Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » MK Perkuat Perlindungan Wartawan, Sengketa Jurnalistik Wajib Lewat Dewan Pers

MK Perkuat Perlindungan Wartawan, Sengketa Jurnalistik Wajib Lewat Dewan Pers

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
  • visibility 385
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi mempertegas perlindungan hukum bagi wartawan melalui putusan atas uji materiil Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam putusan Nomor 145/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada Senin (19/1/2026), MK menyatakan bahwa sanksi pidana maupun perdata terhadap wartawan hanya dapat digunakan sebagai langkah terakhir setelah menempuh mekanisme di Dewan Pers.

Ketua MK Suhartoyo menyatakan bahwa frasa “perlindungan hukum” dalam Pasal 8 UU Pers kini memiliki pemaknaan baru yang lebih konkret. MK menegaskan bahwa tindakan hukum terhadap wartawan yang menjalankan profesinya secara sah tidak boleh langsung masuk ke ranah peradilan.

“Sanksi pidana dan/atau perdata hanya dapat digunakan setelah mekanisme hak jawab, hak koreksi, dan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik oleh Dewan Pers tidak mencapai kesepakatan,” ujar Suhartoyo di Gedung MK, Jakarta dilnasir dalam laman MK.

Mahkamah menilai langkah ini merupakan bagian dari penerapan restorative justice untuk menjamin kemerdekaan pers.
Menghindari Kriminalisasi Wartawan
Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan Hakim Konstitusi M. Guntur Hamzah, MK berpendapat bahwa selama ini Pasal 8 UU Pers bersifat terlalu normatif atau deklaratif tanpa konsekuensi nyata.

Hal ini dianggap menciptakan ketidakpastian hukum yang berisiko menjerat wartawan secara langsung tanpa prosedur khusus.

“Jika tidak diberikan pemaknaan yang jelas, norma tersebut berpotensi langsung menjerat wartawan tanpa melalui mekanisme yang diatur dalam UU Pers,” tegas Guntur.

Dengan putusan ini, aparat penegak hukum wajib mendahului proses persidangan dengan pertimbangan dari Dewan Pers terkait karya jurnalistik yang dipersoalkan.

Gugatan ini diajukan oleh Ikatan Wartawan Hukum (IWAKUM) melalui Ketua Umum Irfan Kamil dan Sekjen Ponco Sulaksono. Mereka menilai Pasal 8 UU Pers sebelumnya multitafsir dan tertinggal dibandingkan perlindungan profesi lain seperti Advokat atau Jaksa.

IWAKUM berargumen bahwa tanpa batasan yang tegas, wartawan kerap menjadi sasaran kriminalisasi atas pemberitaan atau hasil investigasi mereka.

Meski dikabulkan sebagian, putusan ini tidak diambil secara bulat. Terdapat tiga Hakim Konstitusi yang menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion), yaitu Saldi Isra, Daniel Yusmic P. Foekh dan Arsul Sani.

Putusan ini menjadi tonggak sejarah baru (landmark decision) bagi dunia pers Indonesia, karena secara konstitusional memandatkan bahwa sengketa pers tidak boleh “melompat” langsung ke meja hijau sebelum diselesaikan di internal institusi pers atau Dewan Pers.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali Beroperasi, Warga Soroti Aktivitas Galian C di Kambunong Mamuju Tengah 

    Kembali Beroperasi, Warga Soroti Aktivitas Galian C di Kambunong Mamuju Tengah 

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Aktivitas pertambangan galian C di Dusun Tobinta, Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat berhenti. Kembali beroperasinya kegiatan pengambilan material tersebut kini menjadi perhatian sejumlah warga. Mereka mempertanyakan keterbukaan terkait legalitas usaha, perizinan pertambangan, dokumen lingkungan, hingga sejauh mana masyarakat sekitar telah dilibatkan dalam […]

  • Sulbar Cetak Prestasi Nasional, Tiga Event Lolos KEN 2026

    Sulbar Cetak Prestasi Nasional, Tiga Event Lolos KEN 2026

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, tiga event unggulan asal Sulbar sukses menembus Top 125 event terbaik nasional. Ketiganya yakni Mandar Culture Festival dari Kabupaten Polewali Mandar, Manakarra Fair dari Kabupaten Mamuju, serta Sandeq Silumba yang juga berasal dari […]

  • Atap Lapuk Rumah Nenek Hanna di Mamasa dan “Mata Penguasa yang Terpejam”

    Atap Lapuk Rumah Nenek Hanna di Mamasa dan “Mata Penguasa yang Terpejam”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Di balik tegaknya pilar-pilar megah Rumah Jabatan Wakil Bupati Mamasa, berdiri sebuah struktur kayu yang lapuk dimakan usia dan waktu. Dindingnya hanya susunan papan berkerut dan lembaran seng bekas yang saling tumpang-tindih. Di kala hujan mengguyur Desa Rante Tangga, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), air leluasa menerobos celah-celah atap, membasahi […]

  • Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Bupati Mamuju Tengah Temui Wamenos

    Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Bupati Mamuju Tengah Temui Wamenos

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. Arsal Aras, melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Jakarta, Senin (9/3/2026). Langkah ini diambil guna memperkuat koordinasi dan memastikan program kesejahteraan sosial dari pemerintah pusat dapat terserap optimal di Bumi Manakarra Kayu Mangiwang. ​Rombongan Bupati diterima langsung oleh Wakil Menteri Sosial RI, […]

  • BREAKING NEWS: Kebakaran di Majene, Tiga Rumah Hangus Ludes Dilalap Api

    BREAKING NEWS: Kebakaran di Majene, Tiga Rumah Hangus Ludes Dilalap Api

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Peristiwa kebakaran menghanguskan tiga unit rumah warga di Lingkungan Galung Tengah, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Rabu (24/6/2026).  Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat menyebabkan bangunan rumah tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan parah. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat dari salah satu rumah […]

  • Lampu Warga di Majene 2 Bulan Padam, Pihak PLN Bilang Begini! 

    Lampu Warga di Majene 2 Bulan Padam, Pihak PLN Bilang Begini! 

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Sebuah unggahan sosial media Facebook di Kabupaten Majene Sulawesi Barat (Sulbar) menyita perhatian publik. Unggahan tersebut keluhkan pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Majene, lantaran salah seorang warga mengaku telah dua bulan rumahnya dalam kondisi gelap. Keluhan tersebut disampaikan oleh pemilik akun Facebook bernama Martini Bee melalui sebuah unggahannya, Sabtu (8/8) […]

expand_less