Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Ini Pernyataan Korwil SPPG Mamasa Soal Polemik Anggaran MBG

Ini Pernyataan Korwil SPPG Mamasa Soal Polemik Anggaran MBG

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
  • visibility 639
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Menanggapi simpang siur informasi di media sosial mengenai anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Mamasa, Muh. Syahrul Gunawan, angkat bicara.

Ia mengklarifikasi bahwa dana senilai Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per porsi tidak seluruhnya habis untuk belanja bahan makanan, melainkan mencakup biaya operasional dan pemeliharaan fasilitas.

​Syahrul mengatakan, struktur pembiayaan ini telah diatur secara ketat melalui petunjuk teknis (juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Hal ini dilakukan guna memastikan keberlanjutan program, mulai dari distribusi hingga kualitas sanitasi dapur.

​Berdasarkan keterangan Syahrul, terdapat pembagian porsi anggaran yang spesifik untuk menjaga keseimbangan antara kualitas makanan dan kelancaran logistik.

​Bahan makanan (Food Cost), kategori kelas kecil (PAUD/TK – SD Kelas 3), dialokasikan sebesar Rp8 ribu dan kategori kelas besar (SD Kelas 4 – SMA), dialokasikan hingga Rp10 ribu.

​Biaya operasional Rp3 ribu digunakan untuk upah relawan, insentif PIC sekolah dan kader posyandu, tagihan listrik, air, gas, alat tulis, hingga biaya distribusi (sewa kendaraan).

​Fasilitas dan mitra sebanyak Rp 2 ribu. Dana ini dialokasikan untuk penyediaan sarana serta biaya pemeliharaan dapur. Mitra bertanggung jawab penuh atas perbaikan gedung atau peralatan jika terjadi kerusakan.

​”Jika satu titik layanan menangani 3 ribu anak, maka dana fasilitas sekitar Rp6 juta itu digunakan sebagai komitmen mitra dalam menjaga kelayakan dapur agar tetap sesuai standar,” ungkap Syahrul.

​Meski anggaran terbagi untuk kebutuhan non-pangan, Syahrul menjamin kualitas nutrisi siswa tidak akan berkurang. Ia menegaskan bahwa setiap menu yang disajikan telah melalui pengawasan ketat oleh Pelaksana Pengawas Gizi.

​Setiap porsi makanan dihitung secara presisi berdasarkan kebutuhan kalori, protein, lemak, dan karbohidrat sesuai jenjang usia. Standar ini tetap diberlakukan secara ketat, termasuk penyesuaian menu selama bulan Ramadan, agar prinsip gizi seimbang tetap terpenuhi.

​Menutup penjelasannya, Syahrul berharap masyarakat tidak lagi menelan informasi secara mentah-mentah tanpa melihat aturan teknis yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi adalah kunci agar program strategis ini mendapat dukungan penuh dari warga Mamasa.

​”Kami ingin publik paham bahwa ada struktur anggaran yang kompleks di balik satu porsi makanan. Tujuannya satu: memastikan makanan sampai ke tangan anak-anak dalam kondisi layak, sehat, dan higienis,” pungkasnya.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Sulbarupdate

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memori Kolektif di Manakarra, Last Child Hipnotis Ribuan Pasang Mata

    Memori Kolektif di Manakarra, Last Child Hipnotis Ribuan Pasang Mata

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Stadion Manakarra Mamuju, menjadi saksi bisu atas sebuah perhelatan musikalitas yang monumental pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Grup band papan atas, Last Child, sukses menghentak panggung Sulawesi Barat dalam sebuah konser spektakuler yang mengumpulkan tidak kurang dari 6.000 penonton, menjadikannya salah satu gelaran hiburan dengan eskalasi massa terbesar dalam sejarah Kota […]

  • Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

    Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, hingga akhir Juni 2026, hak atas Gaji 13 yang sangat dinanti-nantikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak justru tak kunjung menemui kejelasan. ​Keterlambatan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan abdi negara. Pasalnya, kabupaten lain di […]

  • SMSI Mateng Jadikan Pancasila Filter Mutakhir Hadapi Polarisasi Digital 2026

    SMSI Mateng Jadikan Pancasila Filter Mutakhir Hadapi Polarisasi Digital 2026

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, tegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan kerja jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya polarisasi di ruang publik. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua SMSI Mateng, Sandi Anugrah, dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang […]

  • Forum Konsultasi Publik RKPD 2027: Dispoparekraf Sulbar Perkuat Sinergi Program Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekraf

    Forum Konsultasi Publik RKPD 2027: Dispoparekraf Sulbar Perkuat Sinergi Program Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekraf

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Barat (Dispoparekraf Sulbar) Bau Akram Dai, mengikuti Forum Konsultasi Publik yang berlangsung di Aula Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, pada 9 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Forum dibuka langsung oleh […]

  • Puskesmas Sendana I Disorot, Kapus Diduga Bakal Putus Kontrak Dua Dokter

    Puskesmas Sendana I Disorot, Kapus Diduga Bakal Putus Kontrak Dua Dokter

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id  – Polemik yang melanda Puskesmas (PKM) Sendana I, Kabupaten Majene, terus menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya disorot terkait pelayanan kesehatan, keterlambatan pembayaran hak tenaga kesehatan, hingga dugaan persoalan pengelolaan dana kapitasi dan non kapitasi, kini muncul kabar baru yang menambah kekhawatiran masyarakat. ‎ ‎Kepala Puskesmas Sendana I, Erwin, diduga akan memutus kontrak dua […]

  • Harga Beras Premium di Mamasa Tembus Rp 15 Ribu per Liter

    Harga Beras Premium di Mamasa Tembus Rp 15 Ribu per Liter

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Harga komoditas beras jenis premium di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami kenaikan signifikan sejak sepekan terakhir. Saat ini, harga beras berkualitas tinggi tersebut telah menembus angka Rp 15.000 per liter. ​Sebelum melonjak, harga beras premium di pasaran lokal terpantau masih berkisar antara Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per liter. ​Salah seorang […]

expand_less