Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » PMII Sulbar Kecam Kematian 5 Calon Manajer Koperasi di Pelatihan Kemenhan

PMII Sulbar Kecam Kematian 5 Calon Manajer Koperasi di Pelatihan Kemenhan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
  • visibility 249
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sulawesi Barat melayangkan kritik keras dan kecaman mendalam kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Sorotan tajam ini merespons tragedi tewasnya lima orang calon manajer koperasi dalam kegiatan pelatihan fisik yang diselenggarakan oleh instansi tersebut.

PKC PMII Sulbar menilai insiden maut ini sebagai bentuk kelalaian fatal, pelanggaran nyata terhadap Hak Asasi Manusia, serta indikasi kuat adanya pemaksaan program yang hanya berorientasi pada penyerapan anggaran.

​Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik PKC PMII Sulbar, Akbar, menegaskan bahwa dalih pembentukan karakter atau bela negara sama sekali tidak bisa membenarkan hilangnya nyawa manusia akibat penerapan disiplin fisik yang tidak terukur.

Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak proporsional dan ugal-ugalan karena para peserta yang dikirim merupakan calon manajer koperasi yang menjadi pemikir ekonomi rakyat, bukan infanteri militer.

Akbar memperingatkan dengan keras agar pelatihan fisik ekstrem seperti ini tidak dipaksakan hanya demi memburu penyerapan anggaran atau dijadikan program bernuansa proyek belaka.

​Dari kacamata hukum dan kebijakan publik, PKC PMII Sulbar menggarisbawahi empat poin krusial yang dianggap sebagai kegagalan fatal dalam penyelenggaraan program ini.

Poin pertama mengenai nuansa proyek dan anggaran, di mana pelatihan ini diduga kuat sarat dengan kepentingan formalitas penyerapan anggaran tanpa memedulikan asas kemanfaatan, urgensi, dan keselamatan peserta.

Poin kedua adalah pelanggaran hak hidup dari aspek HAM, sebab kematian lima peserta menunjukkan kegagalan total dalam mitigasi medis di lapangan.

​Selanjutnya, poin ketiga menyoroti malapraktik kebijakan publik yang ditandai dengan disorientasi kurikulum yang nyata. Kompetensi manajer koperasi seharusnya berada pada wilayah tata kelola manajemen, finansial, dan penguatan ekonomi umat, bukan militerisasi fisik secara berlebihan.

Poin terakhir adalah dugaan tindak pidana kelalaian, di mana insiden maut yang terjadi secara beruntun ini dinilai telah memasuki wilayah hukum pidana umum, khususnya Pasal 359 KUHP terkait kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

​Guna mengusut tuntas tragedi ini, PKC PMII Sulbar menyatakan sikap dan menuntut tiga hal utama. Pertama, mereka mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas secara pidana umum seluruh instruktur, panitia pelaksana, dan penanggung jawab program atas dugaan kelalaian fatal.

Kedua, mereka meminta pembentukan Tim Investigasi Independen serta audit investigatif aliran dana program untuk memastikan tidak adanya penyelewengan anggaran berbasis proyek.

Ketiga, mereka menuntut penghentian total atau moratorium seluruh model pelatihan fisik bagi instansi sipil serta permintaan maaf secara terbuka dari Kemenhan kepada keluarga korban dan rakyat Indonesia.

​Akbar mengingatkan Kementerian Pertahanan bahwa nyawa rakyat bukan kelinci percobaan untuk ambisi militerisasi sipil ataupun komoditas pemenuhan target proyek.

PKC PMII Sulbar menyatakan akan terus mengawal isu ini dari daerah dan mendorong seluruh jaringan PMII se-Indonesia untuk menyuarakan keadilan hingga kasus ini diusut tuntas di pengadilan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan dari pihak Kementerian Pertahanan terkait tudingan dan tuntutan tersebut.(**)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPPG Makuang Messawa Jangkau 29 Sekolah dan 11 Posyandu, Layani Ribuan Penerima MBG

    SPPG Makuang Messawa Jangkau 29 Sekolah dan 11 Posyandu, Layani Ribuan Penerima MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menjangkau 29 sekolah dan 11 posyandu dengan total 2.023 penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyaluran tersebut dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makuang Messawa di bawah naungan Yayasan Kesehatan Gereja Toraja Mamasa, Jumat (9/10/2026). Kepala […]

  • Sukses Tekan Pengangguran, Sulbar Raih Penghargaan Provinsi Terbaik dari Kemendagri

    Sukses Tekan Pengangguran, Sulbar Raih Penghargaan Provinsi Terbaik dari Kemendagri

    • 0Komentar

    KENDARI, Sulbarupdate.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional.  Di bawah komando Gubernur Suhardi Duka, Sulbar dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik I dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung dalam acara yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) […]

  • Ada Aktivitas Orang Asing di Kawasan Hutan Botteng Berseragam Mirip Militer

    Ada Aktivitas Orang Asing di Kawasan Hutan Botteng Berseragam Mirip Militer

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Tokoh masyarakat Sulawesi Barat, H. Damris, menyoroti adanya dugaan aktivitas orang asing di kawasan hutan wilayah Taludu, yang kemudian menjadi perhatian publik setelah diunggah melalui akun media sosial miliknya. Sabtu, 4/4/2026. “Orang luar yang tidak bisa berbahasa Indonesia berkeliaran dalam hutan di wilayah Taludu dengan memakai pakaian seragam loreng tentara China. […]

  • Bawah Tiga Tuntutan, KAMRI Majene Lakukan Aksi Unjuk Rasa

    Bawah Tiga Tuntutan, KAMRI Majene Lakukan Aksi Unjuk Rasa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) Majene, lakukan aksi unjuk rasa (Uras) di Tugu Pertokoan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Selasa, 16 Desember 2025. Dalam aksi tersebut, Kamri mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan program strategis nasional. Kamri menyoroti […]

  • HMI Majene Tuding Polres Lindungi Mafia BBM, Begini Respon Kasat Reskrim!

    HMI Majene Tuding Polres Lindungi Mafia BBM, Begini Respon Kasat Reskrim!

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Majene, Sulawesi Barat, Senin (7/9/2026).  Aksi tersebut menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat sekaligus menyoroti dugaan penampungan dan penyalahgunaan bahan bakar minyak seperti solar dan pertalite subsidi dalam jumlah besar. Dalam aksinya, […]

  • Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

    Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di tengah upaya pemerintah mengejar kemajuan, kritik tajam justru menghujam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Sejumlah aktivis menilai pemerintah daerah saat ini terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial dan pesta yang dinilai hanya membuang-buang anggaran. Kritik pedas ini mencuat dalam forum Dialog Mamase bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang digelar di […]

expand_less