Longsor Terjang SDK 012 Tabang Barat Mamasa, Ruang Kelas Darurat Roboh
- account_circle Whelson
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
- visibility 95
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Intensitas hujan yang tinggi memicu bencana tanah longsor di Dusun Rea, Desa Tabang Barat, Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa, Selasa (31)3/2026).
Peristiwa ini mengakibatkan satu unit ruang belajar darurat di SDK 012 Tabang Barat roboh total.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, aktivitas belajar mengajar dipastikan terganggu lantaran fasilitas yang tersedia kini semakin terbatas.
Kronologi dan Dampak Kerusakan
Bangunan yang roboh merupakan ruang kelas non-permanen berukuran 3×6 meter yang selama ini digunakan oleh 10 siswa kelas tiga.
Menurut Kepala Sekolah SDK 012 Tabang Barat, Langi Mettodo, kondisi geografis dan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama pergerakan tanah di area sekolah.
”Fasilitas kami memang sangat terbatas. Kami hanya punya tiga ruangan permanen; satu untuk kantor dan dua untuk kelas. Karena harus menampung enam tingkatan kelas, kami terpaksa membangun ruang darurat di sisi bangunan utama,” ujar Langi, kepada Sulbarupdate.id Rabu (1/4) 2026).
Akibat ambruknya bangunan tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta. Pihak sekolah mengonfirmasi telah melayangkan laporan resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa agar segera mendapatkan bantuan renovasi atau ruang kelas baru.
Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Pana segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan pada Rabu (1/4) pagi.
Anggota kepolisian, Aiptu Candra dan Bripda Abraham Pau, memastikan bahwa material longsor tidak merambat ke pemukiman warga sekitar.
”Kami telah melakukan monitoring di lokasi kejadian. Saat ini situasi terpantau aman dan kondusif, namun kami tetap menghimbau warga dan pihak sekolah untuk waspada terhadap potensi longsor susulan jika curah hujan kembali meningkat,” lapor personel Polsek Pana dalam keterangannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit atas minimnya sarana dan prasarana pendidikan di pelosok Mamasa. Dengan total 43 murid yang menggantungkan harapan di sekolah tersebut, robohnya satu ruang darurat memaksa pihak sekolah memutar otak agar proses belajar tetap berjalan, meski dalam kondisi yang jauh dari kata ideal.
Hingga berita ini diturunkan, para siswa diharapkan dapat segera mendapatkan solusi tempat belajar sementara agar ketertinggalan materi tidak semakin meluas pascabencana. (*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
