Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Aktivis Mamasa Desak Kejati Sulbar Audit Anggaran Forest Programme IV di TNGD

Aktivis Mamasa Desak Kejati Sulbar Audit Anggaran Forest Programme IV di TNGD

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
  • visibility 438
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id -Aliansi aktivis lingkungan di Kabupaten Mamasa desak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat untuk segera panggil dan periksa Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan.

Desakan ini mencuat terkait dugaan ketidakberesan pengelolaan dana hibah bernilai ratusan miliar rupiah dalam proyek Forest Programme IV.

​Program yang menyasar kawasan Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD) tersebut dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat lokal, meski didukung anggaran yang fantastis.

​Salah satu aktivis lingkungan, Tambrin, menyoroti realisasi anggaran yang dianggap jauh dari asas kemanfaatan. Menurutnya, pihak BBKSDA Sulsel diduga lebih banyak menghabiskan dana untuk agenda-agenda formalitas.

​”Kami mendesak audit menyeluruh terhadap BBKSDA Sulsel. Kami duga anggaran ratusan miliar itu hanya berpusat pada kegiatan seremonial seperti pertemuan, workshop, dan studi banding. Ini tidak sinkron dengan besarnya dana yang dikelola,” ujar Tambrin kepada media, Senin (9/2).

​Ia menambahkan, alih-alih menyejahterakan, kehadiran program ini justru dinilai merugikan masyarakat Mamasa.

“Kami menduga mereka hanya memanfaatkan lahan masyarakat untuk meraup keuntungan, lalu meninggalkan jejak praktik korupsi,” tegasnya.

​Sebagai informasi, Forest Programme IV merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemerintah Jerman melalui pendanaan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW).

​Tak hanya mendesak pemeriksaan hukum, aktivis juga meminta Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk melakukan evaluasi total secara internal.

​”Kami meminta Ditjen KSDAE segera mencopot dan mengevaluasi Kepala BBKSDA Sulsel beserta jajarannya. Harus ada keputusan tegas jika ditemukan indikasi penyimpangan,” tambah Tambrin.

​Dalam waktu dekat, para aktivis berencana melaporkan temuan ini secara resmi ke pihak berwajib dan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Sulbar untuk memastikan proses audit anggaran Forest Programme IV di Mamasa segera berjalan.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Pekan Hilang di Hutan Botteng, Sakir Masih Dicari

    2 Pekan Hilang di Hutan Botteng, Sakir Masih Dicari

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian intensif terhadap Sakir (14), seorang remaja asal Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, yang dilaporkan hilang di kawasan hutan sejak Minggu (29/3/2026) lalu. Hingga saat ini memasuki pekan kedua dikabarkan hilang, keberadaan korban masih misterius. ​Dari informasi yang dihimpun TIm Sulbarupdate.id, peristiwa bermula saat korban terakhir […]

  • Kasus HIV Tahun 2025 di Sulbar Melonjak, Polman Tertinggi Disusul Mamuju

    Kasus HIV Tahun 2025 di Sulbar Melonjak, Polman Tertinggi Disusul Mamuju

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat (Sulbar) terus meningkatkan upaya penemuan kasus HIV seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes kesehatan. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus positif baru yang terdeteksi, menyoroti urgensi penanganan di tingkat kabupaten. Pengelola HIV Dinkes Sulbar, Nurul Iman, mengungkapkan bahwa kerja keras dalam skrining dan pelacakan […]

  • PMI Mamasa Galang Dana di Jalan untuk Korban Kebakaran Sesena Padang

    PMI Mamasa Galang Dana di Jalan untuk Korban Kebakaran Sesena Padang

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mamasa menunjukkan aksi nyata kemanusiaan dengan turun ke jalan untuk menggalang dana bagi korban kebakaran di Dusun Tandeallo, Desa Lisuan Ada’, Kecamatan Sesena Padang. ​Aksi solidaritas ini ditujukan untuk membantu Indo’ Petuk (Barang), warga yang rumahnya ludes terbakar pada Kamis (29/1/2026) lalu. Meski tidak memakan korban jiwa, […]

  • Aksi Unjuk Rasa Kembali Ricuh, Ketua Ipmapus Sulbar Kecam Polres Mamuju

    Aksi Unjuk Rasa Kembali Ricuh, Ketua Ipmapus Sulbar Kecam Polres Mamuju

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulawesi Barat, Akbar, menyampaikan pernyataan sikap tegas pasca aksi demonstrasi yang digelar di depan Polresta Mamuju, Senin 12/1/2026. Ia menilai Polresta Mamuju di bawah kepemimpinan Kapolres saat ini tidak menunjukkan sikap profesional dalam melakukan penegakan hukum. Menurut Akbar, aparat kepolisian kerap terlihat sangat […]

  • Pegawai Bank Ditemukan Meninggal dalam Kamar Pondok 3R Majene, Polisi Lakukan Penyelidikan

    Pegawai Bank Ditemukan Meninggal dalam Kamar Pondok 3R Majene, Polisi Lakukan Penyelidikan

    • 0Komentar

    MAJENE-Sulbarupdate.id – Warga Kabupaten Majene digegerkan dengan penemuan seorang wanita berusia 44 tahun yang diketahui merupakan salah satu pegawai bank di Kabupaten Majene dalam kondisi meninggal dunia di kamar nomor 104 Pondok 3R, Jalan Manunggal, Lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (3/6/2026). Penemuan mayat tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar dan […]

  • Pemprov Sulbar Salurkan Dana Rp423 Juta ke Sumatera

    Pemprov Sulbar Salurkan Dana Rp423 Juta ke Sumatera

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatra Utara, Selasa (23/12/2025). Bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas dan kepedulian masyarakat Sulawesi Barat yang bersumber dari Pemprov Sulbar, Pemerintah Kabupaten Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu, serta […]

expand_less