Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Survei Indikator: Kejaksaan Agung Menjadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, Tertinggi 2 Tahun Terakhir

Survei Indikator: Kejaksaan Agung Menjadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, Tertinggi 2 Tahun Terakhir

  • account_circle Amr
  • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
  • visibility 283
  • comment 0 komentar

JAKARTA, SULBARUPDATE.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengukuhkan posisinya sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia berdasarkan survei nasional Indikator Politik Indonesia periode 15-21 Januari 2026.

Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa ini mencapai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, mencapai 80 persen. Angka tersebut melampaui lembaga hukum lainnya seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Polri.

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Prof Burhanuddin Muhtadi memaparkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi Kejagung dalam menangani kasus-kasus korupsi besar yang menyita perhatian publik.

Dalam rilis bertajuk “Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-Lembaga Negara”, Kejagung mencatatkan akumulasi tingkat kepercayaan yang sangat signifikan.

Adapun angkanya mencapai 80%.“Kepercayaan publik, sebanyak 74% responden menyatakan cukup percaya dan 6% menyatakan sangat percaya,” kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei secara virtual, Minggu (8/2/2026).

Angka ini menempatkan Kejagung di posisi teratas di antara lembaga hukum lainnya, unggul di atas Mahkamah Konstitusi (75,0%), Pengadilan (74,4%), KPK (71,8%), dan Polri (65,5%). Capaian 80% ini menandai rekor tertinggi Kejaksaan dalam dua tahun terakhir.

Jika membandingkan dengan tren sebelumnya, Kejaksaan terakhir kali menyentuh angka kepercayaan di level 80-an persen pada pertengahan 2024, setelah sebelumnya sempat fluktuatif di angka 70-75% pada periode 2025.

Meningkatnya kepercayaan ini selaras dengan persepsi publik terhadap kondisi penegakan hukum secara umum. Data survei menunjukkan, sebanyak 38,6% publik menilai kondisi penegakan hukum saat ini dalam kondisi baik.

Sebanyak 3,1% bahkan menilainya sangat baik. Salah satu pendorong utama lonjakan kepercayaan ini adalah aksi nyata Kejagung dalam menunjukkan transparansi hasil kerja mereka.

Langkah Kejagung yang menunjukkan tumpukan uang hasil penindakan korupsi senilai Rp6,6 triliun kepada negara melalui Presiden mendapat dukungan masif.

“Mayoritas publik, yakni sebesar 70,7% (gabungan setuju dan sangat setuju), mengapresiasi langkah Kejaksaan yang menunjukkan tumpukan uang sitaan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata kepada masyarakat,” ujar Burhanuddin.

Survei ini dilakukan dengan melibatkan 1.220 responden melalui metode multistage random sampling di seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar 2,9%. (*)

 

  • Penulis: Amr

Rekomendasi Untuk Anda

  • Natal DPRD Mamasa, Wakil Bupati Tekankan Persatuan dan Kekeluargaan

    Natal DPRD Mamasa, Wakil Bupati Tekankan Persatuan dan Kekeluargaan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa menggelar Ibadah Perayaan Natal Tahun 2025 dengan khidmat pada Rabu (17/12/2025). Bertempat di Ruang Rapat DPRD Mamasa, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tali persaudaraan antar pegawai dan pimpinan daerah. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Yoel, ini mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga.” […]

  • Putri Dakka Bakal Laporkan Penyidik dan Kabid Humas Polda Sulsel ke Mabes Polri

    Putri Dakka Bakal Laporkan Penyidik dan Kabid Humas Polda Sulsel ke Mabes Polri

    • 0Komentar

    MAKASSAR – Mantan Calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka, atau yang akrab disapa Putri Dakka, bereaksi keras atas penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan penipuan oleh Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Lewat rilis resminya, Putri Dakka mengancam akan melaporkan sejumlah pihak, termasuk oknum polisi, ke Mabes Polri. Putri Dakka menilai penetapan tersangka terhadap dirinya […]

  • Persimaju Kirim Sinyal Bahaya, Binjai City Jadi Korban Pertama

    Persimaju Kirim Sinyal Bahaya, Binjai City Jadi Korban Pertama

    • 0Komentar

    BANTUL, SULBARUPDATE.id —  Wakil Sulawesi Barat, Persimaju Mamuju, memulai petualangan nasional mereka dengan cara yang menggetarkan. Bermain di Stadion Sultan Agung, Persimaju sukses menaklukkan Binjai City dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga pembuka Grup G Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026, Sabtu (30/5). Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Bagi Persimaju, hasil tersebut […]

  • Aktivist Mamasa Sebut Adanya Dugaan SP2D Fiktif di BPKAD Mamasa

    Aktivist Mamasa Sebut Adanya Dugaan SP2D Fiktif di BPKAD Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID — Rihardes Langi Memanna menyebut adanya dugaan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) fiktif di di sejumlah OPD yang dikeluarkan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamasa. Aktivist mamasa ini bukan sekedar memberikan statement tanpa bukti dan alasan kuat, pihaknya mengaku mengantongi sejumlah bukti yang berindikasi pada dugaan penyimpangan prosedural aturan. Mantan […]

  • Wagub Salim Ajak Seluruh Unsur Perkuat Sinergi Demi Ketertiban dan Keamanan Selama Nataru

    Wagub Salim Ajak Seluruh Unsur Perkuat Sinergi Demi Ketertiban dan Keamanan Selama Nataru

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Wakil Gubernur Sulbar Salim. S Mengga mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pusat dan Daerah Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di ruang Oval Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Senin (1/12/2025). Rakor ini membahas strategi mitigasi serta penanganan terpadu menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. Pasangan Gubernur Suhardi Duka ini menekankan, dalam momentum Nataru […]

  • Diduga Dianiaya Mertua Saat Jemput Anak, Wanita di Mamasa Lapor Polisi

    Diduga Dianiaya Mertua Saat Jemput Anak, Wanita di Mamasa Lapor Polisi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan penganiayaan dalam lingkup keluarga terjadi di Dusun Tusan, Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa. Seorang perempuan bernama Wahyuni Wulan Dari melaporkan mertuanya sendiri ke pihak berwajib atas dugaan tindak kekerasan fisik. Kronologi Kejadian Peristiwa tersebut bermula pada Rabu (24/4/2024), saat korban mendatangi kediaman mertuanya dengan maksud menjemput sang anak yang sebelumnya […]

expand_less