Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Aktivis Mamasa Desak Kejati Sulbar Audit Anggaran Forest Programme IV di TNGD

Aktivis Mamasa Desak Kejati Sulbar Audit Anggaran Forest Programme IV di TNGD

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
  • visibility 662
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id -Aliansi aktivis lingkungan di Kabupaten Mamasa desak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat untuk segera panggil dan periksa Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan.

Desakan ini mencuat terkait dugaan ketidakberesan pengelolaan dana hibah bernilai ratusan miliar rupiah dalam proyek Forest Programme IV.

​Program yang menyasar kawasan Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD) tersebut dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat lokal, meski didukung anggaran yang fantastis.

​Salah satu aktivis lingkungan, Tambrin, menyoroti realisasi anggaran yang dianggap jauh dari asas kemanfaatan. Menurutnya, pihak BBKSDA Sulsel diduga lebih banyak menghabiskan dana untuk agenda-agenda formalitas.

​”Kami mendesak audit menyeluruh terhadap BBKSDA Sulsel. Kami duga anggaran ratusan miliar itu hanya berpusat pada kegiatan seremonial seperti pertemuan, workshop, dan studi banding. Ini tidak sinkron dengan besarnya dana yang dikelola,” ujar Tambrin kepada media, Senin (9/2).

​Ia menambahkan, alih-alih menyejahterakan, kehadiran program ini justru dinilai merugikan masyarakat Mamasa.

“Kami menduga mereka hanya memanfaatkan lahan masyarakat untuk meraup keuntungan, lalu meninggalkan jejak praktik korupsi,” tegasnya.

​Sebagai informasi, Forest Programme IV merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemerintah Jerman melalui pendanaan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW).

​Tak hanya mendesak pemeriksaan hukum, aktivis juga meminta Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk melakukan evaluasi total secara internal.

​”Kami meminta Ditjen KSDAE segera mencopot dan mengevaluasi Kepala BBKSDA Sulsel beserta jajarannya. Harus ada keputusan tegas jika ditemukan indikasi penyimpangan,” tambah Tambrin.

​Dalam waktu dekat, para aktivis berencana melaporkan temuan ini secara resmi ke pihak berwajib dan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Sulbar untuk memastikan proses audit anggaran Forest Programme IV di Mamasa segera berjalan.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

    MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

    • 0Komentar

    SULBARUPDATE.ID- Polemik makan bergizi gratis kian menjadi sorotan publik. Kasus keruacunan makanan dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini makin bertambah di sejumlah daerah, tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Sejak program ini berjalan pada awal tahun 2025 lalu, kasus kerucunan terjadi di sejumlah tempat. Salah satunya di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menimpa 27 […]

  • Kerugian Korupsi Klaim Fiktif BPJS TK Jakarta Membengkak Jadi Rp23 Miliar

    Kerugian Korupsi Klaim Fiktif BPJS TK Jakarta Membengkak Jadi Rp23 Miliar

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Penyidikan dugaan korupsi dana Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jakarta periode 2014–2024 terus berkembang. Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mencatat adanya lonjakan nilai kerugian negara serta jumlah identitas yang dicatut dalam modus klaim fiktif tersebut. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Nauli Rahim Siregar, mengungkapkan bahwa […]

  • BREAKING NEWS: Ratusan Masyarakat Malabo Demo di Kantor Bupati Mamasa Tolak Pembangunan TPA di Salurano

    BREAKING NEWS: Ratusan Masyarakat Malabo Demo di Kantor Bupati Mamasa Tolak Pembangunan TPA di Salurano

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Aliansi Masyarakat Malabo dari Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Bupati Mamasa, Rabu (22/7/2026).  Ratusan warga menuntut agar rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di wilayah Salurano, Desa Malabo, dibatalkan sepenuhnya. Warga menolak keras pembangunan TPA di wilayah tersebut sebab dianggap akan membahayakan kesehatan lingkungan. Massa […]

  • Kebakaran Lahan di Majene Meluas Hingga Perbatasan Desa, Warga Soroti Dugaan Kelalaian Pemilik Lahan

    Kebakaran Lahan di Majene Meluas Hingga Perbatasan Desa, Warga Soroti Dugaan Kelalaian Pemilik Lahan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kebakaran lahan non produktif terjadi di wilayah Pesai, Lingkungan Pesai, Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Kamis (6/8/2026).  Kobaran api yang awalnya hanya terlihat berupa kepulan asap kecil, dalam hitungan jam berkembang menjadi kebakaran besar hingga menjalar ke lereng Gunung Pesai dan meluas ke wilayah pegunungan Desa Pesuloang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, […]

  • Refleksi Integritas di Jantung Tobadak, Estafet Kepemimpinan Bumi Lalla’ Tassisara

    Refleksi Integritas di Jantung Tobadak, Estafet Kepemimpinan Bumi Lalla’ Tassisara

    • 0Komentar

    TOBADAK,Sulbarupdate.id – Sebuah momentum krusial bagi keberlangsungan birokrasi di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) kembali bergulir. Bertempat di lantai dua Kantor Bupati Mateng, tepatnya di bilangan Jalan Tammauni Pue Ballung, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, serta Pengawas berlangsung dengan khidmat, menandai babak baru pengabdian bagi para abdi negara, Rabu (18/2/2026). […]

  • Hujan Deras Guyur Mamasa, Sungai di Desa Tadisi Meluap Rendam Pemukiman Warga

    Hujan Deras Guyur Mamasa, Sungai di Desa Tadisi Meluap Rendam Pemukiman Warga

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Mamasa menyebabkan banjir di Dusun Lambanan, Desa Tadisik, Kecamatan Sumarorong, pada Jumat (15/5/2026). Air luapan sungai dilaporkan mulai memasuki area pemukiman warga sore tadi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, curah hujan yang ekstrem mengakibatkan debit air sungai di sekitar Desa Tadisik meningkat drastis. Karena tidak […]

expand_less