Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Jalan Terancam Lumpuh, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak BPJN Sulbar Siaga Penuh

Jalan Terancam Lumpuh, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak BPJN Sulbar Siaga Penuh

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
  • visibility 562
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Musim hujan kembali menjadi momok bagi Kabupaten Mamasa. Di balik hijaunya perbukitan yang membentang, tersimpan ancaman serius yang setiap saat bisa memutus denyut kehidupan masyarakat.

Intensitas hujan yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir telah memperparah kondisi tanah yang sejak awal memang rapuh dan labil. Hampir tak ada ruas jalan poros di Mamasa yang benar-benar aman.

Tebing-tebing tinggi yang mengapit badan jalan sewaktu-waktu bisa runtuh, menyeret material tanah dan batu dalam jumlah besar.

Bagi masyarakat Mamasa, ini bukan sekadar ancaman, melainkan kenyataan yang berulang—akses terputus, aktivitas lumpuh, dan keterisolasian yang tak jarang berlangsung berhari-hari.

Di tengah situasi yang kian mengkhawatirkan, Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, melontarkan peringatan keras kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Barat. Ia menuntut kesiapsiagaan nyata, bukan sekadar respons setelah bencana terjadi.

“Kami tidak ingin terus-menerus berada dalam situasi darurat yang sama setiap tahun. BPJN Sulbar harus siaga penuh. Alat berat wajib ditempatkan di titik-titik rawan longsor, bukan menunggu jalan tertutup baru bergerak,” tegas Arwin dengan nada mendesak.

Menurutnya, infrastruktur jalan di Mamasa bukan hanya soal konektivitas, tetapi menyangkut kelangsungan hidup masyarakat. Jalan poros menjadi satu-satunya jalur distribusi logistik, akses layanan kesehatan, hingga jalur pendidikan bagi ribuan warga di daerah pegunungan tersebut. Ketika jalan terputus, bukan hanya mobilitas yang terhenti—ekonomi tersendat, pelayanan publik terganggu, bahkan keselamatan warga bisa dipertaruhkan.

Karakteristik tanah Mamasa yang didominasi tanah merah dan pasir semakin memperbesar risiko. Struktur tanah seperti ini memiliki daya ikat yang lemah, terutama saat jenuh air. Dalam kondisi hujan deras yang berlangsung lama, tanah menjadi mudah bergerak dan kehilangan kestabilannya.

Kombinasi ini menjadikan Mamasa sebagai wilayah dengan kerentanan longsor yang tinggi di Sulawesi Barat.

Arwin menilai, pola penanganan selama ini masih bersifat reaktif. Padahal, yang dibutuhkan adalah langkah preventif yang terukur dan berkelanjutan.

Penempatan alat berat di lokasi strategis, pemetaan detail titik rawan, serta sistem respons cepat harus menjadi prioritas utama.

“Setiap menit keterlambatan penanganan berarti kerugian bagi masyarakat. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Harus ada kesiapan sebelum bencana terjadi,” tambahnya.

Desakan ini bukan tanpa alasan. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa keterlambatan penanganan longsor sering kali memperparah dampak yang dirasakan masyarakat.

Dalam beberapa kasus, akses jalan terputus hingga berhari-hari, menyebabkan distribusi kebutuhan pokok terganggu dan harga barang melonjak.

Kini, harapan masyarakat Mamasa tertuju pada langkah konkret dari BPJN Sulbar. Kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Sebab di Mamasa, setiap tetes hujan yang turun selalu membawa kemungkinan terburuk—dan tanpa persiapan yang matang, dampaknya akan kembali ditanggung oleh masyarakat.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi Sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merawat Pohon Peradaban, Revitalisasi Adat di Banua Layuk Mamasa

    Merawat Pohon Peradaban, Revitalisasi Adat di Banua Layuk Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Di bawah naungan atap Banua Layuk Buntukasisi, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa yang megah, sejarah seolah kembali memanggil para penjaganya. Suasana di jantung Kabupaten Mamasa itu tidak sekadar riuh oleh kehadiran manusia, melainkan khidmat oleh semangat “Kombongan Ada’”—sebuah musyawarah besar yang bertujuan membasuh kembali akar kearifan lokal yang mulai tertutup debu […]

  • Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, menerima kedatangan Tim dari Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (9/2/2026). Kunjungan ini dalam rangka monitoring terkait Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2025. Pertemuan berlangsung di ruang Kepala BPKAD dan dilanjutkan secara teknis di ruang rapat Bidang Pengelolaan […]

  • Dinkes Sulbar Skrining HIV dan Hepatitis di Lapas Perempuan Kalukku

    Dinkes Sulbar Skrining HIV dan Hepatitis di Lapas Perempuan Kalukku

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan skrining HIV dan hepatitis bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Minggu (21/12/2025). Ini dilakukan dalan rangka memperingati Hari Ibu Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan, khususnya kelompok rentan yang berada di […]

  • Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat

    Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat

    • 2Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama warga Desa Botteng, Desa Kondo dan Desa Passembuk Kecamatan Mehalaan, melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat di poros Matangga–Keppe, Minggu (22/2/2026). Langkah ini diambil guna memulihkan akses transportasi yang sempat lumpuh total selama sepekan terakhir. ​Jembatan tersebut sebelumnya ambruk total, yang mengakibatkan warga di tiga desa—Desa Kondo, Botteng, […]

  • Aksi Jilid II PMII Unsulbar, Desak Bupati Majene Copot Plt Direktur PDAM 

    Aksi Jilid II PMII Unsulbar, Desak Bupati Majene Copot Plt Direktur PDAM 

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (21/8/2026). Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa mendesak Bupati Majene segera mengevaluasi sekaligus mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Majene. Aksi tersebut menjadi bentuk lanjutan dari sikap kritis mahasiswa […]

  • BWS V Sulbar dan DPUPR Majene Survei Irigasi Leppangan

    BWS V Sulbar dan DPUPR Majene Survei Irigasi Leppangan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sulawesi Barat melaksanakan survei Mutual Check 0 (MC 0) untuk kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Leppangan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Majene, H. […]

expand_less