Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Anggaran Nihil, Hutan Lindung Tandeallo Majene Marak Dijarah Pembalak Liar

Anggaran Nihil, Hutan Lindung Tandeallo Majene Marak Dijarah Pembalak Liar

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
  • visibility 234
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Kondisi hutan lindung di Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, kini berada dalam titik kritis.

Praktik pembalakan liar (illegal logging) dilaporkan kian masif, sementara otoritas pengawasan mengaku lumpuh total akibat kendala operasional.

Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Majene menyatakan tidak berdaya membendung aksi penjarahan tersebut.

Kepala UPTD KPH Majene, Abdul Hamid, mengakui bahwa wilayah kerjanya telah menjadi sasaran empuk para perambah hutan.

Menurut Hamid, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama pihaknya tidak mampu melakukan tindakan represif atau patroli rutin yang memberikan efek jera.

Selama ini, upaya yang dilakukan hanya sebatas imbauan yang kerap diabaikan oleh para pelaku.

“Benar, pembalakan liar di Tandeallo sangat marak, tapi kami di UPTD tidak memiliki anggaran operasional,” ujar Hamid saat dikonfirmasi, Sabtu (18/1/2026).

Krisis anggaran ini berdampak langsung pada proses penegakan hukum di lapangan. Hamid membeberkan fakta miris di mana sejumlah barang bukti kayu hasil jarahan terpaksa dimusnahkan di lokasi karena pemerintah tidak memiliki biaya untuk proses evakuasi.

“Barang bukti tidak bisa kami amankan karena tidak ada biaya mobil angkut. Akhirnya kami musnahkan di tempat dengan cara dipotong-potong (menggunakan gergaji mesin),” tambahnya.

Selain masalah finansial, lemahnya pengawasan hutan di Majene juga dipicu oleh buruknya koordinasi antar-lembaga.

Hamid mengklaim telah berulang kali melaporkan temuan lapangan ke pihak Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan, namun belum membuahkan hasil nyata.

Ia menuding pihak Gakkum enggan turun ke lokasi jika belum ada tersangka yang diamankan secara mandiri oleh pihak KPH.

“Sudah sering kami sampaikan ke Gakkum untuk patroli, tapi tidak dilaksanakan. Alasan mereka, bisa turun asalkan sudah ada tersangkanya,” ungkap Hamid dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, hutan lindung Tandeallo terus menanti langkah konkret dari pemerintah provinsi maupun pusat sebelum kerusakan ekosistem di wilayah pegunungan Ulumanda tersebut menjadi permanen.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Mamuju Sita Rp 1,5 Miliar Hasil Korupsi

    Kejari Mamuju Sita Rp 1,5 Miliar Hasil Korupsi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Sepanjang tahun 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju, catat kinerja signifikan dalam pengembalian aset negara dengan menyita dana hasil tindak pidana korupsi senilai kurang lebih Rp 1,5 miliar. Jumlah tersebut terperinci dari uang pengganti sebesar Rp1.272.262.000, yang ditambah dengan pembayaran denda sejumlah Rp250.000.000, dari berbagai kasus korupsi yang ditangani. Seluruh dana sitaan tersebut […]

  • Warga Basah oleh Hujan, Kering oleh Air PDAM

    Warga Basah oleh Hujan, Kering oleh Air PDAM

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Langit boleh saja menumpahkan hujan, tetapi kran-kran di rumah warga tetap sunyi. Di tengah guyuran air dari langit, sebagian sudut Kota Mamuju justru merasakan ironi: tanah basah, namun bak penampungan kosong, Mamuju 21/2/2026. Sudah lima hari air dari PDAM Tirta Manakarra tak lagi mengalir di sejumlah titik, salah satunya di BTN […]

  • Kejar Target Presiden 87 Persen KP2B, Pemprov Sulbar Gaspol Sinkronkan Tata Ruang dan Pertanian

    Kejar Target Presiden 87 Persen KP2B, Pemprov Sulbar Gaspol Sinkronkan Tata Ruang dan Pertanian

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Tim Penyusunan RTRW terus mempercepat penyesuaian tata ruang untuk mendukung kebijakan nasional di sektor pangan. Menindaklanjuti hasil rapat lintas sektor di Kementerian ATR/BPN pada 12 Desember 2025, Tim Penyusunan RTRW menggelar rapat koordinasi bersama Dinas TPHP Sulbar baru-baru ini, guna memenuhi target Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan […]

  • Warga Pamboang Majene Tolak Keras Operasi Pertambangan PT CIAM

    Warga Pamboang Majene Tolak Keras Operasi Pertambangan PT CIAM

    • 0Komentar

    Majene, Sulbarupdate.id – Gelombang penolakan keras terhadap kegiatan pertambangan batu oleh PT Cadas Industri Azelia Mekar (PT CIAM) melanda Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Perseteruan antara korporasi dan masyarakat setempat mencapai klimaks setelah warga, yang didukung oleh berbagai organisasi, secara tegas menuntut penghentian total aktivitas perusahaan. Pada hari Senin, 9 Desember 2025, eskalasi konflik […]

  • Bapperida Sulbar Percepat Pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan, Perkuat Konektivitas Logistik

    Bapperida Sulbar Percepat Pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan, Perkuat Konektivitas Logistik

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat bersama pemangku kepentingan nasional dan daerah mempercepat pengembangan kawasan ekonomi dan infrastruktur pelabuhan melalui koordinasi lintas sektor di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar, Jumat (6/2/2026). Langkah ini menjadi bagian strategis dalam memperkuat konektivitas logistik, meningkatkan daya saing wilayah pesisir, serta […]

  • Momen Perayaan Natal, Wabub Mamasa Jadi Dirjen Paduan Suara di Rujab 

    Momen Perayaan Natal, Wabub Mamasa Jadi Dirjen Paduan Suara di Rujab 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Nuansa khidmat dan semangat inklusivitas mewarnai perayaan Natal Keluarga Besar Rumah Jabatan Bupati Mamasa yang diselenggarakan di Lembang Banggo pada Kamis 25 Desember 2025. Momen tersebut menjadi istimewa tatkala Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, secara spontanitas tampil sebagai dirigen paduan suara. Kehadiran H. Sudirman di podium dirigen menyita perhatian sekaligus apresiasi dari […]

expand_less