Breaking News
light_mode
Beranda » Sulawesi Barat » Tuntut Transparansi Proyek ‘Sekolah Rakyat’, Mahasiswa Demo di Depan Kantor Gubernur Sulbar

Tuntut Transparansi Proyek ‘Sekolah Rakyat’, Mahasiswa Demo di Depan Kantor Gubernur Sulbar

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
  • visibility 254
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sulawesi Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (4/6/2026). 

Massa menuntut transparansi terkait pelaksanaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dalam aksinya, GMH menyoroti dua isu krusial: minimnya penyerapan tenaga kerja lokal serta dugaan belum dikantonginya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh pihak pengembang.

Ketua GMH Sulawesi Barat, Mondy, menyatakan kekecewaannya terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat dan PT Hutama Karya selaku kontraktor penyedia jasa. Menurut Mondy, pihak-pihak terkait terkesan menutup diri dari ruang dialog.

“Kami kecewa terhadap PUPR Provinsi Sulawesi Barat dan PT Hutama Karya karena tidak bersedia menemui kami. Sikap ini menimbulkan dugaan adanya upaya untuk menutupi berbagai persoalan yang ada dalam pelaksanaan Proyek Sekolah Rakyat,” ujar Mondy di sela-sela aksi.

Mondy mengungkapkan, GMH sebelumnya telah melayangkan surat permohonan audiensi resmi kepada Dinas PUPR Sulbar pada 25 Mei 2026 lalu. Namun, hingga aksi demonstrasi ini digelar, surat tersebut tidak mendapatkan respons maupun undangan dialog dari instansi terkait.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan mahasiswa adalah keterlibatan sekitar 750 tenaga kerja yang didatangkan dari luar wilayah Sulawesi Barat. 

GMH menilai, kebijakan ini mengabaikan potensi pekerja lokal dan tidak memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi masyarakat setempat.

Selain persoalan ketenagakerjaan, massa aksi juga mempertanyakan legalitas lingkungan dari mega proyek tersebut. GMH menduga proyek Sekolah Rakyat ini berjalan tanpa adanya dokumen AMDAL yang sah.

“Kami mempertanyakan keberadaan dokumen AMDAL pada proyek ini. Kejelasan aspek lingkungan sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai regulasi yang berlaku,” tegas Mondy.

Ia menambahkan, apabila pihak pemerintah daerah maupun kontraktor tetap bungkam, GMH mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa lanjutan dengan massa yang lebih besar. 

Target aksi berikutnya adalah kantor Direksi PT Hutama Karya dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat guna meminta kejelasan mengenai porsi penyerapan tenaga kerja lokal.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian tersebut berjalan dengan tertib. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat maupun perwakilan PT Hutama Karya belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan tudingan yang dilayangkan oleh massa aksi.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Mamasa Prioritaskan Penerbitan NIPD bagi Perangkat Desa

    Pemda Mamasa Prioritaskan Penerbitan NIPD bagi Perangkat Desa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memastikan akan prioritaskan penerbitan Nomor Induk Perangkat Desa (NIPD) bagi seluruh perangkat desa di Kabupaten Mamasa. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Mamasa terkait penerbitan NIPD bagi perangkat desa. Kepala DPMD Kabupaten Mamasa Yulianus […]

  • Proyek Agroforestri Rp1,6 Miliar di Mamasa Tuai Polemik, Kades Sebut Realisasi Tak Sesuai Kesepakatan

    Proyek Agroforestri Rp1,6 Miliar di Mamasa Tuai Polemik, Kades Sebut Realisasi Tak Sesuai Kesepakatan

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Kegiatan Agroforestri (wanatani) tahun anggaran 2023 di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, menuai protes. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar tersebut dinilai gagal memenuhi target pertumbuhan tanaman yang telah disepakati sejak awal. ​Kepala Desa Tawalian Timur, Saulinggi, mengungkapkan kekecewaannya setelah meninjau langsung lokasi penanaman di Dusun Salulotong. Ia menyebut […]

  • Ribuan Penerima Manfaat Nikmati Makan Bergizi Gratis di Sumarorong

    Ribuan Penerima Manfaat Nikmati Makan Bergizi Gratis di Sumarorong

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumarorong Batang Uru, Kabupaten Mamasa, kembali menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan penerima manfaat. Penyaluran dipusatkan di Aula Tondok Tallu, Kelurahan Sumarorong, Kecamatan Sumarorong, Selasa (8/9/2026). Sebanyak 2.913 penerima manfaat menikmati MBG tersebut. Mulai dari anak sekolah, pendidik, hingga kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan […]

  • Kejar Target Presiden 87 Persen KP2B, Pemprov Sulbar Gaspol Sinkronkan Tata Ruang dan Pertanian

    Kejar Target Presiden 87 Persen KP2B, Pemprov Sulbar Gaspol Sinkronkan Tata Ruang dan Pertanian

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Tim Penyusunan RTRW terus mempercepat penyesuaian tata ruang untuk mendukung kebijakan nasional di sektor pangan. Menindaklanjuti hasil rapat lintas sektor di Kementerian ATR/BPN pada 12 Desember 2025, Tim Penyusunan RTRW menggelar rapat koordinasi bersama Dinas TPHP Sulbar baru-baru ini, guna memenuhi target Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan […]

  • Harga BBM Eceran di Majene Melejit Hingga Capai Rp30 Ribu, HMI Soroti Pengawasan Pemerintah

    Harga BBM Eceran di Majene Melejit Hingga Capai Rp30 Ribu, HMI Soroti Pengawasan Pemerintah

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual secara eceran di sejumlah wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, disebut mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. BBM eceran yang sebelumnya dijual sekitar Rp18.000 per botol, kini disebut mencapai Rp25.000. Bahkan, di sejumlah titik penjualan, harganya dilaporkan menyentuh Rp30.000 per botol. Kenaikan harga tersebut mendapat sorotan […]

  • Dugaan Pelecehan Picu Cekcok di Majene

    Dugaan Pelecehan Picu Cekcok di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Dugaan tindakan tidak pantas terhadap seorang perempuan berusia 21 tahun sempat memicu perselisihan antara dua warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Beruntung, persoalan tersebut berhasil diredam melalui mediasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Banggae, Polres Majene, dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Mediasi berlangsung di Mako Polsek Banggae, Senin (24/8/2026), dan dihadiri Kapolsek […]

expand_less