Seleksi JPT Eselon II Mamasa Diikuti 54 Peserta, Welem: “Jangan ada Gerakan Tambahan”
- account_circle Whelson
- calendar_month Jum, 27 Feb 2026
- visibility 373
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, memberikan instruksi tegas terkait pelaksanaan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Pemerintah Kabupaten Mamasa tahun 2026.
Ia menekankan agar seluruh proses penjaringan pejabat eselon II tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai regulasi.
Hal tersebut ditegaskan Bupati saat membuka kegiatan seleksi JPT yang berlangsung di Ruang Auditorium Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Makassar, Kamis (26/2/2026) kemarin.
Seleksi ini diikuti oleh 54 peserta yang akan memperebutkan posisi untuk mengisi kekosongan jabatan pada 10 instansi eselon II di lingkup Pemkab Mamasa.
Dari total peserta tersebut, tim panitia seleksi (Pansel) akan menyaring 30 besar hingga mengerucut menjadi 10 nama terpilih berdasarkan rekomendasi hasil asesmen.
Dalam sambutannya, Welem mengingatkan para peserta agar tidak mencari celah di luar prosedur resmi yang telah ditetapkan.
Welem menegaskan, agar perdeta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik tanpa ada gerakan lain.
“Saya percaya bahwa 54 orang yang ikut pansel saat ini adalah aset SDM terbaik di Mamasa. Saya meminta jangan lagi ada ‘gerakan-gerakan tambahan’ di luar seleksi resmi yang tidak sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ada,” ujar Welem di hadapan peserta.
Selain menuntut profesionalisme dari sisi penyelenggara, Bupati juga memberikan wejangan moral kepada para peserta.
Ia meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut untuk menanamkan sikap optimis, jujur, dan adil selama proses seleksi berlangsung.
Welem juga menyentil terkait dinamika pasca-seleksi. Ia menegaskan bahwa ASN wajib menjaga netralitas dan tidak membawa atmosfer politik praktis ke dalam lingkungan kerja pemerintahan.
”Kalian adalah ASN yang diwajibkan menganut azas netralitas. Jabatan adalah tugas tambahan, tetapi yang lebih utama adalah dedikasi dan pengabdian,” tegasnya.
Ia pun berharap, siapapun yang terpilih nantinya tidak memicu perpecahan di internal birokrasi.
“Saya berharap setelah seleksi ini berakhir, jangan lagi ada istilah oposisi karena kalian bukanlah praktisi politik,” pungkas Welem.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
