WASPADA! Penipuan Catut Nama Wagub Sulbar Modus Bantuan Masjid
- account_circle Ancha
- calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
- visibility 307
- comment 0 komentar

Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar). Salim S Mengga. Dok. Humas Pemprov Sulbar
Mamuju, Sulbarupdate.id – Modus operandi penipuan dengan mencatut nama pejabat publik kembali menggemparkan masyarakat di Sulawesi Barat (Sulbar).
Kali ini, nama Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, digunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan berkedok penyaluran dana bantuan pembangunan masjid.
Peristiwa ini terungkap pada Jumat, 12 Desember 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku menghubungi langsung pengurus masjid dan memperkenalkan diri sebagai perantara resmi dari Wakil Gubernur yang bertugas menyalurkan donasi.
Untuk meyakinkan korbannya, pelaku bahkan mengirimkan bukti transfer dana palsu atau fiktif. Aksi penipuan ini tidak berhenti pada pemalsuan bukti transfer.
Pelaku lantas meminta pengurus masjid atau penerima bantuan untuk segera mentransfer balik sebagian dari dana tersebut kepada sebuah yayasan tertentu.
Permintaan ini diklaim sebagai bagian dari “amanah” atau titipan dari Wakil Gubernur. Padahal, seluruh narasi dan bukti transaksi yang disajikan pelaku adalah kebohongan belaka.
Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengambil sikap tegas.
Pemprov Sulbar menegaskan bahwa baik Wakil Gubernur Salim S. Mengga maupun Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, tidak pernah menugaskan pihak manapun untuk menghubungi masyarakat perihal bantuan pembangunan masjid.
Sespri Wakil Gubernur, Ardhi Amanah, menyatakan bahwa kasus penipuan yang menyalahgunakan nama Wakil Gubernur tersebut kembali terulang.
Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkannya kepada aparat berwenang.
Dengan tegas Ardhi mengatakan, tidak ada penyaluran bantuan oleh Wakil Gubernur yang dilakukan melalui perantara pribadi, dan sama sekali tidak ada permintaan untuk penerusan dana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan wajib melakukan kroscek segera jika menerima informasi serupa,” ujar Ardhi.
Pemerintah Provinsi Sulbar menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan publik terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan nama pejabat untuk meraup keuntungan pribadi.
Kasus ini kini telah menjadi perhatian serius dan sedang dilacak lebih lanjut guna penindakan hukum terhadap pelaku.(*)
- Penulis: Ancha
- Sumber: Humas Pemprov Sulbar
