Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Tolak Pilkada Lewat DPR, Aliansi Masyarakat Lawan Manuver Elit Politik Nasional

Tolak Pilkada Lewat DPR, Aliansi Masyarakat Lawan Manuver Elit Politik Nasional

  • account_circle Sulbarupdate.id
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
  • visibility 500
  • comment 0 komentar

Jakarta – Sulbarupdate.id – Sejumlah elemen masyarakat sipil menyampaikan Petisi Selamatkan Demokrasi sebagai bentuk keprihatinan atas menguatnya wacana pengalihan mekanisme pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Petisi tersebut menegaskan bahwa langkah tersebut berpotensi mencabut kedaulatan rakyat yang selama ini menjadi prinsip fundamental demokrasi Indonesia.

Koordinator Masyarakat Selamatkan Demokrasi, Aco Hatta Kainang, SH, menegaskan bahwa sejak diberlakukannya pemilihan kepala Daerah secara langsung pada tahun 2005, rakyat Indonesia telah menjalankan kedaulatannya secara nyata melalui pemilu lokal.

Menurutnya, pilkada langsung telah melahirkan pemimpin Daerah yang memiliki legitimasi kuat karena dipilih langsung oleh masyarakat.

“Demokrasi Indonesia mengalami turbulensi ketika kedaulatan rakyat dialihkan kepada DPRD. Padahal, sejak 2005 pilkada langsung menjadi instrumen utama pelaksanaan kedaulatan rakyat di daerah,” ujar Aco dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (6/1/2026).

Ia mengingatkan bahwa upaya perubahan sistem pemilihan kepala Daerah melalui DPR sempat terjadi pada 2014 melalui rapat paripurna DPR RI. Namun kebijakan tersebut tidak bertahan lama dan akhirnya dibatalkan melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang (Perppu).

Meski demikian, belakangan sejumlah elite partai kembali menggulirkan wacana serupa. Aco menilai, gagasan mengembalikan pemilihan kepala Daerah kepada DPRD bertentangan dengan Pasal 1 Ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat.

Selain itu, wacana tersebut dinilai tidak sejalan dengan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi yang menempatkan pemilihan kepala daerah dalam satu rezim dengan pemilu, termasuk pengaturan mengenai pemilu nasional dan pemilu lokal.

Petisi tersebut juga merujuk Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang mempertegas bahwa rezim pemilu dan rezim pilkada merupakan satu kesatuan sistem konstitusional.

Dalam petisi yang disampaikan kepada publik dan partai politik, khususnya PDI Perjuangan, yang diterima langsung oleh Wakil ketua bidang pemenangan Pemilu eksekutif Dedi Sitorus dan wakil ketua bidang komunikasi politik adian Napitupulu ada lima tuntutan utama sebagai berikut :

Pertama, menolak pencabutan kedaulatan rakyat melalui pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

Kedua, meminta PDI Perjuangan konsisten menolak skema pilkada tidak langsung.

Ketiga, mendesak PDI Perjuangan mengajukan permohonan fatwa konstitusional ke Mahkamah Konstitusi terkait pilkada langsung.

Keempat, menegaskan kembali keberlakuan Putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024. Kelima, mendorong dilaksanakannya Rembuk Nasional sebelum dilakukan perubahan sistem ketatanegaraan terkait pemilihan kepala daerah.

Petisi Selamatkan Demokrasi ini disampaikan sebagai bentuk partisipasi publik dalam menjaga keberlanjutan demokrasi dan kedaulatan rakyat, sekaligus sebagai bahan pertimbangan bagi partai politik dalam mengambil sikap terhadap arah demokrasi Indonesia ke depan.

  • Penulis: Sulbarupdate.id
  • Editor: Am*

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Cium Aroma Indikasi Korupsi Proyek Agroforestry Rp2,5 Miliar di Mamasa

    Aktivis Cium Aroma Indikasi Korupsi Proyek Agroforestry Rp2,5 Miliar di Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Program Penanaman Pola Agroforestry Integrasi dengan Teknik Konservasi Tanah Forest Programme IV TA 2025 di Kabupaten Mamasa menuai sorotan tajam. Aktivis pemerhati daerah, Marthen Ma’dika, mengungkapkan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah pada proyek tersebut. ​Proyek yang didanai melalui Hibah Luar Negeri (HLN) DIPA 029 […]

  • Donasi Pemprov Sulbar Terkumpul 1 Milyar Lebih Untuk Aceh dan Sumatra

    Donasi Pemprov Sulbar Terkumpul 1 Milyar Lebih Untuk Aceh dan Sumatra

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Pasca Bencana banjir yang melanda Sumatra dan Aceh Pemerintah Daerah dari berbagai penjuru laksanakan penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas. Salah satunya adalah penggalangan dana dari Pemprov Sulbar yang terus berjalan sampai saat ini, di mana pengumpulan donasi sampai tanggal 10 Desember dan penyerahan dilakukan pada tangga 15 Desember 2025. Hal ini, disampaikan Plt […]

  • Menjaga Nyala Prestasi di Jantung Bumi Lalla Tassisara

    Menjaga Nyala Prestasi di Jantung Bumi Lalla Tassisara

    • 1Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) kembali mengukir catatan manis dalam lembaran tata kelola pemerintahan. Bukan sekadar deretan angka, namun sebuah potret konsistensi yang membawa kabupaten berjuluk Bumi Lalla Tassisara’ ini bertengger di puncak prestasi regional. ​Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025, Mamuju Tengah resmi dinobatkan sebagai kabupaten […]

  • Pemkab Maros Alokasikan Rp5 Miliar untuk 100 Titik Lampu Jalan Tenaga Surya 2026

    Pemkab Maros Alokasikan Rp5 Miliar untuk 100 Titik Lampu Jalan Tenaga Surya 2026

    • 0Komentar

    MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memperkuat infrastruktur di wilayah pedesaan dengan merencanakan pemasangan 100 titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan pemerataan akses penerangan hingga ke pelosok daerah. Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Maros telah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan […]

  • SPPG Sesenapadang Mamasa Salurkan MBG ke 2.259 Penerima Manfaat

    SPPG Sesenapadang Mamasa Salurkan MBG ke 2.259 Penerima Manfaat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Sebanyak 2.259 penerima manfaat mendapatkan program Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sesenapadang, Desa Orobua, Kecamatan Sesenapadang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (7/9/2026). Dari total 2.259 penerima manfaat, sebanyak 1.268 merupakan peserta didik jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK. Selain itu, terdapat 456 guru dan tenaga kependidikan […]

  • 2.232 Penerima Manfaat Nikmati MBG di Sesenapadang 

    2.232 Penerima Manfaat Nikmati MBG di Sesenapadang 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sesenapadang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, salurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kamis (17/9/2026). Jumlah penerima sebanyak 2.232 orang. Jumlah itu terbagi beberapa kategori. Diantaranya perseta didik jenjang PAUD hingga SMA atau SMK, guru dan tenaga kependidikan, serta kelompok B3. Kepala SPPG Sesenapadang, Arianus, mengatakan penyaluran MBG dilakukan […]

expand_less