Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » HMI Majene Tuding Polres Lindungi Mafia BBM, Begini Respon Kasat Reskrim!

HMI Majene Tuding Polres Lindungi Mafia BBM, Begini Respon Kasat Reskrim!

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
  • visibility 438
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Majene, Sulawesi Barat, Senin (7/9/2026). 

Aksi tersebut menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat sekaligus menyoroti dugaan penampungan dan penyalahgunaan bahan bakar minyak seperti solar dan pertalite subsidi dalam jumlah besar.

Dalam aksinya, HMI Cabang Majene menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Massa juga meminta aparat kepolisian mengusut informasi mengenai dugaan penimbunan serta aktivitas pelangsiran BBM subsidi yang disebut terjadi di wilayah Majene.

Persoalan tersebut semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa kasus penampungan massal solar subsidi di Desa Soreang menyeret nama salah seorang kader atau pengurus HMI Cabang Majene.

Kabid PTKP HMI Cabang Majene, Kadi, mengatakan pihaknya menyoroti persoalan kelangkaan BBM subsidi yang dinilai telah meresahkan masyarakat.

Selain persoalan kelangkaan, HMI juga mempertanyakan kinerja Polres Majene dalam menangani dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. 

Dalam aksi tersebut, massa menuding adanya dugaan pembiaran bahkan dugaan perlindungan terhadap pihak-pihak yang disebut sebagai mafia BBM subsidi.

Namun, tudingan tersebut merupakan aspirasi dan dugaan yang disampaikan dalam aksi mahasiswa dan masih memerlukan pembuktian serta proses penegakan hukum.

Menanggapi aksi tersebut, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Fredy mengapresiasi langkah mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi kepada pihak kepolisian. “Kami apresiasi apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa,” ujar Freddy.

Ia mengatakan, pihak kepolisian memahami keresahan masyarakat akibat kelangkaan BBM yang terjadi saat ini. Menurutnya, polisi akan melakukan pengamanan dan penertiban di sejumlah SPBU guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan akibat panjangnya antrean.

“Karena kita tahu saat ini adanya kelangkaan BBM, sehingga kami dari pihak kepolisian akan menjaga dan menertibkan antrean di SPBU sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Mengenai kemungkinan adanya aksi lanjutan atau jilid II, Freddy menyebut hal tersebut merupakan hak mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. “Jilid II itu adalah hak mereka. Kita terima semua aspirasi mahasiswa,” ujarnya.

Terkait dugaan penjualan BBM subsidi melalui pengecer maupun dugaan penimbunan, Freddy menegaskan pihak kepolisian akan melakukan patroli dan mengambil tindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran.

“Jika ada penimbunan di Kabupaten Majene, kami akan melakukan penindakan,” tegasnya.

Freddy juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi kelangkaan BBM. Menurutnya, kepanikan masyarakat justru dapat memperparah antrean karena warga berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk mendapatkan BBM.

Ia meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Di tengah keresahan masyarakat, seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku mengetahui adanya dugaan aktivitas pelangsiran BBM di sejumlah SPBU.

Menurut warga tersebut, terdapat sejumlah kendaraan yang disebut berasal dari luar Majene dan kerap terlihat keluar-masuk SPBU, baik pada siang maupun malam hari.

“Ini nyata adanya pelangsir BBM di Pertamina. Ada beberapa mobil dari luar Majene yang sering mondar-mandir tiap hari, bahkan malam hari. Ada juga yang disebut memiliki dua tangki mobil atau modifikasi,” ungkapnya.

Ia mempertanyakan keseriusan aparat kepolisian dalam mengawasi aktivitas tersebut.

Menurutnya, apabila aparat benar-benar melakukan pengawasan secara maksimal, dugaan praktik pelangsiran maupun penimbunan BBM subsidi semestinya dapat ditelusuri dan ditindak apabila terbukti melanggar hukum.

Warga tersebut juga berharap persoalan kelangkaan BBM subsidi tidak berlarut-larut karena masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre di SPBU.

Ia meminta Polda Sulawesi Barat ikut memberikan perhatian apabila persoalan tersebut tidak mampu dituntaskan di tingkat Polres Majene.

“Kalau Polres Majene tidak mampu menuntaskan persoalan ini, kami berharap Kapolda Sulbar Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K., M.H turun tangan. Masyarakat Majene saat ini kesusahan mendapatkan BBM dan harus antre berjam-jam,” ujarnya.

HMI Cabang Majene menegaskan bahwa aksi tersebut bukan semata-mata persoalan antrean di SPBU, melainkan bentuk keresahan atas dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang dinilai merugikan masyarakat.

Mahasiswa meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara transparan terhadap setiap laporan maupun informasi mengenai dugaan penimbunan, pelangsiran, serta distribusi BBM subsidi yang tidak sesuai peruntukan.

Kadi juga mengatakan akan melakukan aksi Jilid II (9/9/2026) di Polres Majene.

Masyarakat pun menunggu langkah konkret kepolisian untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan dan dapat dinikmati masyarakat yang berhak.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piala Dunia 2026: Enam Tiket Tersisa Untuk Siapa Saja?

    Piala Dunia 2026: Enam Tiket Tersisa Untuk Siapa Saja?

    • 0Komentar

    Jakarta, Sulbarupdate.id – Sudah ada 42 negara yang memastikan tempat di Piala Dunia 2026, dengan demikian masih ada enam tiket tersisa untuk berlaga pada pesta sepak bola dunia tahun depan. Belgia, Australia, Swiss, Spanyol, Skotlandia, Panama, Haiti, dan Curacao menjadi delapan negara terakhir yang semringah menyambut keberhasilan melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026 pada […]

  • UPTD BPHMT- IB Sulbar Terima Delapan Mahasiswa PKL Jurusan Peternakan Unsulbar 

    UPTD BPHMT- IB Sulbar Terima Delapan Mahasiswa PKL Jurusan Peternakan Unsulbar 

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Sebanyak delapan mahasiswa Jurusan Peternakan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) secara resmi diterima untuk melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) oleh Kepala UPTD Balai Perbibitan Hijauan Makanan Ternak dan Inseminasi Buatan (BPHMT- IB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Nurdin, Selasa (06/01/2026). Kegiatan PKL ini akan dilaksanakan selama 40 hari dan dipusatkan di Instalasi Perbibitan […]

  • BREAKING NEWS: Pesawat Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros

    BREAKING NEWS: Pesawat Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Sebuah pesawat jenis ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026) siang. Berdasarkan data yang dihimpun, pesawat tersebut tengah menempuh rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Titik koordinat terakhir pesawat terdeteksi berada di kawasan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Maros. Kronologi Kejadian […]

  • Tingkatkan Transparansi Data, Disdikbud Mamasa Gelar Pelatihan ARKAS, SIPlah, dan Dapodik 2026

    Tingkatkan Transparansi Data, Disdikbud Mamasa Gelar Pelatihan ARKAS, SIPlah, dan Dapodik 2026

    • 1Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi membuka kegiatan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan bagi lembaga PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF). Kegiatan yang fokus pada optimalisasi aplikasi ARKAS, SIPlah, dan Dapodik ini berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (12-13 Mei 2026), bertempat di Aula Perpustakaan Kabupaten Mamasa. ​Pelatihan […]

  • Tersinggung Bahasa Daerah dan Mabuk, Motif Pria di Mamuju Tengah Tikam 2 Pengunjung Kafe

    Tersinggung Bahasa Daerah dan Mabuk, Motif Pria di Mamuju Tengah Tikam 2 Pengunjung Kafe

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah (Mateng) akhirnya ungkap motif dan kronologi kasus penikaman yang terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.  Diketahui insiden berdarah ini terjadi di salah satu Caffe di Topoyo, pada Jumat (5/6/2026) lalu.  Akibatnya dua orang pria mengalami luka sabetan senjata tajam. Saat ini, terduga pelaku berinisial H […]

  • Hari Bhayangkara ke 80, Aliansi OKP dan Organda Mamuju Geruduk Polda Sulbar, Ini Tuntutannya!

    Hari Bhayangkara ke 80, Aliansi OKP dan Organda Mamuju Geruduk Polda Sulbar, Ini Tuntutannya!

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, dan Organisasi Daerah (Organda) Kabupaten Mamuju menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Sulawesi Barat dalam rangka momentum Hari Bhayangkara. Aksi tersebut menjadi bentuk evaluasi terhadap kinerja Kepolisian di wilayah Sulawesi Barat. Rabu (1/7/2026). Dalam aksi itu, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pencopotan Kapolresta Mamuju […]

expand_less