Breaking News
light_mode
Beranda » Kesehatan » MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

  • account_circle Amr
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 559
  • comment 0 komentar

SULBARUPDATE.ID- Polemik makan bergizi gratis kian menjadi sorotan publik. Kasus keruacunan makanan dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini makin bertambah di sejumlah daerah, tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Sejak program ini berjalan pada awal tahun 2025 lalu, kasus kerucunan terjadi di sejumlah tempat.

Salah satunya di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menimpa 27 pelajar SMP dan SD.

Hasil uji lab terhadap sampel makanan dari MBG yang dikonsumsi para siswa, positif berbakteri.

Hasil uji BPOM Mamuju, menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada nasi yang dikonsumsi siswa.

Kadis Kesehatan Mamuju dr. Sita Harit Ibrahim menjelaskan, bakteri tersebut berpotensi menghasilkan racun yang dapat menimbulkan gejala keracunan, terutama bila proses pemasakan nasi tidak sempurna.

Dinkes Mamuju juga menemukan masalah pada pengelolaan dapur MBG yang mensuplay makanan kepada para siswa.

Di Kalukku, Mamuju, 25 siswa menjadi korban, terdiri dari 23 perempuan dan 2 laki-laki, menjadi korban dugaan keracunan menu MBG.

Dugaan keracunan bermula saat para siswa mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinyonyoi sekitar pukul 11.45 WITA.

Tak lama setelah itu, sejumlah siswa mengalami gejala seperti sakit perut, mual, muntah, dan buang air besar encer.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Tampa Padang melakukan penanganan cepat.

Sebanyak 25 siswa mendapatkan perawatan, 12 diantaranya masih dalam observasi intensif di puskesmas.

Sementara 13 lainnya telah pulih dan diperbolehkan kembali ke pondok pesantren.

Terbaru, sebanyak 61 guru, staf, siswa, balita dan ibu hamil menjadi korban keracunan MBG di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dari 61 korban di Majene,  terdiri dari 28 balita, 22 siswa sekolah, 5 ibu hamil/menyusui, serta 6 guru dan staf.

Kasus ini bermula saat paket makanan berisi nasi, sayur sop, ayam suwir, dan mi kecap disalurkan ke tujuh desa di wilayah Tubo, Sendana, dan Onang pada Senin (12/1/2026).

Tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, warga mengeluhkan mual, muntah, hingga diare hebat.

Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Sulbar, Anwar, menjelaskan berdasarkan hasil uji sampel terhadap menu makanan dibagikan, ditemukan dua jenis bakteri utama, yakni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E. coli).

“Ditemukan angka Staphylococcus aureus pada sampel mi ayam suwir, serta bakteri E. coli pada sampel sup yang melebihi persyaratan. Secara aturan, bakteri E. coli ini seharusnya tidak boleh ada dalam makanan siap saji,” jelas Anwar saat ditemui di Dinkes Sulbar, Kompleks Perkantoran Gubernur, Kamis (29/1/2026).

 

Staphylococcus aureus (Si Bakteri Kontaminasi Tangan)

 

Bakteri ini sebenarnya sangat umum ditemukan pada kulit atau hidung manusia yang sehat.

Namun, bakteri tersebut menjadi berbahaya jika masuk ke dalam makanan dan berkembang biak.

Biasanya terjadi akibat kontaminasi silang dari tangan pengolah makanan yang tidak bersih, seperti tidak mencuci tangan atau memiliki luka terbuka saat memasak.

Bakteri ini memproduksi toksin (racun) saat makanan dibiarkan pada suhu ruangan.

Uniknya, racun tersebut tahan panas, sehingga meskipun makanan dipanaskan kembali, racunnya tetap aktif.

Gejalanya sangat cepat bereaksi. Dalam waktu 30 menit hingga 6 jam setelah makan, penderita biasanya mengalami mual hebat, muntah, dan kram perut.

 

Escherichia coli (E. coli)

E. coli adalah bakteri yang secara alami hidup di usus manusia dan hewan.

Sebagian besar jenisnya tidak berbahaya, namun jenis tertentu—seperti yang ditemukan pada kasus Majene—dapat menyebabkan infeksi serius.

Keberadaan E. coli pada makanan merupakan indikator kuat adanya kontaminasi feses atau sanitasi air yang buruk.

Kontaminasi dapat berasal dari air cucian yang tidak bersih, tangan yang tidak dicuci setelah dari toilet, atau lingkungan dapur yang dekat dengan tempat sampah maupun saluran pembuangan. Bakteri ini menyerang dinding usus dan menghasilkan racun yang memicu peradangan.

Gejala biasanya muncul 1–3 hari setelah konsumsi makanan, ditandai dengan diare (sering kali cair atau berdarah), nyeri perut hebat, dan demam ringan.

SDN 060 Mampie Polman Terima MBG Basi Viral di media sosial video menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga basi ditemukan di SDN 060 Mampie Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (30/1/2026).

Video itu viral usai sempat di unggah salah satu guru sekolah, pada Kamis (29/1/2026) kemarin.

Dalam video guru sekolah memperlihatkan menu pentolan bakso lembek, diduga basi dan berbau, serta perekam video ini menyebutkan, menu MBG tersebut basi dan dikembalikan ke pihak dapur.

Saat ditelusuri, penemuan menu MBG basi ini memang terjadi di SDN 060 Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo. Kepala SDN 060 Mampie, Marhaban menyebut menu MBG itu basi dan tidak sempat dibagikan.

“Informasi awalnya itu ditelpon dari pihak SPPG jika ada ditemukan menu MBG basi di sekolah lain,” kata Marhaban kepada wartawan.

Dia mengaku setelah mendapat informasi itu, pihak guru langsung mengecek menu MBG sebelum disalurkan. Karena ditemukan menu bakso yang basi, Marhaban bersama pihak SPPG sepakat mengembalikan ompreng MBG itu.

Sehingga 128 ompreng MBG tidak jadi dibagikan kepada siswa di SDN 060 Mampie pada Kamis (29/1/2026) kemarin.

“Harapannya kita pihak sekolah agar pihak SPPG mengevaluasi menu makanan, agar kejadian serupa tidak lagi terjadi,” ungkap Marhaban.

Sementara itu, Kepala SPPG Campurjo II Polman, Muh Fadil menyampaikan kronologi ditemukannya ompreng menu MBG diduga basi.

Fadil menyampaikan awalnya laporan itu diterima dari pihak sekolah SDN 031 Tumpiling adanya menu dalam ompreng diduga berubah bentuk dan aroma.

“Sehingga kita hentikan penyaluran ompreng yang ditemukan berubah aromanya atau diduga basi,” ungkap Fadil.

Dia menyampaikan tidak semua ompreng menu MBG berubah rasa dan aroma atau diduga basi di SDN 031 Tumpiling.

Beberapa ompreng yang masih terjamin higenis tetap disalurkan kepada murid di SDN 031 Tumpiling. Sementara di SDN 060 Mampie, penyaluran menu MBG langsung ditarik dan tidak jadi disalurkan ke penerima manfaat.

“Ternyata di SDN 060 Mampie juga ditemukan adanya menu dalam ompreng sudah berubah aromanya, jadi kita tidak salurkan,” ungkapnya.

Fadil menyebut hanya ada beberapa ompreng MBG di SDN 060 Mampie yang sudah berubah aromanya.

Namun karena kesepakatan dengan pihak sekolah, sehingga seluruh ompreng tidak jadi dibagikan kepada penerima manfaat.

Fadil menduga penyebab menu bakso yang basi karena pada saat dikemas dalam ompreng masih cukup panas.

Dia berjanji akan mengevaluasi menu makanan hingga penyajian menu agar kejadian serupa tidak lagi terulang.(*)

 

Sumber: Tribun sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPPG Mehalaan Salurkan MBG kepada 2.125 Penerima Manfaat, Sasar Peserta didik dan 3B

    SPPG Mehalaan Salurkan MBG kepada 2.125 Penerima Manfaat, Sasar Peserta didik dan 3B

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamasa Mehalaan-Mehalaan Barat di bawah naungan Yayasan Pallawa Lipu Grup menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 2.125 penerima manfaat di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (9/10/2026). Penyaluran menyasar peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, anak tidak sekolah (ATS), serta kelompok 3B yang meliputi balita, ibu hamil, […]

  • Gubernur Suhardi Duka Dorong Transmigrasi, Solusi Nyata Tekan Kemiskinan

    Gubernur Suhardi Duka Dorong Transmigrasi, Solusi Nyata Tekan Kemiskinan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menegaskan bahwa investasi terbaik bagi Sulawesi Barat saat ini adalah investasi melalui program transmigrasi. Menurutnya, skema transmigrasi yang dijalankan pemerintah saat ini jauh berbeda dibandingkan puluhan tahun lalu dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulbar Suhardi Duka saat menggelar rapat dengan […]

  • Mulai 2026 Makian Sebut nama Fauna “Anjing” dan “Babi” Dipidana, Ini Penjelasannya!

    Mulai 2026 Makian Sebut nama Fauna “Anjing” dan “Babi” Dipidana, Ini Penjelasannya!

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Praktik verbal berupa makian dengan menyebut nama fauna, seperti “anjing” atau “babi”, kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai degradasi etika sosial. Dilansir dari laman, Wartabanjar.com, menyebut pakar hukum pidana menegaskan bahwa tindakan tersebut memiliki implikasi yuridis yang serius dan dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana penghinaan ringan di bawah payung hukum Indonesia. Landasan […]

  • Diikuti 180 Pecatur Bupati Cup I Resmi Dibuka, Ada 8 Master Ikut Tarung 

    Diikuti 180 Pecatur Bupati Cup I Resmi Dibuka, Ada 8 Master Ikut Tarung 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamasa kini mulai menancapkan taringnya di dunia asah otak. Untuk pertama kalinya, Turnamen Catur Bupati Mamasa Cup I resmi digelar. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, di tribun Lapangan Kondosapata pada Sabtu (20/12/2025). Turnamen yang berlangsung selama tiga hari (20–22 Desember 2025) ini bukan sekadar lomba biasa, melainkan […]

  • BREAKING NEWS: Ratusan Masyarakat Malabo Demo di Kantor Bupati Mamasa Tolak Pembangunan TPA di Salurano

    BREAKING NEWS: Ratusan Masyarakat Malabo Demo di Kantor Bupati Mamasa Tolak Pembangunan TPA di Salurano

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Aliansi Masyarakat Malabo dari Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Bupati Mamasa, Rabu (22/7/2026).  Ratusan warga menuntut agar rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di wilayah Salurano, Desa Malabo, dibatalkan sepenuhnya. Warga menolak keras pembangunan TPA di wilayah tersebut sebab dianggap akan membahayakan kesehatan lingkungan. Massa […]

  • Gelar Syukuran, Anshar Malle Motivasi PPPK Paruh Waktu Agar Semangat Tingkatkan Etos Kerja 

    Gelar Syukuran, Anshar Malle Motivasi PPPK Paruh Waktu Agar Semangat Tingkatkan Etos Kerja 

    • 0Komentar

    MAMUJU – Sulbarupdate.id – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Ruang Kerja Biro Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Lantai I Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Senin, 22 Desember 2025. Kepala Biro Umum Setda Sulawesi Barat, Anshar Malle, bersyukur dan berterima kasih kepada Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wagub Salim S Mengga atas pengangkatan […]

expand_less