Breaking News
light_mode
Beranda » Kesehatan » MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

  • account_circle Amr
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 393
  • comment 0 komentar

SULBARUPDATE.ID- Polemik makan bergizi gratis kian menjadi sorotan publik. Kasus keruacunan makanan dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini makin bertambah di sejumlah daerah, tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Sejak program ini berjalan pada awal tahun 2025 lalu, kasus kerucunan terjadi di sejumlah tempat.

Salah satunya di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menimpa 27 pelajar SMP dan SD.

Hasil uji lab terhadap sampel makanan dari MBG yang dikonsumsi para siswa, positif berbakteri.

Hasil uji BPOM Mamuju, menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada nasi yang dikonsumsi siswa.

Kadis Kesehatan Mamuju dr. Sita Harit Ibrahim menjelaskan, bakteri tersebut berpotensi menghasilkan racun yang dapat menimbulkan gejala keracunan, terutama bila proses pemasakan nasi tidak sempurna.

Dinkes Mamuju juga menemukan masalah pada pengelolaan dapur MBG yang mensuplay makanan kepada para siswa.

Di Kalukku, Mamuju, 25 siswa menjadi korban, terdiri dari 23 perempuan dan 2 laki-laki, menjadi korban dugaan keracunan menu MBG.

Dugaan keracunan bermula saat para siswa mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinyonyoi sekitar pukul 11.45 WITA.

Tak lama setelah itu, sejumlah siswa mengalami gejala seperti sakit perut, mual, muntah, dan buang air besar encer.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Tampa Padang melakukan penanganan cepat.

Sebanyak 25 siswa mendapatkan perawatan, 12 diantaranya masih dalam observasi intensif di puskesmas.

Sementara 13 lainnya telah pulih dan diperbolehkan kembali ke pondok pesantren.

Terbaru, sebanyak 61 guru, staf, siswa, balita dan ibu hamil menjadi korban keracunan MBG di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dari 61 korban di Majene,  terdiri dari 28 balita, 22 siswa sekolah, 5 ibu hamil/menyusui, serta 6 guru dan staf.

Kasus ini bermula saat paket makanan berisi nasi, sayur sop, ayam suwir, dan mi kecap disalurkan ke tujuh desa di wilayah Tubo, Sendana, dan Onang pada Senin (12/1/2026).

Tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, warga mengeluhkan mual, muntah, hingga diare hebat.

Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Sulbar, Anwar, menjelaskan berdasarkan hasil uji sampel terhadap menu makanan dibagikan, ditemukan dua jenis bakteri utama, yakni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E. coli).

“Ditemukan angka Staphylococcus aureus pada sampel mi ayam suwir, serta bakteri E. coli pada sampel sup yang melebihi persyaratan. Secara aturan, bakteri E. coli ini seharusnya tidak boleh ada dalam makanan siap saji,” jelas Anwar saat ditemui di Dinkes Sulbar, Kompleks Perkantoran Gubernur, Kamis (29/1/2026).

 

Staphylococcus aureus (Si Bakteri Kontaminasi Tangan)

 

Bakteri ini sebenarnya sangat umum ditemukan pada kulit atau hidung manusia yang sehat.

Namun, bakteri tersebut menjadi berbahaya jika masuk ke dalam makanan dan berkembang biak.

Biasanya terjadi akibat kontaminasi silang dari tangan pengolah makanan yang tidak bersih, seperti tidak mencuci tangan atau memiliki luka terbuka saat memasak.

Bakteri ini memproduksi toksin (racun) saat makanan dibiarkan pada suhu ruangan.

Uniknya, racun tersebut tahan panas, sehingga meskipun makanan dipanaskan kembali, racunnya tetap aktif.

Gejalanya sangat cepat bereaksi. Dalam waktu 30 menit hingga 6 jam setelah makan, penderita biasanya mengalami mual hebat, muntah, dan kram perut.

 

Escherichia coli (E. coli)

E. coli adalah bakteri yang secara alami hidup di usus manusia dan hewan.

Sebagian besar jenisnya tidak berbahaya, namun jenis tertentu—seperti yang ditemukan pada kasus Majene—dapat menyebabkan infeksi serius.

Keberadaan E. coli pada makanan merupakan indikator kuat adanya kontaminasi feses atau sanitasi air yang buruk.

Kontaminasi dapat berasal dari air cucian yang tidak bersih, tangan yang tidak dicuci setelah dari toilet, atau lingkungan dapur yang dekat dengan tempat sampah maupun saluran pembuangan. Bakteri ini menyerang dinding usus dan menghasilkan racun yang memicu peradangan.

Gejala biasanya muncul 1–3 hari setelah konsumsi makanan, ditandai dengan diare (sering kali cair atau berdarah), nyeri perut hebat, dan demam ringan.

SDN 060 Mampie Polman Terima MBG Basi Viral di media sosial video menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga basi ditemukan di SDN 060 Mampie Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (30/1/2026).

Video itu viral usai sempat di unggah salah satu guru sekolah, pada Kamis (29/1/2026) kemarin.

Dalam video guru sekolah memperlihatkan menu pentolan bakso lembek, diduga basi dan berbau, serta perekam video ini menyebutkan, menu MBG tersebut basi dan dikembalikan ke pihak dapur.

Saat ditelusuri, penemuan menu MBG basi ini memang terjadi di SDN 060 Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo. Kepala SDN 060 Mampie, Marhaban menyebut menu MBG itu basi dan tidak sempat dibagikan.

“Informasi awalnya itu ditelpon dari pihak SPPG jika ada ditemukan menu MBG basi di sekolah lain,” kata Marhaban kepada wartawan.

Dia mengaku setelah mendapat informasi itu, pihak guru langsung mengecek menu MBG sebelum disalurkan. Karena ditemukan menu bakso yang basi, Marhaban bersama pihak SPPG sepakat mengembalikan ompreng MBG itu.

Sehingga 128 ompreng MBG tidak jadi dibagikan kepada siswa di SDN 060 Mampie pada Kamis (29/1/2026) kemarin.

“Harapannya kita pihak sekolah agar pihak SPPG mengevaluasi menu makanan, agar kejadian serupa tidak lagi terjadi,” ungkap Marhaban.

Sementara itu, Kepala SPPG Campurjo II Polman, Muh Fadil menyampaikan kronologi ditemukannya ompreng menu MBG diduga basi.

Fadil menyampaikan awalnya laporan itu diterima dari pihak sekolah SDN 031 Tumpiling adanya menu dalam ompreng diduga berubah bentuk dan aroma.

“Sehingga kita hentikan penyaluran ompreng yang ditemukan berubah aromanya atau diduga basi,” ungkap Fadil.

Dia menyampaikan tidak semua ompreng menu MBG berubah rasa dan aroma atau diduga basi di SDN 031 Tumpiling.

Beberapa ompreng yang masih terjamin higenis tetap disalurkan kepada murid di SDN 031 Tumpiling. Sementara di SDN 060 Mampie, penyaluran menu MBG langsung ditarik dan tidak jadi disalurkan ke penerima manfaat.

“Ternyata di SDN 060 Mampie juga ditemukan adanya menu dalam ompreng sudah berubah aromanya, jadi kita tidak salurkan,” ungkapnya.

Fadil menyebut hanya ada beberapa ompreng MBG di SDN 060 Mampie yang sudah berubah aromanya.

Namun karena kesepakatan dengan pihak sekolah, sehingga seluruh ompreng tidak jadi dibagikan kepada penerima manfaat.

Fadil menduga penyebab menu bakso yang basi karena pada saat dikemas dalam ompreng masih cukup panas.

Dia berjanji akan mengevaluasi menu makanan hingga penyajian menu agar kejadian serupa tidak lagi terulang.(*)

 

Sumber: Tribun sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perhatian Serius Pemprov Sulbar ke Mamasa: SDK Tegaskan Alokasi Rp73 Miliar di 2025 dan Rencana Rp43 Miliar di 2026

    Perhatian Serius Pemprov Sulbar ke Mamasa: SDK Tegaskan Alokasi Rp73 Miliar di 2025 dan Rencana Rp43 Miliar di 2026

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id- Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan Kabupaten Mamasa, termasuk melalui alokasi anggaran daerah. Penegasan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, disampaikan saat menghadiri Perayaan Natal Nasional GMKI bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa dan masyarakat Mamasa di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Senin malam 29 Desember 2025. “Pemerintah Provinsi […]

  • Ketua IMI Mamasa Klarifikasi Istilah ‘Janda’ di Event JELATA: Itu Singkatan Jalur Andalan

    Ketua IMI Mamasa Klarifikasi Istilah ‘Janda’ di Event JELATA: Itu Singkatan Jalur Andalan

    • 1Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Mamasa, Daniel Pumbu, resmi memberikan klarifikasi terkait polemik penamaan jalur dalam event Jelajah Wisata (JELATA) yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Mamase. Penamaan jalur yang menggunakan istilah “Janda Terjepit” tersebut sebelumnya sempat memicu kontroversi dan menuai kritik tajam di media sosial karena dinilai merendahkan kaum perempuan. […]

  • Taufik Rama Wijaya Soroti Dugaan Kredit ‘Siluman’ di BRI Mamasa

    Taufik Rama Wijaya Soroti Dugaan Kredit ‘Siluman’ di BRI Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.id — Koordinator Forum Masyarakat Mamasa, Taufik Rama Wijaya, melontarkan kritik keras terhadap dugaan praktik penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang diduga bermasalah di sejumlah unit Bank Rakyat Indonesia di Kabupaten Mamasa. Sorotan tersebut tertuju pada Unit BRI Mamasa, Unit BRI Sumarorong, dan Unit BRI Mambi yang dinilai perlu segera diperiksa secara serius […]

  • Gagal Bobol Rumah di Mamasa, Pelaku Kabur Usai Dipergoki Pemilik

    Gagal Bobol Rumah di Mamasa, Pelaku Kabur Usai Dipergoki Pemilik

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Aksi dugaan pencurian menyasar sebuah rumah milik Nur Aulia di Desa Buntubuda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, pada Sabtu (28/3/2026) malam. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan setelah pemilik rumah memergoki pelaku yang tengah beraksi. Kejadian bermula saat korban baru saja kembali dari berbelanja di pusat kota Mamasa. Setibanya di rumah, ia terkejut mendapati […]

  • Andri Prayoga Singkarru Bagikan Puluhan Alsintan di Mamasa

    Andri Prayoga Singkarru Bagikan Puluhan Alsintan di Mamasa

    • 0Komentar

    Mamasa – Sulbarupdate.id – Secara sukarela dan Mandiri, Andri Prayoga Singkarru Anggota DPD-RI Dapil Sulawesi Barat bagi puluhan Alsintan ke Petani di Kabupaten Mamasa, Kamis 18 Desember 2025. Senator Asal Sulawesi Barat tersebut menyalurkan alsintan berupa hand traktor secara mandiri kepada sejumlah kelompok tani di Kecamatan Messawa, Mamasa, Mambi hingga kelompok tani di Tabulahan. Penyerahan […]

  • Potret Buram Akses Jalan di Pelosok Mamasa, Lansia Sakit Harus Ditandu 8 Kilometer ke Fasilitas Kesehatan

    Potret Buram Akses Jalan di Pelosok Mamasa, Lansia Sakit Harus Ditandu 8 Kilometer ke Fasilitas Kesehatan

    • 0Komentar

    MAMBI, Sulbarupdate.id — Perjuangan warga Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, bersama personil Polsek Mambi, evakuasi seorang lansia berusia 85 tahun sejauh kurang lebih 8 kilometer menjadi potret buram sulitnya akses pelayanan dasar bagi masyarakat pelosok. Sania, warga Dusun Sambaho, harus ditandu secara manual oleh warga setelah mengalami kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun […]

expand_less