Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » SLB di Majene Disegel, UAS Siswa Terganggu, HMI Minta Pemda Bertindak

SLB di Majene Disegel, UAS Siswa Terganggu, HMI Minta Pemda Bertindak

  • account_circle Juita
  • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
  • visibility 510
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Dunia pendidikan di Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan setelah sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) disegel oleh sekelompok pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan.

Insiden ini tidak hanya menghambat aktivitas belajar mengajar, tetapi juga mengancam pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) bagi siswa berkebutuhan khusus yang seharusnya berlangsung pekan ini.

Peristiwa penyegelan terjadi beberapa hari lalu ketika sekelompok orang datang ke lokasi sekolah dan menutup akses masuk dengan alasan kepemilikan lahan yang dinilai belum memiliki kejelasan hukum selama puluhan tahun.

Tindakan tersebut sontak menghentikan seluruh aktivitas di lingkungan sekolah.

Dampak paling signifikan dirasakan saat siswa dijadwalkan mengikuti UAS. Sejumlah siswa, khususnya anak-anak dengan spektrum autisme, mengalami kesulitan beradaptasi akibat perubahan mendadak tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya gagal mengikuti ujian sesuai jadwal.

Seorang guru di SLB tersebut, Firmansyah, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap kondisi ini. Ia berharap pemerintah segera turun tangan agar proses pendidikan tidak semakin terganggu.

“Kami sangat berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan persoalan ini. Anak-anak kami membutuhkan stabilitas untuk belajar, apalagi ini momen ujian,” ujar Firmansyah, Rabu (6/5/2026).

Ketua Umum HMI Cabang Majene, Muhammad Aslan. (Dok. Istimewa)

Kondisi ini juga menuai reaksi keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene.

Ketua Umum HMI Cabang Majene, Muhammad Aslan, menilai penyegelan tersebut sebagai tindakan yang merugikan dan mencederai hak pendidikan siswa.

Menurutnya, sikap pemerintah daerah yang dinilai lamban dalam merespons situasi justru memperparah keadaan.

“Pemerintah seharusnya cepat menindaklanjuti masalah ini karena UAS sudah terhambat.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan dan ketertiban wilayah, tidak seharusnya masalah seperti ini dibiarkan berlarut tanpa solusi,” tegas Aslan.

HMI Cabang Majene secara resmi mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Majene, bersama instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk segera mengambil langkah konkret.

Mereka meminta agar dilakukan mediasi terbuka antara pihak sekolah dan pihak yang mengklaim sebagai ahli waris guna mencari solusi yang adil.

Selain itu, HMI menekankan bahwa hak konstitusional anak untuk memperoleh pendidikan harus menjadi prioritas utama di atas segala kepentingan lainnya, termasuk sengketa lahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun langkah konkret dari pemerintah daerah terkait penyelesaian konflik tersebut.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa yang berharap anak-anak mereka dapat segera kembali belajar dalam situasi yang aman dan kondusif.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kejelasan status lahan fasilitas publik, terutama yang berkaitan langsung dengan layanan pendidikan.

Tanpa kepastian hukum yang kuat, risiko konflik serupa berpotensi terus terjadi dan merugikan masyarakat luas, khususnya kelompok rentan seperti siswa berkebutuhan khusus.

Masyarakat kini menunggu ketegasan dan kehadiran pemerintah untuk memastikan bahwa hak pendidikan tetap terlindungi dan tidak menjadi korban dalam sengketa yang berkepanjangan.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • 19 Tenaga Honorer Biro Organisasi Setda Sulbar Diangkat PPPK Paruh Waktu

    19 Tenaga Honorer Biro Organisasi Setda Sulbar Diangkat PPPK Paruh Waktu

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Sebanyak 19 tenaga honorer Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diangkat jadi PPPK paruh waktu. Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, tentang PPPK Paruh Waktu Lingkup Pemprov Sulbar, di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 22 Desember 2025. Acara Penyerahan SK tersebut menandakan bahwa sebanyak 4.179 […]

  • KAMRI Soroti Dugaan Persekongkolan Tender Proyek Disdikpora Majene

    KAMRI Soroti Dugaan Persekongkolan Tender Proyek Disdikpora Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia atau KAMRI dalam waktu dekat dikabarkan akan segera melayangkan laporan resmi kepada Kejaksaan Negeri Majene terkait dugaan persaingan usaha tidak sehat dalam proses tender sejumlah proyek pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene. Ketua KAMRI, Muh Firzam, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengumpulkan berbagai […]

  • Hashim: Miliaran Dollar Bakal Masuk Ke RI dari Pasar Carbon

    Hashim: Miliaran Dollar Bakal Masuk Ke RI dari Pasar Carbon

    • 0Komentar

    JAKARTA, SULBARUPDATE.ID – Utusan Khusus Presiden di Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menargetkan pasar karbon di Indonesia bisa berjalan pada Juli 2026. Adapun ditargetkan perdagangan karbon ini bisa mencapai miliaran dolar. Hashim menyampaikan, bahwa Indonesia sejatinya sudah memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas […]

  • Aliansi Masyarakat Adat dan Badko HMI Kecam PT GMTD dalam RDP di DPRD Sulsel

    Aliansi Masyarakat Adat dan Badko HMI Kecam PT GMTD dalam RDP di DPRD Sulsel

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Komite Organisasi Masyarakat Adat, Budaya, Pusaka, dan Sejarah bersama Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan kekecewaannya terhadap PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk. Kekecewaan ini dipicu oleh ketidakseriusan perusahaan dalam menjawab persoalan tata kelola agraria dan kontribusi daerah. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) […]

  • Unsulbar Resmi Hadirkan Program Studi Ilmu Aktuaria

    Unsulbar Resmi Hadirkan Program Studi Ilmu Aktuaria

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id –  Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) secara resmi memperkenalkan Program Studi Ilmu Aktuaria di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Langkah ini diambil untuk mencetak calon aktuaris yang kompeten di tengah pesatnya perkembangan industri asuransi dan manajemen risiko di Indonesia. Ilmu Aktuaria merupakan disiplin ilmu yang mengintegrasikan matematika, statistika, dan teori […]

  • Banjir Kepung Mamuju Tengah, Berikut Jumlah Desa Terdampak 

    Banjir Kepung Mamuju Tengah, Berikut Jumlah Desa Terdampak 

    • 0Komentar

    Mamuju Tengah, Sulbarupdate.id – Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju Tengah melaporkan sejumlah wilayah terendam banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda pada periode 7 hingga 8 Januari 2026. Hingga kini tercatat lima titik di tiga kecamatan terdampak luapan air dengan tingkat kerawanan yang bervariasi. Berdasarkan data yang dihimpun dari […]

expand_less