Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Longsor Terjang SDK 012 Tabang Barat Mamasa, Ruang Kelas Darurat Roboh

Longsor Terjang SDK 012 Tabang Barat Mamasa, Ruang Kelas Darurat Roboh

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
  • visibility 332
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Intensitas hujan yang tinggi memicu bencana tanah longsor di Dusun Rea, Desa Tabang Barat, Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa, Selasa (31)3/2026).

Peristiwa ini mengakibatkan satu unit ruang belajar darurat di SDK 012 Tabang Barat roboh total.

​Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, aktivitas belajar mengajar dipastikan terganggu lantaran fasilitas yang tersedia kini semakin terbatas.

Kronologi dan Dampak Kerusakan

​Bangunan yang roboh merupakan ruang kelas non-permanen berukuran 3×6 meter yang selama ini digunakan oleh 10 siswa kelas tiga.

Menurut Kepala Sekolah SDK 012 Tabang Barat, Langi Mettodo, kondisi geografis dan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama pergerakan tanah di area sekolah.

​”Fasilitas kami memang sangat terbatas. Kami hanya punya tiga ruangan permanen; satu untuk kantor dan dua untuk kelas. Karena harus menampung enam tingkatan kelas, kami terpaksa membangun ruang darurat di sisi bangunan utama,” ujar Langi, kepada Sulbarupdate.id Rabu (1/4) 2026).

​Akibat ambruknya bangunan tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta. Pihak sekolah mengonfirmasi telah melayangkan laporan resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa agar segera mendapatkan bantuan renovasi atau ruang kelas baru.

​Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Pana segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan pada Rabu (1/4) pagi.

Anggota kepolisian, Aiptu Candra dan Bripda Abraham Pau, memastikan bahwa material longsor tidak merambat ke pemukiman warga sekitar.

​”Kami telah melakukan monitoring di lokasi kejadian. Saat ini situasi terpantau aman dan kondusif, namun kami tetap menghimbau warga dan pihak sekolah untuk waspada terhadap potensi longsor susulan jika curah hujan kembali meningkat,” lapor personel Polsek Pana dalam keterangannya.

​Peristiwa ini menjadi pengingat pahit atas minimnya sarana dan prasarana pendidikan di pelosok Mamasa. Dengan total 43 murid yang menggantungkan harapan di sekolah tersebut, robohnya satu ruang darurat memaksa pihak sekolah memutar otak agar proses belajar tetap berjalan, meski dalam kondisi yang jauh dari kata ideal.

​Hingga berita ini diturunkan, para siswa diharapkan dapat segera mendapatkan solusi tempat belajar sementara agar ketertinggalan materi tidak semakin meluas pascabencana. (*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • SK 368 PPPK Nakes di Mamuju Tengah Resmi Diperpanjang Hingga 2028

    SK 368 PPPK Nakes di Mamuju Tengah Resmi Diperpanjang Hingga 2028

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, secara resmi memperpanjang masa kerja ratusan tenaga kesehatan(Nakes) hingga tahun 2028 mendatang. Berjumlah 368 Nakes berstatus Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi menerima surat keputusan (SK) perpanjangan kontrak di Kantor Bupati Mamuju Tengah, Kamis (7/5/2026). SK itu diserahkan langsung Bupati Mateng, H. Arsal […]

  • Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Mamuju Tengah Gelar Aksi Donor Darah

    Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Mamuju Tengah Gelar Aksi Donor Darah

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, SULBARUPDATE.ID –Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menggelar aksi kemanusiaan donor darah. Kegiatan yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat” ini berlangsung di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Mamuju Tengah pada Senin (15/6/2026). ​Aksi sosial ini diikuti langsung oleh Kapolres Mateng AKBP […]

  • Soal Penertiban PKL di Majene, PUPR Minta Data Pedagang Diperjelas

    Soal Penertiban PKL di Majene, PUPR Minta Data Pedagang Diperjelas

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Majene terus mematangkan langkah penertiban dan pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai bagian dari upaya menata wajah kota Kabupaten Majene agar lebih tertib, rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Pembahasan teknis penertiban dan pembinaan PKL digelar di Aula Masiga, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majene, […]

  • Polemik Tamsil Guru ASN dan PPPK di Mamasa, Disdik Ungkap Kendala di Tingkat Pusat

    Polemik Tamsil Guru ASN dan PPPK di Mamasa, Disdik Ungkap Kendala di Tingkat Pusat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan (Tamsil) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di Kabupaten Mamasa menjadi sorotan. Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa, Sarini, memberikan klarifikasi terkait alur birokrasi dan realisasi anggaran dari Pemerintah Pusat. Sarini menjelaskan bahwa […]

  • MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

    MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

    • 0Komentar

    SULBARUPDATE.ID- Polemik makan bergizi gratis kian menjadi sorotan publik. Kasus keruacunan makanan dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini makin bertambah di sejumlah daerah, tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Sejak program ini berjalan pada awal tahun 2025 lalu, kasus kerucunan terjadi di sejumlah tempat. Salah satunya di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menimpa 27 […]

  • APDESI Demo Besar – Besaran Di Jakarta, Ini Kata Perwakilan Sulbar

    APDESI Demo Besar – Besaran Di Jakarta, Ini Kata Perwakilan Sulbar

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia atau biasa disebut APDESI adakan demo besar – besaran hari ini di Jakarta untuk menyikapi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025, Mamuju 8 Desember 2025. APDESI anggap PMK No.81 Tahun 2025 terlalu prematur untuk di sahkan dan sangat merugikan Pemerintah Desa sebagai ujung tombak penggerak roda […]

expand_less