Breaking News
light_mode
Beranda » Sulawesi Barat » SPI 2025: Sulbar Dalam Jerat Dinasti, Intervensi Tak Tergusur Angka 

SPI 2025: Sulbar Dalam Jerat Dinasti, Intervensi Tak Tergusur Angka 

  • account_circle Muchtadin Al Attas
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 828
  • comment 0 komentar

Oleh: Muchtadin Al Attas,S.H.,M.H (Ketua Pusat Studi Antikorupsi dan Kebijakan Hukum Unsulbar)

KEMARIN, bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, KPK merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2025. Namun, angka bisa menipu. Itulah pesan utama dari hasil SPI di Sulawesi Barat. Di atas kertas, skor integritas daerah ini tampak meningkat, seolah-olah birokrasi mulai berbenah. Tetapi di balik statistik yang indah, realitas politik menunjukkan wajah berbeda: hampir semua kabupaten masih berada dalam cengkeraman dinasti politik yang mengendalikan pemerintahan dari dalam maupun luar. Lonjakan skor bukan berarti hilangnya intervensi, melainkan paradoks integritas yang rapuh di bawah bayang-bayang kekuasaan keluarga.

Jika menengok hasil SPI 2024, wajah integritas Sulbar tampak muram. Pemerintah Provinsi Sulbar mencatat skor tertinggi dengan 70,80%, disusul Pasangkayu 69,93% dan Mamuju Tengah 68,21%. Mamuju hanya 65,45%, Polewali Mandar 63,44%, sementara Majene (60,67%) dan Mamasa (59,08%) terpuruk di dasar, menandakan lemahnya pengawasan dan masalah serius dalam tata kelola.

Namun, setahun berselang, SPI 2025 menghadirkan peta integritas yang berbeda. Sulbar secara keseluruhan naik menjadi 71,72%, dengan lonjakan paling mencolok di Mamuju Tengah yang melesat ke 79,23% dan masuk zona terjaga. Pasangkayu (76,25%) dan Mamuju (73,58%) berhasil keluar dari kategori rentan menuju waspada. Polewali Mandar pun naik ke 72,32%, meski tetap bertahan di zona rentan. Majene (68,57%) dan Mamasa (66,66%) masih tertinggal, memperlihatkan jurang ketimpangan yang belum tertutup.

Grafik perbandingan SPI KPK Sulawesi Barat tahun 2024 dan 2025:

Dinasti Politik dan Anomali Integritas di Sulawesi Barat

Lonjakan skor SPI 2025 di Sulawesi Barat tampak menjanjikan di atas kertas. Namun, realitas politik di lapangan menunjukkan wajah yang berbeda. Hampir semua kabupaten di Sulbar dikuasai oleh dinasti politik yang mampu mengendalikan pemerintahan dari dalam maupun luar. Dominasi ini menciptakan paradoks: angka integritas naik, tetapi praktik kekuasaan tetap sarat intervensi, patronase, dan ketidakmandirian birokrasi. Jika mengacu pada tiga dari enam dimensi Penilaian Integritas SPI KPK, ketimpangan itu terlihat jelas:

1. Intervensi: Integritas yang Terkungkung Dinasti

Intervensi politik menjadi dimensi paling nyata. Dinasti penguasa tidak hanya menguasai jabatan formal, tetapi juga memengaruhi proses birokrasi, pengadaan, dan distribusi anggaran. Aparatur sipil negara sering kali lebih tunduk pada arahan keluarga penguasa ketimbang aturan normatif. Lonjakan skor SPI bisa jadi mencerminkan keberhasilan menekan intervensi formal, tetapi praktik informal tetap berjalan di balik layar. Integritas birokrasi akhirnya terkukung oleh kepentingan dinasti.

2. Penindakan dan Deteksi Dini: Tumpul di Hadapan Kekuasaan

Penindakan pelanggaran dan deteksi dini korupsi masih lemah. Inspektorat dan aparat penegak hukum menghadapi kesulitan menembus lingkaran kekuasaan keluarga penguasa. Akibatnya, indikasi korupsi sering tidak ditindak sejak awal, atau baru mencuat setelah menimbulkan kerugian besar. Lonjakan skor SPI tidak otomatis berarti sistem pengawasan lebih tajam; justru kasus-kasus jual-beli jabatan, praktik cherry-picking dalam penanganan kasus dan proyek, hingga penyalahgunaan hibah menunjukkan bahwa mekanisme deteksi dini masih tumpul di hadapan kekuasaan dinasti.

3. Pelibatan Pegawai dan Masyarakat: Budaya Takut Melapor

Dimensi pelibatan pegawai dan masyarakat dalam pencegahan korupsi masih jauh dari ideal. ASN ragu melapor karena khawatir dimarginalkan, sementara masyarakat merasa laporan mereka tidak akan ditindaklanjuti. Dinasti politik menciptakan atmosfer ketakutan dan ketidakpercayaan. Tanpa perlindungan whistleblower yang nyata dan saluran pelaporan yang dipercaya, partisipasi publik hanya menjadi formalitas. Lonjakan skor SPI tidak cukup menjawab persoalan ini jika budaya takut melapor tetap mengakar.

Penutup

Kenaikan skor SPI nasional dan regional memang menggembirakan, tetapi jangan sampai menjadi alasan untuk berpuas diri. Anomali data dan realitas memperlihatkan bahwa angka integritas bisa menipu bila tidak disertai praktik nyata. Di bawah bayang-bayang dinasti politik, integritas birokrasi di Sulawesi Barat masih rapuh: intervensi tetap kuat, penindakan tumpul, dan partisipasi publik terbatas. Tantangan ke depan bukan sekadar menaikkan skor survei, melainkan membongkar dominasi dinasti politik yang menghambat lahirnya birokrasi yang benar-benar bersih dan berkeadilan. (*)

  • Penulis: Muchtadin Al Attas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Tahun Pemerintahan SDK-JSM, Arah Pembangunan Pariwisata dan Ekraf Makin Terstruktur   

    Satu Tahun Pemerintahan SDK-JSM, Arah Pembangunan Pariwisata dan Ekraf Makin Terstruktur  

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama yang sekaligus menjadi momentum refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (SDK–JSM). Acara tersebut berlangsung di Masjid Raya Suada Mamuju pada Jumat, 20 Februari 2026. Dalam suasana Ramadan yang sarat makna dan kekhusyukan, Suhardi Duka mengajak seluruh […]

  • Lakalantas di Majene, Dua Pemotor Alami Luka-Luka

    Lakalantas di Majene, Dua Pemotor Alami Luka-Luka

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di wilayah Galung Barat, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Sulawesi Barat pada hari Selasa (21/7/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kedua sepeda motor bertabrakan setelah salah satu pengendara kehilangan kendali saat berusaha menghindari lubang di ruas jalan. Benturan yang cukup keras mengakibatkan kedua pengendara mengalami luka-luka […]

  • Wagub Sulbar Jamin Rujukan Medis Cepat bagi Penderita Tumor di Mamuju

    Wagub Sulbar Jamin Rujukan Medis Cepat bagi Penderita Tumor di Mamuju

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, melaksanakan kunjungan kemanusiaan ke Rumah Sakit Mitra Manakarra, Mamuju, pada Kamis, 11 Desember 2025. Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau kondisi Arif (17), seorang remaja asal Desa Guliling, Kecamatan Kalukku, yang tengah menjalani perawatan intensif akibat tumor. Dalam suasana penuh empati, Wagub Salim S. Mengga, […]

  • Pudarnya Kearifan Lokal

    Pudarnya Kearifan Lokal

    • 0Komentar

    25 September 2026 Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Sulbarupdate.id – Sejak kecil duduk di bangku Sekolah Rakyat sampai menjadi mahasiswa, saya percaya bahwa tradisi lokal dari masing-masing suku bangsa Indonesia memiliki budaya luhur yang mengajarkan manusia untuk hidup bermartabat, sebagai modal sosial dan pilar budaya untuk membangun bangsa dan negara yang berkeadaban. Indonesia bukanlah […]

  • Diduga Kumpul Kebo, Pasangan Bukan Pasutri di Mamuju Diamankan Polisi

    Diduga Kumpul Kebo, Pasangan Bukan Pasutri di Mamuju Diamankan Polisi

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Patmor Satuan Samapta Polresta Mamuju mengamankan pasangan bukan suami istri yakni pria berinisial F (24) dan wanita H (23). Keduanya kedapatan tinggal bersama dalam satu kamar kost di wilayah Kabupaten Mamuju, Selasa (17/2/2026) dini hari. ​Penertiban ini dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari warga sekitar yang merasa resah dan keberatan […]

  • Proyek Pelabuhan Mamuju Disorot Aktivis

    Proyek Pelabuhan Mamuju Disorot Aktivis

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Proyek Replacement Dermaga Pelabuhan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dengan nilai kontrak disinyalir berkisar Rp39,64 miliar mendapat sorotan dari Aliansi Aktivis Sulbar. Kelompok tersebut mempertanyakan progres pekerjaan dan meminta adanya pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek apabila ditemukan indikasi pelanggaran. Proyek yang dikelola Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Mamuju itu disebut menggunakan […]

expand_less