Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Anggaran Nihil, Hutan Lindung Tandeallo Majene Marak Dijarah Pembalak Liar

Anggaran Nihil, Hutan Lindung Tandeallo Majene Marak Dijarah Pembalak Liar

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Kondisi hutan lindung di Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, kini berada dalam titik kritis.

Praktik pembalakan liar (illegal logging) dilaporkan kian masif, sementara otoritas pengawasan mengaku lumpuh total akibat kendala operasional.

Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Majene menyatakan tidak berdaya membendung aksi penjarahan tersebut.

Kepala UPTD KPH Majene, Abdul Hamid, mengakui bahwa wilayah kerjanya telah menjadi sasaran empuk para perambah hutan.

Menurut Hamid, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama pihaknya tidak mampu melakukan tindakan represif atau patroli rutin yang memberikan efek jera.

Selama ini, upaya yang dilakukan hanya sebatas imbauan yang kerap diabaikan oleh para pelaku.

“Benar, pembalakan liar di Tandeallo sangat marak, tapi kami di UPTD tidak memiliki anggaran operasional,” ujar Hamid saat dikonfirmasi, Sabtu (18/1/2026).

Krisis anggaran ini berdampak langsung pada proses penegakan hukum di lapangan. Hamid membeberkan fakta miris di mana sejumlah barang bukti kayu hasil jarahan terpaksa dimusnahkan di lokasi karena pemerintah tidak memiliki biaya untuk proses evakuasi.

“Barang bukti tidak bisa kami amankan karena tidak ada biaya mobil angkut. Akhirnya kami musnahkan di tempat dengan cara dipotong-potong (menggunakan gergaji mesin),” tambahnya.

Selain masalah finansial, lemahnya pengawasan hutan di Majene juga dipicu oleh buruknya koordinasi antar-lembaga.

Hamid mengklaim telah berulang kali melaporkan temuan lapangan ke pihak Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan, namun belum membuahkan hasil nyata.

Ia menuding pihak Gakkum enggan turun ke lokasi jika belum ada tersangka yang diamankan secara mandiri oleh pihak KPH.

“Sudah sering kami sampaikan ke Gakkum untuk patroli, tapi tidak dilaksanakan. Alasan mereka, bisa turun asalkan sudah ada tersangkanya,” ungkap Hamid dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, hutan lindung Tandeallo terus menanti langkah konkret dari pemerintah provinsi maupun pusat sebelum kerusakan ekosistem di wilayah pegunungan Ulumanda tersebut menjadi permanen.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Majene Digegerkan Penemuan Mayat IRT di Pinggir Pantai

    Warga Majene Digegerkan Penemuan Mayat IRT di Pinggir Pantai

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Warga Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di pesisir pantai pada Jumat pagi (16/1/2026). Korban diketahui berinisial S (48), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) setempat. Jenazah korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.30 WITA oleh Amiruddin (45), seorang nelayan yang hendak pergi melaut. Saksi […]

  • Bawah Tiga Tuntutan, KAMRI Majene Lakukan Aksi Unjuk Rasa

    Bawah Tiga Tuntutan, KAMRI Majene Lakukan Aksi Unjuk Rasa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) Majene, lakukan aksi unjuk rasa (Uras) di Tugu Pertokoan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Selasa, 16 Desember 2025. Dalam aksi tersebut, Kamri mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan program strategis nasional. Kamri menyoroti […]

  • Plt Kabag Umum Pemkab Gowa Benarkan Temuan BPK soal Mark-Up Jamuan Tamu Rp851 Juta

    Plt Kabag Umum Pemkab Gowa Benarkan Temuan BPK soal Mark-Up Jamuan Tamu Rp851 Juta

    • 0Komentar

    Gowa, Sulbarupdate.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa, Arham Rahmat, membenarkan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kelebihan pembayaran belanja makanan dan minuman (mamin) jamuan tamu senilai Rp851,36 juta pada Tahun Anggaran 2024. Hal tersebut disampaikan Arham saat dikonfirmasi pada Jumat, 30 Januari 2025, di salah satu kafe yang […]

  • Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pintu Gerbang Mamuju Diserahkan ke Kejaksaan

    Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pintu Gerbang Mamuju Diserahkan ke Kejaksaan

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pintu Gerbang Batas Kota Mamuju, Kabupaten Mamuju, memasuki babak baru. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulawesi Barat resmi melimpahkan tiga tersangka beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Mamuju, Rabu (14/1/2026). Penyerahan Tahap II ini dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak kejaksaan. […]

  • BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Polman, Puluhan Rumah Warga Hangus Terbakar

    BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Polman, Puluhan Rumah Warga Hangus Terbakar

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id – Kebakaran hebat terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk di Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/2/2026) siang. Belum diketahui penyebab peristiwa tersebut. ​Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, api pertama kali terlihat membumbung tinggi dari salah satu rumah penduduk. Kondisi bangunan […]

  • Bupati Mamasa Kunker ke Baruru, Akses Jalan Sudah Bisa Dilalui Roda Empat

    Bupati Mamasa Kunker ke Baruru, Akses Jalan Sudah Bisa Dilalui Roda Empat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Desa Baruru, Kecamatan Aralle, pada Rabu (04/03/2026). Kunjungan ini mencatatkan sejarah sebagai kehadiran pertama kepala daerah di desa terpencil tersebut dengan menggunakan kendaraan roda empat. ​Kedatangan rombongan yang menempuh perjalanan lima jam melewati medan hutan dan jalur ekstrem ini bertujuan untuk memastikan akses […]

expand_less