Raih Juara I Se-Sulawesi Tekan Pengangguran, Gubernur Sulbar: Ini Anugerah untuk Rakyat
- account_circle Ancha
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar

Proses penerimaan penghargaan sebagai juara pertama di kawasan Sulawesi dalam sebagai Gubernur yang berhasil tekan penurunan angka pengangguran di Sulbar di Kendari Sultra.(Dok.Humas Pemprov Sulbar)
MAMUJU, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) sukses menyabet penghargaan sebagai juara pertama di kawasan Sulawesi dalam upaya penurunan angka pengangguran.
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menegaskan bahwa capaian bergengsi ini bukan semata-mata prestasi individu pimpinan, melainkan buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Saya bersyukur, kami bisa mendapat anugerah juara satu untuk kawasan se-Provinsi Sulawesi dalam rangka upaya penurunan angka pengangguran. Penghargaan ini adalah bukti kolaborasi,” ujar Suhardi Duka di Mamuju.
Menurut Suhardi, persoalan pengangguran merupakan salah satu tantangan mendasar yang dihadapi oleh setiap daerah.
Oleh karena itu, keberhasilan menekan angka pengangguran di Sulbar tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta sektor swasta.
Ia mengapresiasi inovasi yang lahir dari kerja sama dengan enam pemerintah kabupaten di Sulbar, serta dukungan para pelaku usaha yang terus berkomitmen membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Tidak ingin cepat puas, Suhardi berharap penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk menyelesaikan tantangan pembangunan lainnya, khususnya pengentasan kemiskinan.
Saat ini, angka kemiskinan di Sulawesi Barat tercatat berada di kisaran 3 persen. Angka tersebut mengindikasikan bahwa posisi Sulbar sudah berada di bawah rata-rata angka kemiskinan nasional. Namun, pemprov tetap berkomitmen untuk terus menurunkannya.
“Anugerah ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja. Walaupun angka kemiskinan Sulawesi Barat saat ini sudah berada di bawah angka nasional, kami tetap harus berupaya lebih keras untuk menurunkannya,” lanjutnya.
Di sisi lain, Pemprov Sulbar kini juga tengah fokus pada program perlindungan angkatan kerja. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat dapat bekerja secara berkelanjutan dan meminimalisir risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Suhardi kembali mengingatkan bahwa stabilitas ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi daerah hanya bisa dijaga jika pemerintah provinsi dan enam pemerintah kabupaten berjalan beriringan.
“Saya kira ini adalah anugerah bagi rakyat Sulawesi Barat. Bukan untuk saya, tetapi untuk kita semua,” pungkas Suhardi. (***)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
