakat Gentungan Raya melakukan aksi protes keras dengan menyita satu unit alat berat jenis excavator milik perusahaan tambang pasir CV Sinar Harapan di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sabtu (24/1/2026) kemarin. Penyitaan ini merupakan puncak kekesalan warga terhadap aktivitas penambangan di Sungai Gentungan yang dinilai telah merusak ekosistem dan mengancam lingkungan pemukiman […]

  • Jelang Nataru, Wakil Ketua DPRD Mamasa Minta Dinas Terkait Pantau Stok Pangan

    Jelang Nataru, Wakil Ketua DPRD Mamasa Minta Dinas Terkait Pantau Stok Pangan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Menyongsong momentum Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, instruksikan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) serta Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) untuk melakukan akselerasi pengawasan di lapangan. Langkah ini diambil guna menjamin ketersediaan komoditas bahan pokok sekaligus menekan fluktuasi harga yang mulai meresahkan masyarakat. Arwin […]

  • Pembayaran Jasa Dekorasi HUT RI di Mamasa Dipertanyakan, Vendor Mengaku Belum Dibayar

    Pembayaran Jasa Dekorasi HUT RI di Mamasa Dipertanyakan, Vendor Mengaku Belum Dibayar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Persoalan pembayaran jasa dekorasi kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mamasa ramai dibicarakan di kalangan masyarakat. Pasalnya, sejumlah pihak yang terlibat dalam pengerjaan dekorasi mengaku hingga akhir Agustus 2026 belum memperoleh kejelasan terkait pembayaran. Keluhan tersebut disampaikan salah seorang penyedia jasa dekorasi melalui unggahan media sosial, Senin […]

  • Satu Rumah Rusak Akibat Pohon Tumbang, Polres Majene Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan AP. Pettarani

    Satu Rumah Rusak Akibat Pohon Tumbang, Polres Majene Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan AP. Pettarani

    • 0Komentar

    Majene- Sulbarupdate.id – Sebuah rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa pohon tumbang yang terjadi pada Senin (22/12/2025). Peristiwa tersebut terjadi di wilayah permukiman warga setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari di Jalan AP. Pettarani, Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Senin (22/12/2025). Pohon berukuran besar […]

  • Jaga Nyala Tradisi: Latihan Rutin Penari Anjungan Sulawesi Barat sebagai Investasi Budaya Berkelanjutan

    Jaga Nyala Tradisi: Latihan Rutin Penari Anjungan Sulawesi Barat sebagai Investasi Budaya Berkelanjutan

    • 0Komentar

    Jakarta, Sulbarupdate.id — Setiap hari Minggu, denyut semangat seni terasa hidup di Anjungan Sulawesi Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Para penari berlatih dengan tekun dan penuh disiplin sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas seni budaya daerah. Seperti yang dilakukan pada Minggu 8 Februari 2026, latihan ini bukan sekadar persiapan tampil pada […]

expand_less