Breaking News
light_mode
Beranda » Sulawesi Barat » SPI 2025: Sulbar Dalam Jerat Dinasti, Intervensi Tak Tergusur Angka 

SPI 2025: Sulbar Dalam Jerat Dinasti, Intervensi Tak Tergusur Angka 

  • account_circle Muchtadin Al Attas
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 533
  • comment 0 komentar

Oleh: Muchtadin Al Attas,S.H.,M.H (Ketua Pusat Studi Antikorupsi dan Kebijakan Hukum Unsulbar)

KEMARIN, bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, KPK merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2025. Namun, angka bisa menipu. Itulah pesan utama dari hasil SPI di Sulawesi Barat. Di atas kertas, skor integritas daerah ini tampak meningkat, seolah-olah birokrasi mulai berbenah. Tetapi di balik statistik yang indah, realitas politik menunjukkan wajah berbeda: hampir semua kabupaten masih berada dalam cengkeraman dinasti politik yang mengendalikan pemerintahan dari dalam maupun luar. Lonjakan skor bukan berarti hilangnya intervensi, melainkan paradoks integritas yang rapuh di bawah bayang-bayang kekuasaan keluarga.

Jika menengok hasil SPI 2024, wajah integritas Sulbar tampak muram. Pemerintah Provinsi Sulbar mencatat skor tertinggi dengan 70,80%, disusul Pasangkayu 69,93% dan Mamuju Tengah 68,21%. Mamuju hanya 65,45%, Polewali Mandar 63,44%, sementara Majene (60,67%) dan Mamasa (59,08%) terpuruk di dasar, menandakan lemahnya pengawasan dan masalah serius dalam tata kelola.

Namun, setahun berselang, SPI 2025 menghadirkan peta integritas yang berbeda. Sulbar secara keseluruhan naik menjadi 71,72%, dengan lonjakan paling mencolok di Mamuju Tengah yang melesat ke 79,23% dan masuk zona terjaga. Pasangkayu (76,25%) dan Mamuju (73,58%) berhasil keluar dari kategori rentan menuju waspada. Polewali Mandar pun naik ke 72,32%, meski tetap bertahan di zona rentan. Majene (68,57%) dan Mamasa (66,66%) masih tertinggal, memperlihatkan jurang ketimpangan yang belum tertutup.

Grafik perbandingan SPI KPK Sulawesi Barat tahun 2024 dan 2025:

Dinasti Politik dan Anomali Integritas di Sulawesi Barat

Lonjakan skor SPI 2025 di Sulawesi Barat tampak menjanjikan di atas kertas. Namun, realitas politik di lapangan menunjukkan wajah yang berbeda. Hampir semua kabupaten di Sulbar dikuasai oleh dinasti politik yang mampu mengendalikan pemerintahan dari dalam maupun luar. Dominasi ini menciptakan paradoks: angka integritas naik, tetapi praktik kekuasaan tetap sarat intervensi, patronase, dan ketidakmandirian birokrasi. Jika mengacu pada tiga dari enam dimensi Penilaian Integritas SPI KPK, ketimpangan itu terlihat jelas:

1. Intervensi: Integritas yang Terkungkung Dinasti

Intervensi politik menjadi dimensi paling nyata. Dinasti penguasa tidak hanya menguasai jabatan formal, tetapi juga memengaruhi proses birokrasi, pengadaan, dan distribusi anggaran. Aparatur sipil negara sering kali lebih tunduk pada arahan keluarga penguasa ketimbang aturan normatif. Lonjakan skor SPI bisa jadi mencerminkan keberhasilan menekan intervensi formal, tetapi praktik informal tetap berjalan di balik layar. Integritas birokrasi akhirnya terkukung oleh kepentingan dinasti.

2. Penindakan dan Deteksi Dini: Tumpul di Hadapan Kekuasaan

Penindakan pelanggaran dan deteksi dini korupsi masih lemah. Inspektorat dan aparat penegak hukum menghadapi kesulitan menembus lingkaran kekuasaan keluarga penguasa. Akibatnya, indikasi korupsi sering tidak ditindak sejak awal, atau baru mencuat setelah menimbulkan kerugian besar. Lonjakan skor SPI tidak otomatis berarti sistem pengawasan lebih tajam; justru kasus-kasus jual-beli jabatan, praktik cherry-picking dalam penanganan kasus dan proyek, hingga penyalahgunaan hibah menunjukkan bahwa mekanisme deteksi dini masih tumpul di hadapan kekuasaan dinasti.

3. Pelibatan Pegawai dan Masyarakat: Budaya Takut Melapor

Dimensi pelibatan pegawai dan masyarakat dalam pencegahan korupsi masih jauh dari ideal. ASN ragu melapor karena khawatir dimarginalkan, sementara masyarakat merasa laporan mereka tidak akan ditindaklanjuti. Dinasti politik menciptakan atmosfer ketakutan dan ketidakpercayaan. Tanpa perlindungan whistleblower yang nyata dan saluran pelaporan yang dipercaya, partisipasi publik hanya menjadi formalitas. Lonjakan skor SPI tidak cukup menjawab persoalan ini jika budaya takut melapor tetap mengakar.

Penutup

Kenaikan skor SPI nasional dan regional memang menggembirakan, tetapi jangan sampai menjadi alasan untuk berpuas diri. Anomali data dan realitas memperlihatkan bahwa angka integritas bisa menipu bila tidak disertai praktik nyata. Di bawah bayang-bayang dinasti politik, integritas birokrasi di Sulawesi Barat masih rapuh: intervensi tetap kuat, penindakan tumpul, dan partisipasi publik terbatas. Tantangan ke depan bukan sekadar menaikkan skor survei, melainkan membongkar dominasi dinasti politik yang menghambat lahirnya birokrasi yang benar-benar bersih dan berkeadilan. (*)

  • Penulis: Muchtadin Al Attas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sulbar Desak Relaksasi UU HKPD: Hindari Risiko ‘Shutdown’ Daerah

    Gubernur Sulbar Desak Relaksasi UU HKPD: Hindari Risiko ‘Shutdown’ Daerah

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengungkap kekhawatirannya terhadap ancaman krisis fiskal yang membayangi daerah. Hal ini dipicu pemberlakuan Pasal 146 UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen pada tahun 2027. ​Dalam audiensi bersama organisasi kepemudaan (OKP) […]

  • JSM: Saya Bangga Bekerja Bersama SDK Bangun Sulbar

    JSM: Saya Bangga Bekerja Bersama SDK Bangun Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga menyampaikan rasa bangganya bisa bekerja bersama Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dalam membangun Sulbar. Ia menyebut kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka terbukti kuat, terutama dalam pengelolaan pemerintahan dan pengendalian ekonomi. “Saya sungguh merasa bangga bekerja sama dengan bapak Suhardi Duka dalam membangun Sulbar,” ujarnya saat […]

  • Potret Buram Pendidikan di Pelosok Mamasa, Guru Kerap Bolos, Siswa SDN 007 Botteng Terlantar

    Potret Buram Pendidikan di Pelosok Mamasa, Guru Kerap Bolos, Siswa SDN 007 Botteng Terlantar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Niat tulus para siswa di pelosok Kabupaten Mamasa untuk mengenyam bangku pendidikan harus berbenturan dengan realita pahit. SDN 007 Botteng yang terletak di Dusun Kata-Kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, kini menjadi sorotan setelah dilaporkan meliburkan aktivitas belajar mengajar di luar kalender akademik resmi. Hal ini terjadi pada Kamis 12 February 2026. ​Kondisi […]

  • Gubernur Suhardi Duka Dorong Transmigrasi, Solusi Nyata Tekan Kemiskinan

    Gubernur Suhardi Duka Dorong Transmigrasi, Solusi Nyata Tekan Kemiskinan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menegaskan bahwa investasi terbaik bagi Sulawesi Barat saat ini adalah investasi melalui program transmigrasi. Menurutnya, skema transmigrasi yang dijalankan pemerintah saat ini jauh berbeda dibandingkan puluhan tahun lalu dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulbar Suhardi Duka saat menggelar rapat dengan […]

  • Pedangdut Irwan DA2 Resmi Bercerai, Hak Asuh Anak Jatuh ke Tangan Siham

    Pedangdut Irwan DA2 Resmi Bercerai, Hak Asuh Anak Jatuh ke Tangan Siham

    • 0Komentar

    SUMENEP, SULBARUPDATE.ID – Bahtera rumah tangga penyanyi dangdut jebolan D’Academy 2, Irwan Krisdiyanto atau yang akrab disapa Irwan DA2, resmi berakhir. Pengadilan Agama Jakarta Timur telah mengabulkan gugatan cerai yang diajukan oleh istrinya, Siham, melalui putusan tingkat pertama. Dilansir dari Sumenep, News9, bahwa putusan tersebut tercatat dalam perkara Nomor 4854/Pdt.G/2025/PA.JT. Majelis hakim dalam amar putusannya […]

  • Sengketa Batas Lahan di Mambi Berujung Kekerasan, Seorang IRT Diduga jadi Korban

    Sengketa Batas Lahan di Mambi Berujung Kekerasan, Seorang IRT Diduga jadi Korban

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mamasa tengah mendalami kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Desa Sondong Layuk, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Insiden diduga dipicu adanya persoalan batas lokasi lahan hingga mengakibatkan seorang perempuan berinisial N alias MA menjadi korban. ​Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (04/04/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Terduga pelaku, […]

expand_less