Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Menimbang Skenario Kursi Kosong Merdeka Barat

Menimbang Skenario Kursi Kosong Merdeka Barat

  • account_circle Firdaus
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

Oleh: Firdaus.

Sulbarupdate.id – Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memanaskan suhu politik di Medan Merdeka. 

Kali ini, pemicunya adalah Gugatan Nomor Perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 di Mahkamah Konstitusi (MK). Diajukan oleh 12 pemohon, gugatan tersebut mempersoalkan keabsahan ijazah Gibran saat mendaftar Pilpres 2024—sebuah materi gugatan yang oleh kuasa hukum KPU dinilai sudah menyerempet wilayah pemakzulan (impeachment).

Hingga ketukan palu hakim MK belum terdengar, Gibran tetaplah Wakil Presiden Republik Indonesia yang sah. Namun, dalam politik yang dinamis, tidak ada salahnya menguji daya tahan konstitusi kita: bagaimana jika skenario terburuk itu benar-benar terjadi?

Merujuk pada konstitusi, jika kursi nomor dua Republik ini mendadak kosong, mekanisme transisi sebenarnya sudah terpeta terang. Presiden berkewajiban mengusulkan dua calon Wakil Presiden pengganti kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Selanjutnya, dalam waktu maksimal 60 hari, MPR wajib menggelar sidang paripurna untuk memilih salah satu di antaranya.

Namun, di atas kertas hukum dasar, realitas politik berkata lain. Para pengamat hukum dan politik mafhum bahwa mendepak seorang wapres di tengah jalan ibarat meruntuhkan tembok karang. 

Koalisi partai pendukung pemerintah hari ini mencengkeram mayoritas mutlak kursi di parlemen. Tanpa restu koalisi besar ini, proses politik formal pemakzulan di tingkat legislatif dipastikan bakal layu sebelum berkembang.

Jika pun keajaiban politik terjadi dan kursi wapres benar-benar lowong, kompromi dipastikan akan kembali ke pangkuan partai politik. 

Secara realistis, bursa pengganti akan mengerucut pada lingkaran elite: entah dua “kancil” yang kini lihai menakhodai partai besar, atau sosok muda alumnus SMA Taruna Nusantara yang belakangan santer dirumorkan bersiap mendampingi Prabowo untuk laga Pemilu 2029.

Pada akhirnya, nasib kursi Merdeka Barat tidak hanya ditentukan oleh keabsahan selembar ijazah di ruang sidang MK, melainkan oleh kalkulasi untung-rugi para oligarki di ruang-ruang gelap kekuasaan.

Nah bagaimana jika garis takdir berkehendak lain, Presiden mangkat ketika MK belum memutus perkaranya?

Penulis adalah Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.(***)

  • Penulis: Firdaus
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Mamasa Kunker ke Baruru, Akses Jalan Sudah Bisa Dilalui Roda Empat

    Bupati Mamasa Kunker ke Baruru, Akses Jalan Sudah Bisa Dilalui Roda Empat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Desa Baruru, Kecamatan Aralle, pada Rabu (04/03/2026). Kunjungan ini mencatatkan sejarah sebagai kehadiran pertama kepala daerah di desa terpencil tersebut dengan menggunakan kendaraan roda empat. ​Kedatangan rombongan yang menempuh perjalanan lima jam melewati medan hutan dan jalur ekstrem ini bertujuan untuk memastikan akses […]

  • BBM dan Elpiji Langka di Sulbar, HMI BADKO Desak Evaluasi Total Pertamina Patra Niaga

    BBM dan Elpiji Langka di Sulbar, HMI BADKO Desak Evaluasi Total Pertamina Patra Niaga

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kelangkaan BBM dan gas elpiji yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Barat menuai kritik keras dari BADKO Sulbar Bidang BUMD, Energi, Sumber Daya Alam dan Minerba, Sabtu (12/9/2026). Ketua bidang, Muhammad Alif Mulky, mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dievaluasi karena dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan pasokan dan distribusi energi yang […]

  • Buaya Pemangsa Warga di Polman Ditemukan Mati Mengapung, Diduga Makan Racun

    Buaya Pemangsa Warga di Polman Ditemukan Mati Mengapung, Diduga Makan Racun

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Teror predator berdarah dingin yang menghantui warga di sepanjang Sungai Mandar akhirnya menemui titik akhir yang dramatis. Sebuah pengabdian sekaligus aksi balas dendam warga membuahkan hasil saat seekor buaya sepanjang 2,8 meter ditemukan tewas mengapung, Senin (4/5/2026). Reptil raksasa yang diduga kuat sebagai “mesin pembunuh” di balik tewasnya sejumlah warga itu ditemukan […]

  • Polisi Cari Keberadaan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Reporter Tribun Sulbar

    Polisi Cari Keberadaan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Reporter Tribun Sulbar

    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Sulbarupdate.id — Dugaan kekerasan terhadap reporter Tribun Sulbar, Taufan, saat menghadiri undangan klarifikasi di SMA Negeri 1 Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, kini ditangani Polres Pasangkayu. Taufan mengaku menerima ancaman dari pihak terlapor. Ia menirukan ucapan tersebut, “Kalau kau lapor polisi, saya tunggu laporanmu. Saya tunggu beraninya melapor polisi.” Laporan dugaan kekerasan tersebut kini dalam proses […]

  • Pemkab Mamasa dan PLN Bakaru Matangkan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca 2026

    Pemkab Mamasa dan PLN Bakaru Matangkan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca 2026

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama PT PLN Nusantara Power (NP) Unit Pelaksana (UP) Bakaru menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mematangkan rencana pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2026. Rapat yang membahas penguatan koordinasi dan kesiapan pelaksanaan OMC tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Mamasa, Selasa (11/8/2026). Rapat dihadiri Bupati Mamasa Welem Sambolangi, […]

  • Sebanyak 2.081 Penerima Manfaat Nikmati MBG dari SPPG Mehalaan 

    Sebanyak 2.081 Penerima Manfaat Nikmati MBG dari SPPG Mehalaan 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Yayasan Pallawa Lipu Grup melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamasa Mehalaan, Desa Mehalaan Barat, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, kembali salurkan Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (18/9/2026). Kepala SPPG Mamasa Mehalaan, Muh. Ridwan, mengatakan program tersebut menyasar peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, anak tidak sekolah, serta kelompok 3B yang terdiri dari balita, […]

expand_less