Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Mahfud MD Khawatir Mekanisme Restorative Justice jadi Bahan Jual Beli Perkara dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Mahfud MD Khawatir Mekanisme Restorative Justice jadi Bahan Jual Beli Perkara dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

  • account_circle Amr
  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
  • visibility 558
  • comment 0 komentar

Jakarta, Sulbarupdate.id- Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengingatkan adanya potensi persoalan serius dalam penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru yang secara resmi mulai diterapkan, sejak 2 Januari 2026.

Menurutnya, terdapat sejumlah ketentuan baru yang harus dijalankan secara sangat hati-hati agar tidak menimbulkan penyimpangan penegakan hukum. Ketentuan baru itu yakni, soal penerapan Restorative Justice dan Plea Bargaining.

“Diundangkannya KUHP baru beberapa hari yang lalu. KUHP dan KUHAP. Di situ ada beberapa hal yang mungkin menjadi pekerjaan rumah kita agar hati-hati memulainya yaitu, satu tentang Restorative Justice, yang kedua tentang Plea Bargaining,” kata Mahfud dalam siniar Youtube, Minggu (4/1).

Mahfud menjelaskan, Restorative Justice merupakan mekanisme penyelesaian perkara pidana di luar pengadilan dengan syarat dan batas tertentu. Dalam mekanisme ini, pelaku dan korban sebuah tindak pidana dapat berdamai untuk menyelesaikan perkara tanpa proses persidangan penuh.

“Restorative Justice adalah penyelesaian perkara pidana di luar pengadilan dengan syarat dan batas tertentu. Artinya, pihak-pihak yang menjadi pelaku dan korban sebuah tindak pidana berdamai di situ untuk menyelesaikan di luar pengadilan yang nanti disahkan, tentu saja, oleh penegak hukum,” ucapnya.

Penyelesaian perkara pidana melalui Restorative Justice dapat ditangi oleh Kejaksaan Agung, Polri maupun di tingkat Pengadilan. Namun, Mahfud menilai mekanisme tersebut tetap menyisakan sejumlah persoalan yang patut diperdebatkan.

“Meskipun jadi masalah, kenapa kalau memang mau Restorative Justice tidak selesai di tingkat penyidik saja gitu, tidak sampai ke hakim. Nah itu juga akan jadi perdebatan dan jenis pidananya, jenis pidana apa,” ujar Mahfud.

Selain Restorative Justice, Mahfud juga menyoroti ketentuan baru mengenai Plea Bargaining yang diatur dalam KUHP dan KUHAP. Ia menilai, konsep ini juga perlu dicermati secara serius dalam praktik penegakan hukum.

Mahfud menuturkan, Plea Bargaining merupakan mekanisme penyelesaian perkara dengan pengakuan bersalah dari tersangka atau terdakwa kepada jaksa, disertai kesepakatan mengenai jenis dan berat hukuman yang akan dijalani.

“Plea Bargaining itu artinya kasus bisa diselesaikan secara damai di mana seorang terdakwa itu mengaku kesalahan, terdakwa atau tersangka mengaku salah kepada jaksa, kemudian menyepakati sesudah mengaku ini ‘saya bersedia dihukum sekian dengan denda sekian’ misalnya. Dan itu nanti disahkan oleh hakim,” jelasnya.

Mahfud menegaskan, seluruh ketentuan baru tersebut mulai berlaku pada 2026 dan berpotensi menimbulkan persoalan serius jika tidak diawasi secara ketat. Ia secara khusus mengingatkan risiko terjadinya praktik jual beli perkara dalam proses Restorative Justice maupun Plea Bargaining.

“Ketentuan baru ini mulai berlaku pada tahun 2026 dan kita harus hati-hati jangan sampai terjadi jual beli perkara pada saat Plea Bargaining, pada saat Restorative Justice itu harus berhati-hati. Karena ini masalah hukum dan masalah hukum itu adalah masalah negara kita,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Non Kapitasi di Mamasa Tunggu Pergeseran Anggaran, Ini Penjelasan BPKD!

    Dana Non Kapitasi di Mamasa Tunggu Pergeseran Anggaran, Ini Penjelasan BPKD!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Mamasa, berikan penjelasan terkait polemik keterlambatan pembayaran dana Non Kapitasi untuk Puskesmas dan Rumah Sakit. Pihak Pemkab memastikan anggaran tersebut tersedia, namun terkendala masalah administrasi rekening. ​Plt. Kepala Bidang Perbendaharaan BPKD Mamasa, Catherine Dessaratu, menjelaskan bahwa alokasi dana Non Kapitasi periode Oktober–November 2025 terbagi menjadi dua […]

  • Panitia Natal GMKI Mamasa Gelar Bakti Kesehatan Di Nosu, Warga Antri Berobat Gratis

    Panitia Natal GMKI Mamasa Gelar Bakti Kesehatan Di Nosu, Warga Antri Berobat Gratis

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Semangat pelayanan kasih mewarnai rangkaian perayaan Natal Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tahun 2025. Salah satu agenda krusial yang menyita perhatian publik adalah aksi kemanusiaan berupa pengobatan gratis dengan menghadirkan jajaran dokter spesialis langsung ke tengah masyarakat di Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa. Bertempat di wilayah Lekkong, Desa Minanga Timur, Kecamatan Nosu, […]

  • Samsat Keliling Polman Jemput Bola di Wonomulyo dan PTSP, Raup Rp53,9 Juta dalam Sehari

    Samsat Keliling Polman Jemput Bola di Wonomulyo dan PTSP, Raup Rp53,9 Juta dalam Sehari

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Pajak Polewali Mandar (Polman) terus menunjukkan tren positif dalam optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui skema jemput bola, layanan Samsat Keliling (Samkel) yang digelar di Kecamatan Wonomulyo dan Kantor PTSP Polman berhasil membukukan penerimaan sebesar Rp53.904.200 hanya dalam satu hari, Senin (11/5/2026). ​Total penerimaan tersebut […]

  • Kebakaran Lahan Melanda Dua Desa Di Majene

    Kebakaran Lahan Melanda Dua Desa Di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Kebakaran lahan dan pegunungan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi di wilayah Desa Lalattedong dan Desa Leppangan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Senin (17/8/2026). Kebakaran tersebut melanda area lahan dan kawasan pegunungan. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran di sekitar lokasi yang kemudian menyebar dan menyebabkan kebakaran […]

  • Ribuan Penerima Manfaat Nikmati MBG dari SPPG Mambi Rantebulahan

    Ribuan Penerima Manfaat Nikmati MBG dari SPPG Mambi Rantebulahan

    • 0Komentar

    MAMBI, SULBARUPDATE.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Mambi dan sekitarnya, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (15/9/2026). Penyaluran dilakukan oleh Yayasan Pallawa Lipu Grup melalui SPPG Mamasa Mambi Rantebulahan mulai pukul 07.30 WITA. Program ini menyasar peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan serta kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, […]

  • Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H Hari Ini

    Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H Hari Ini

    • 0Komentar

    Jakarta, Sulbarupdate.id – Pemerintah melalui Kementerian Agama atau Kemenag akan menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada hari ini, Selasa (17/2/2026). Penetapan tersebut dilakukan melalui mekanisme Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung malam nanti. Kemenag melalui akun Instagram resmi @kemenag_ri telah mengumumkan pelaksanaan Sidang Isbat tersebut kepada publik. “Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal […]

expand_less