Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » KPK Perbarui Aturan Gratifikasi, Batas Hadiah Naik, Laporan Tak Lengkap Bakal Gugur

KPK Perbarui Aturan Gratifikasi, Batas Hadiah Naik, Laporan Tak Lengkap Bakal Gugur

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • visibility 484
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memberlakukan regulasi terbaru mengenai pelaporan gratifikasi.

Perubahan ini tertuang dalam Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 1 Tahun 2026 yang menggantikan aturan sebelumnya guna menyesuaikan kondisi ekonomi dan efektivitas pengawasan.

Informasi ini dipublikasikan melalui akun media sosial resmi KPK pada Rabu (28/1/2026). Perubahan tersebut mencakup penyesuaian nilai batas wajar hadiah hingga pemangkasan durasi tindak lanjut laporan.

Berikut adalah lima poin utama perubahan dalam aturan gratifikasi terbaru:
1. Kenaikan Batas Wajar Hadiah (Tidak Wajib Lapor)
KPK melakukan penyesuaian nominal terhadap pemberian yang dianggap wajar dan tidak wajib dilaporkan oleh penyelenggara negara:
-Batas maksimal naik menjadi Rp 1.500.000 per pemberi (sebelumnya Rp 1.000.000).
-Batas naik menjadi Rp 500.000 per pemberi dengan total akumulasi Rp 1.500.000 per tahun.
-Aturan mengenai hadiah pisah sambut, pensiun, atau ulang tahun senilai Rp 300.000 kini resmi dihapus.

2. Status Laporan Melebihi 30 Hari
Laporan yang disampaikan melewati batas 30 hari kerja dapat langsung ditetapkan menjadi milik negara. Kendati demikian, ketentuan Pasal 12B UU Tipikor tetap berlaku. Artinya, gratifikasi di atas Rp 10 juta tetap wajib dibuktikan oleh penerima bahwa pemberian tersebut bukan suap (pembuktian terbalik).
3. Reformasi Penandatanganan SK Gratifikasi

Jika sebelumnya penandatanganan Surat Keputusan (SK) penetapan gratifikasi didasarkan pada nilai barang, kini aturan diubah menjadi berdasarkan sifat ‘prominent’. Penandatanganan SK akan disesuaikan dengan level jabatan pelapor guna mempercepat birokrasi internal.

4. Batas Kelengkapan Data Diperketat
KPK kini lebih tegas soal administrasi. Laporan gratifikasi yang tidak dilengkapi dokumen pendukung dalam waktu 20 hari kerja sejak tanggal lapor tidak akan ditindaklanjuti. Batas waktu ini lebih singkat dibanding aturan lama yang memberikan waktu 30 hari kerja.
5. Penguatan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG)
KPK memberikan mandat lebih luas kepada UPG di instansi masing-masing untuk menjalankan tujuh tugas utama, di antaranya:
-Mengelola dan meneruskan laporan ke KPK.
-Memelihara barang titipan.
-Menindaklanjuti keputusan Komisi.
-Melakukan pengendalian, pelatihan, hingga sosialisasi internal di instansi terkait.

Catatan: Bagi masyarakat atau penyelenggara negara yang ingin mendalami rincian aturan ini, dokumen lengkap dapat diunduh melalui tautan resmi di bit.ly/PeraturanKPKNomor1Tahun2026.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluarga Korban Dugaan Pemerkosaan Oleh Oknum PNS Desak Transparansi Kejari Mamasa

    Keluarga Korban Dugaan Pemerkosaan Oleh Oknum PNS Desak Transparansi Kejari Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Keluarga seorang remaja berusia 15 tahun yang diduga menjadi korban pemerkosaan oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu Kantor Kecamatan di Kabupaten Mamasa, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Mamasa, Kamis (7/5/2026). Kedatangan pihak keluarga untuk meminta penjelasan serta kepastian hukum terkait proses persidangan yang dinilai mengalami kendala administratif. Dalam pertemuan tersebut, […]

  • Kampung Natal Tondok Bakaru Mamasa, Oase Ekonomi Kreatif di Bawah Naungan Pinus

    Kampung Natal Tondok Bakaru Mamasa, Oase Ekonomi Kreatif di Bawah Naungan Pinus

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Desember kembali menyapa, dan bersamaan dengannya, spirit adiwarna Natal berdenyut kencang dari jantung topografi Sulawesi Barat. Desa Tondok Bakaru, sebuah anomali eksotis di Kabupaten Mamasa, sekali lagi menyingkap tirai atas panggung rindu yang bertajuk Kampung Natal. Sebuah tradisi kontemplatif yang kini menapaki usia paruh dasawarsa kelima, perhelatan ini telah resmi diluncurkan pada […]

  • Refleksi Hari Lahir Pancasila, Bupati Mamasa Serukan ASN Komitmen Pulihkan Daerah

    Refleksi Hari Lahir Pancasila, Bupati Mamasa Serukan ASN Komitmen Pulihkan Daerah

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Kondosapata’, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Selasa (2/6/2026) pagi.  Momen krusial ini dimanfaatkan Bupati Mamasa untuk menyerukan komitmen bersama dalam memulihkan dan memajukan daerah. Upacara dimulai tepat pukul 08.16 WITA saat Komandan Upacara, Letda Inf. Safar Mahaluddin, menyiapkan barisan.  Bertindak […]

  • Jalan Terancam Lumpuh, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak BPJN Sulbar Siaga Penuh

    Jalan Terancam Lumpuh, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak BPJN Sulbar Siaga Penuh

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Musim hujan kembali menjadi momok bagi Kabupaten Mamasa. Di balik hijaunya perbukitan yang membentang, tersimpan ancaman serius yang setiap saat bisa memutus denyut kehidupan masyarakat. Intensitas hujan yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir telah memperparah kondisi tanah yang sejak awal memang rapuh dan labil. Hampir tak ada ruas jalan poros di […]

  • Pemkesra Sulbar Pastikan Seluruh Pendukung Pelaksanaan MTQ 2026 Telah Rampung 

    Pemkesra Sulbar Pastikan Seluruh Pendukung Pelaksanaan MTQ 2026 Telah Rampung 

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, memastikan bahwa Petunjuk Teknis dan seluruh dokumen pendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat XI Tahun 2026 telah diajukan kepada Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana. Hal tersebut disampaikan Murdanil saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026). Ia menjelaskan bahwa secara substansi, […]

  • Sengketa Lahan di Mamasa Berakhir Damai, Kedua Pihak Sepakat Kelola Bersama

    Sengketa Lahan di Mamasa Berakhir Damai, Kedua Pihak Sepakat Kelola Bersama

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Perselisihan terkait pengelolaan lahan keluarga di lokasi Tappuling, Dusun Bau, Desa Bakadisura, Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa, berakhir damai. Sengketa melibatkan Pappang Saratu alias Papa Maikel (33) dan Martha alias Mama Nober (49). Keduanya masih memiliki hubungan kekerabatan sebagai sepupu dua kali. Persoalan muncul menyangkut pengelolaan lahan yang hingga kini masih menjadi bagian […]

expand_less