Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Viral Video Anak Diduga ‘Ngelem’ di Majene, Polisi Tempuh Langkah Pembinaan

Viral Video Anak Diduga ‘Ngelem’ di Majene, Polisi Tempuh Langkah Pembinaan

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
  • visibility 676
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video singkat memperlihatkan sekelompok anak di bawah umur diduga tengah menghisap lem (ngelem) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Belakangan diketahui perbuatan tak terpuji itu dilakukan di depan pintu gerbang Kampus STAIN Majene, Kecamatan Banggae, Majene.

Video tersebut pertama kali diunggah di platform Facebook dan menunjukkan aktivitas beberapa anak yang memegang kantong plastik, Selasa (12/5/2026).

Aksi tersebut memicu keprihatinan mendalam dari netizen yang menilai fenomena ini sebagai bentuk degradasi moral dan lemahnya pengawasan terhadap generasi muda.

Sejumlah warga net menyuarakan agar pihak berwenang segera bertindak demi memberikan efek jera sekaligus menyelamatkan masa depan anak-anak tersebut.

“Meresahkan ini, mungkin bisa ditindaklanjuti supaya tidak terpengaruh anak-anak di sekitar tempat tinggal,” tulis salah satu akun dalam kolom komentar.

Polres Majene bergerak cepat merespons aduan masyarakat tersebut. Kasi Humas Polres Majene, Iptu Suyuti, menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi informasi tersebut dan berkoordinasi dengan unit terkait untuk penanganan segera.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk penanganan awal berupa pembinaan kepada anak-anak yang dimaksud,” ujar Iptu Suyuti dalam keterangan resminya.

Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya proses hukum jika ditemukan unsur pidana dalam pengembangan kasus tersebut.

Namun, untuk saat ini, fokus utama adalah pendekatan persuasif dan edukatif mengingat usia para pelaku yang masih sangat muda.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, Polres Majene berkomitmen untuk menargetkan titik-titik rawan yang sering dijadikan tempat berkumpulnya remaja pada malam hari.

Polres Majene juga dorong peran orang tua, lingkungan, dan sekolah dalam memberikan pengawasan ketat.

Polisi mengimbau warga agar tidak sekadar merekam dan menyebarkan konten serupa ke media sosial, melainkan segera melapor kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas membahayakan.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Tata Kelola Keuangan Daerah, BPKAD Sulbar dan BPD Sulselbar Perkuat Kolaborasi Strategis

    Dukung Tata Kelola Keuangan Daerah, BPKAD Sulbar dan BPD Sulselbar Perkuat Kolaborasi Strategis

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Mohammad Ali Chandra, menerima kunjungan silaturahmi Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Utama Mamuju, Romy Thaha, Kepala Divisi Kepatuhan PT. Bank Sulselbar, Amri Mahmud, dan Pemimpin Seksi Pemasaran, Supriadi Saleh, Jumat (9/1/2026). Bertempat di Ruang Kepala BPKAD Sulbar, pertemuan ini sebagai bentuk penguatan sinergi dan koordinasi antara pemerintah […]

  • DKP Sulbar Dukung Penguatan Program Perikanan Tangkap Kabupaten Pasangkayu

    DKP Sulbar Dukung Penguatan Program Perikanan Tangkap Kabupaten Pasangkayu

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergi antar daerah terkait pengembangan program kerja perikanan tangkap tahun 2026, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasangkayu Afriani, melakukan kunjungan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat. Kunjungan ini berlangsung pada Senin (09/02/26), di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar. Acara yang dimulai pada pukul […]

  • BREAKING NEWS: Pesawat Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros

    BREAKING NEWS: Pesawat Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Sebuah pesawat jenis ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026) siang. Berdasarkan data yang dihimpun, pesawat tersebut tengah menempuh rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Titik koordinat terakhir pesawat terdeteksi berada di kawasan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Maros. Kronologi Kejadian […]

  • Realisasi Program Pupuk Gratis WS – Hadir Menuai Kritik, Visi Misi Gagal? 

    Realisasi Program Pupuk Gratis WS – Hadir Menuai Kritik, Visi Misi Gagal? 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Program bantuan pupuk gratis yang menjadi instrumen utama dalam visi-misi pasangan Welem Sambolangi dan H. Sudirman (WS-Hadir) kini tengah disorot tajam. Alih-alih meringankan beban sektor pertanian, sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mamasa justru mengeluhkan rumitnya birokrasi yang dinilai mempersulit masyarakat bawah. ​Sejumlah petani mengaku kecewa karena prosedur administrasi yang berbelit tak sebanding […]

  • Bertabur Tokoh Nasional, Zainal Arifin Mochtar Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM

    Bertabur Tokoh Nasional, Zainal Arifin Mochtar Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM

    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, Sulbarupdate.id – Pakar hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (15/1/2026). Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM ini dihadiri oleh deretan tokoh penting mulai dari mantan wakil presiden hingga tokoh politik nasional. Akademisi yang akrab disapa Uceng ini resmi […]

  • Warga Keluhkan Pelayanan PTSP Mamasa, Pengurusan NIB Diduga Dipersulit

    Warga Keluhkan Pelayanan PTSP Mamasa, Pengurusan NIB Diduga Dipersulit

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menuai sorotan tajam. Instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam kemudahan berusaha ini diduga mempersulit warga yang ingin mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). ​Dugaan tersebut mencuat setelah salah seorang warga—yang meminta identitasnya dirahasiakan—mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak profesional […]

expand_less