Buntut Temuan Belatung, Pengawasan Dapur MBG di Mamasa Diperketat
- account_circle Whelson
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi memperketat pengawasan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah tegas ini diambil menyusul temuan belatung pada menu makanan di wilayah Aralle yang sempat mencuat beberapa waktu lalu.
Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Mamasa, Muhammad Syahrul Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten akan melakukan inspeksi rutin guna memastikan standar higienitas dan kelayakan konsumsi terpenuhi sebelum makanan sampai ke tangan penerima manfaat.
“Kami sudah bersepakat untuk melakukan pengawasan rutin secara ketat agar kejadian menonjol tidak terulang kembali. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk menjaga mutu layanan,” ujar Syahrul, Senin (4/5/2026).
Syahrul menekankan bahwa intervensi ini bukan bertujuan untuk mencampuri urusan operasional internal SPPG, melainkan sebagai fungsi kontrol terhadap proses produksi dan pemilihan bahan baku di setiap dapur.
Untuk memperkuat lini pengawasan, Syahrul menginstruksikan para kader di tingkat sekolah dan Posyandu untuk bertindak sebagai garda terdepan dalam pengecekan kualitas.
Protokol baru yang wajib dipatuhi antara lain melakukan pengecekan menyeluruh terhadap menu makanan saat tiba di lokasi distribusi. Larangan keras menandatangani berita acara serah terima sebelum bahan baku dan menu dinyatakan layak konsumsi.
Jika ditemukan menu yang tidak sesuai SOP, PIC atau kader wajib segera berkoordinasi dengan Kepala SPPG untuk melakukan evaluasi dan penggantian menu seketika.
Terkait respons publik, Syahrul mengimbau masyarakat untuk lebih mengedepankan koordinasi langsung jika menemukan kejanggalan pada menu makanan.
Ia meminta warga melaporkan temuan tersebut kepada pihak SPPG atau relawan setempat agar solusi cepat—seperti penggantian menu—dapat segera dilakukan.
“Kami berharap program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini tetap berjalan maksimal demi mewujudkan target Generasi Emas 2045,” pungkasnya.
Langkah preventif ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus menjamin hak pemenuhan gizi anak-anak di Kabupaten Mamasa tetap terjaga dengan standar keamanan pangan yang tinggi.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
