Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud: Pembangunan Harus Sejalan Dengan Moralitas Iman
- account_circle Ancha
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- visibility 269
- comment 0 komentar

Ket. Gambar: Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud (Dok. Istimewa)
BALIKPAPAN, Sulbarupdate.id – Menutup lembaran tahun 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyelenggarakan kegiatan “Dzikir dan Doa untuk Negeri” yang dipusatkan di Balikpapan Islamic Center (BIC) pada Rabu (31/12/2025).
Mengangkat tema “Muhasabah Diri Raih Prestasi, Mewujudkan Balikpapan Madinatul Iman”, acara ini menjadi momentum bagi jajaran pejabat pemerintah dan elemen masyarakat untuk bersimpuh dalam refleksi spiritual sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan. Menurutnya, zikir bersama ini adalah bentuk ikhtiar batiniah untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan infrastruktur kota dan kekuatan moral warganya.
“Di pengujung tahun ini, kita melakukan muhasabah. Kita memohon kepada Allah agar seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai sepanjang 2025 membawa keberkahan bagi seluruh warga,” ujar Rahmad.
Ia menambahkan bahwa visi Madinatul Iman tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau megahnya fisik kota, tetapi juga dari pembentukan karakter masyarakat yang berlandaskan iman dan akhlakul karimah.
Apresiasi untuk Akar Rumput
Dalam sambutannya, Rahmad juga memberikan apresiasi khusus kepada para Ketua RT, RW, majelis taklim, hingga komunitas pemuda. Ia menilai peran mereka sangat vital dalam menjaga nilai-nilai religius di tingkat lingkungan terkecil.
“Jika nilai religius tumbuh kuat dari keluarga dan lingkungan RT, maka Balikpapan akan tetap menjadi kota yang aman, damai, dan penuh keberkahan,” imbuhnya.
Pesan Moral di Tengah Tantangan Zaman
Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengingatkan bahwa prestasi daerah yang telah diraih harus dibarengi dengan kerendahan hati.
Ia menekankan pentingnya orientasi spiritual agar arah pembangunan tidak melenceng di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
“Kegiatan ini penting agar kita tetap solid dan memiliki landasan moral yang kuat dalam menatap masa depan,” kata Bagus.
Ketua Panitia, Andi M Yusri Ramli, menjelaskan bahwa dzikir akhir tahun merupakan agenda tetap Balikpapan Islamic Center. Tujuannya adalah mengajak warga merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih positif dan khidmat.
Rangkaian acara meliputi, pembacaan Asmaul Husna, lantunan Shalawat Nabi, doa bersama untuk keselamatan dan persatuan bangsa.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat agar menyambut tahun baru dengan ketenangan hati dan rasa syukur, bukan sekadar euforia yang berlebihan,” pungkas Yusri.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga yang hadir. Mereka menilai acara ini menjadi ruang refleksi yang menyejukkan sekaligus memperkuat identitas Balikpapan sebagai kota yang religius dan inklusif.(*)
- Penulis: Ancha
